Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 53 : Kembali Ke Rumah


__ADS_3

"Komandan Law, ada masalah?"


Pagi itu seorang prajurit muncul dengan wajah serius.


"Ada apa? Apa pihak musuh sudah menyerang."


"Mayones untuk stok kerajaan sudah habis."


"Apa?" teriaknya demikian.


Siang harinya prajurit tersebut muncul kembali di depan Law.


"Ada apa? Musuh?" tanya Law serius.


"Tisu toilet habis."


"Apa?"


Dan sore harinya saat mereka sedang berlatih.


"Komandan Law ada masalah lagi?"


"Pasti ini musuh kan."


"Ada potongan diskon di mall."


"Apa? Kenapa lu baru bilang, latihan nanti saja cepat pergi belanja."


"Siap gan."


Souma yang selalu berada di setiap kejadian itu hanya menghela nafas panjang dari belakang punggung komandan tersebut.


"Aku ragu tentang masa depan kerajaan ini," katanya dalam hati.


Hari ini Souma diundang untuk pergi ke menara istana di mana putri Celestrial telah menunggunya dengan sebuah perayaan kecil yang diadakan untuk mereka berdua, hari ini adalah hari terakhir Souma di istana maka dari itu Celestrial mempersiapkan ini semua.


Di atas menara yang telah disulap dengan alas beralaskan kain merah, Celestrial duduk dengan sebotol anggur di tangannya mengingat bagaimana dia sedang meminumnya Souma jelas kebingungan.

__ADS_1


Dia duduk lalu menahan gelasnya.


"Seorang putri kurang pantas jika harus minum seperti ini."


"Tapi hari ini aku ingin menyambutmu sebagai warga biasa jadi tolong perlakuan aku seperti orang biasa."


Souma mendesah pelan lalu menuangkan botol tersebut pada gelas Celestrial, kemungkinan besar selama ayahnya sakit putri ini telah banyak menahan tekanan dari semua orang dan sekarang setelah semuanya selesai, hatinya merasa terbebas bahkan keputusan penyihir rembulan akan turut membantu kerajaan ini merupakan kemenangan besar, meski begitu.


"Apa kau merasa gelisah?"


"Aku hanya terkadang berfikir akan lebih baik jika aku tinggal di desa sebagai gadis biasa dibandingkan seorang putri."


"Padahal jadi putri sangat menyenangkan kau bisa memiliki apapun yang kau miliki."


"Tidak, aku tidak memiliki apapun semua hal di sini hanya dibuat demi negara bahkan pernikahanku juga sudah ditentukan... hal ini terjadi karena salahku yang menolak lamaran."


Souma akhirnya mengerti apa yang dipikirkan lawan bicaranya, dia merasa sepenuhnya bertanggung jawab dengan apa yang terjadi di sini. Namun Souma memiliki pemikirannya sendiri.


"Apapun pilihanmu hal seperti ini tidak bisa dihindari, aku merasa kagum bahwa putri lebih memilih untuk mengikuti hati anda."


"Souma?"


"..."


"Kau menolak lamaran mereka karena tidak menyukai mereka bukan."


Putri mengangguk kecil sebagai jawaban.


"Maka dari itu kau tidak salah."


Keheningan beberapa waktu terasa diantara keduanya sampai Celestrial membuka mulutnya.


"Harusnya ini pesta untuk mengantar kepergianmu tapi aku malah berbicara seenaknya, aku minta maaf."


"Jangan dipikirkan tapi apa kita hanya akan minum saja.. sejujurnya aku tidak terlalu suka minuman beralkohol."


"Aku meminta pelayan untuk tetap berada di bawah, biar aku panggilkan."

__ADS_1


"Tidak usah, biar aku saja."


Ketika Souma hendak melangkahkan kakinya Celestrial memanggil namanya dari belakang hingga dia berhenti lalu berbalik untuk memastikan Celestrial sedang menatapnya.


"Aku punya permintaan.... maukah kau menghamiliku?"


"Hah?" Souma hanya melongo tak percaya apa yang telah didengarnya.


Keesokan harinya mereka telah kembali ke kediaman Souma di desa huru hara lewat sihir teleportasi miliknya, dia tidak sendirian melainkan putri juga ikut bersamanya.


"Kenapa kau menolak permintaanku?"


"Sudah jelas, gadis seperti apa yang meminta hal aneh pada pria polos dan alim sepertiku."


"Polos dan alim, sangat mencurigakan."


"Berisik."


"Tapi tak masalah jadi sebagai ganti permintaanku aku bisa tinggal di tokomu dengan yang lainnya."


"Benar, tapi jangan berharap aku memperlakukanmu sebagai putri, kau mulai sekarang hanya sebagai karyawan toko tidak lebih."


"Tidak masalah."


"Lalu bagaimana dengan Sebastian?"


"Ia menjadi pelayan di kediaman Duke, sampai aku kembali ke istana ia akan berada di sana."


"Syukurlah, mari masuk."


Saat pintu dibuka ketiga karyawan Souma menyambutnya dengan baik.


"Souma sudah pulang, aku sudah buat makanan dan mengisi bak dengan air hangat silahkan mandi dulu."


"Aku akan menggosok punggungmu."


"Kau pasti lelah aku akan memijat bahumu nanti."

__ADS_1


Souma memiliki ekpresi sulit.


"Tunggu sebentar, kenapa kalian jadi baik.. ini mengerikan Oi."


__ADS_2