
Menyadari bahwa dua orang dari raja keluar bersama pasukannya, Souma berkata pada Undine dan memintanya untuk ikut bertarung.
"Kau yakin akan bertarung juga Souma, di sini ada penyihir rembulan kita bisa menyuruhnya."
"Tidak, apapun yang terjadi jangan biarkan Pandora bertarung. Kita juga sudah cukup."
"Aku tidak masalah untuk menon.."
Sebelum Pandora menyelesaikan perkataannya tubuhnya telah diikat dengan tali.
"Souma, apa kau menyukai permainan ikat mengikat, ah... aku tidak bisa menghancurkan talinya, mungkinkah kekuatanmu sebenarnya melebihi penyihir."
Pernyataan itu tidak mendapatkan jawaban apapun.
"Itu lebih baik, mari pergi."
"Baik."
Keduanya membiarkan dirinya berseluncur di atas genteng kemudian mendarat tepat di depan para musuh, untuk Pandora dia hanya duduk dengan wajah cemberut.
"Menyebalkan."
Lugional tertawa melihat musuhnya dengan suka rela muncul di depannya. Derby di sebelahnya tersenyum kecil, mau bagaimanapun mereka telah mendapatkan senjata dari para Dwarf yang merupakan kualitas terbaik, musuh seperti apapun bisa mereka kalahkan dengan mudah.
Itulah pemikiran mereka sekarang.
"Diantara kalian pasti kaulah yang bernama Souma."
"Itu aku... belakangan ini banyak sekali orang yang mengenaliku, cukup merepotkan."
__ADS_1
"Aku pastikan kau tidak akan selamat di sini, kalian semua kepung mereka dan pastikan pria itu membayar perbuatannya."
"Laksanakan."
Para penjahat memamerkan setiap senjata di tangan mereka, itu bukan senjata biasa, jika seseorang mengisinya dengan mana maka itu akan menciptakan sihir dengan beragam elemen yang bisa dikeluarkan tanpa kesusahan. Tanpa harus mendekati musuh seluruh sihir ditembakkan seperti sebuah peluru.
Dengan ringan Souma melapisi dirinya dan Undine sebuah sihir pelindung, membuat hanya sekelilingnya yang hancur menjadi sebuah kawah kecil.
"Ugh."
Mereka semua mundur beberapa langkah ke belakang.
"Aku cukup kecewa, yang barusan tidak bisa disebut sihir ledakan, biar aku tunjukan sihir sesungguhnya," perkataan Undine dipenuhi intimidasi.
Di atas langit atau tepatnya di atas kepala mereka beberapa lingkaran sihir telah tercipta.
Dari mereka berkata setelah mengkonfirmasi bentuknya.
"Maksudmu penyihir itu, bukannya tubuhnya kecil."
"Aku tidak tahu tapi yang jelas dialah orangnya."
"Kabur."
Sebelum mereka bisa menghindar, cahaya kemerahan dijatuhkan dan itu membuat sebuah ledakan besar yang menciptakan kawah raksasa yang mengerikan.
Beberapa dari mereka selamat namun mereka mengalami trauma cukup berat, tubuh mereka juga tidak bisa digerakkan sementara waktu hanya dengan sebuah gelombang kejutnya saja.
"Aku sangat puas, sekarang tinggal dua orang lagi."
__ADS_1
"Untuk mereka biar aku saja."
"Eh?"
"Perlu waktu untuk mengaktifkan sihirmu mereka pasti akan langsung menyerangmu saat itu."
"Aku mengerti."
Sementara Undine mundur Souma mengeluarkan katana ke tangannya untuk bertarung dengan pedang, Lugional dan Derby tersenyum masam dan masing-masing menarik pedang mereka.
"Kalian menghancurkan perkampungan Dwarf serta membuat kerajaan berperang, maka dari itu aku tidak akan memaafkan kalian."
"Jangan khawatir Derby, kita berdua dia hanya sendirian.. kita juga mempunyai senjata dari Dwarf kemenangan kita sudah dipastikan."
"Benar sekali, jika kita mengalahkannya kita akan mudah mendapatkan semuanya kembali."
Keduanya menerjang ke depan dengan pedang yang dilapisi dengan api dan angin, Souma membuat gerakan bertahan untuk menangkis pedang yang terjulur padanya.
Trang.... Trang... Trang....... Trang... Trang....... Trang... Trang....... Trang... Trang.
Pedang Lugional menyisir dari depan, dengan wajah datar Souma menahan dengan posisi Horizontal, di saat yang sama Derby memberikan tusukan dari samping. Souma melemparkan tubuh Lugional lebih dulu lewat tendangan sebelum menahan serangan tersebut lalu menebas dengan dingin.
Darah menyembur dari tubuh Derby namun dia segera mundur untuk menghindari serangan Souma yang mengincar lehernya.
"Derby kau baik-baik saja?"
"Tak masalah, aku hanya lengah."
Dia mengeluarkan potion dari pakaiannya, ketika ia meminumnya luka tersebut pulih dalam sekejap.
__ADS_1
Souma hanya tersenyum masam, bagaimanapun potion yang digunakannya adalah potion buatannya sendiri.