
Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung Life In Another With The Goddess.
Suatu hari di waktu yang tenang dan sepi Souma duduk dengan santai seperti biasanya, itu hari dimana tidak ada siapapun di tokonya kecuali suara hembusan angin yang menenangkan.
Ia menyusun setiap potion di rak sebelum dua orang masuk ke dalam tokonya, satu orang adalah seorang wanita cantik dengan rambut perak mengenakan gaun terusan panjang kendati demikian dadanya terlalu besar untuk disembunyikan sementara satu lagi pria yang menatap datar dengan setelan mantel berbulu hitam di bagian kerahnya yang memiliki warna terbalik dengan orang di sebelahnya
Itu seperti menegaskan bahwa yang satu di kubu kegelapan dan satu lagi di kubu cahaya, Souma memutuskan menghentikan pekerjaannya dan lalu melirik ke arah keduanya.
"Selamat datang apa yang bisa kubantu untuk kalian berdua yang tidak pernah aku temui?"
"Lebih baik kita memperkenalkan diri dulu atau kita akan disangka maling jemuran," kata si wanita.
"Maaf perkataan gadis ini sulit dimengerti."
"Aku disebut gadis Yey."
Insting Souma merasakan hal merepotkan setelah melihat kedua orang ini. Melihat kecurigaan yang terlihat jelas tersebut, si pria menjelaskan.
"Namaku Shiji dan ini Eris, bagaimana mengatakannya kami berasal dari dunia lain dan sedang mencari makhluk ini."
Souma cukup terkesan dengan gambar yang ditunjukan padanya yang berbentuk seperti ubur-ubur raksasa berwarna hitam dengan tanduk di kepalanya. Namun hatinya tidak bisa berbohong.
"Gambarnya jelek."
"Shiji dia mengatakan gambarku jelek, cepat serang dia."
"Berhentilah memprovokasi diriku ke dalam kejahatan pria ini berkata jujur."
"Maksudmu gambarku jelek, aku membencimu."
Souma melirik gerak gerik keduanya lalu menyatukan tangannya.
__ADS_1
"Kalian penangkap ubur-ubur."
"Bukan, Ugh... ini karena gambarnya jelek."
Eris mengembungkan pipinya, dia pikir akan memberikan hukuman ilahi pada toko ini agar kehabisan stok karena kebanjiran pelanggan tetapi memilih mengurungkannya.
"Sebenarnya yang ini kakinya dan tubuhnya mirip seperti bola mata."
"Ah begitu."
"Saat kami menghadapinya makhluk ini tanpa sengaja tersedot sebuah portal yang menghubungkan ke dunia lain dan kami ingin mencarinya, kami pikir akan lebih cepat menemukannya jika dibantu oleh orang yang sudah berada lama di sini dan juga membeli beberapa potion, yah sejujurnya Eris menjual potionku demi uang beberapa waktu lalu."
"Kau terlihat kesusahan."
"Begitulah."
"Kalian sedang membicarakanku kan."
"Aku berterima kasih."
"Jangan mengabaikanku."
"Ngomong-ngomong sebelumnya kau bilang akan lebih cepat menemukannya dengan seseorang yang sudah lebih lama, apa kau tahu aku berasal dari dunia lain."
"Yah begitulah, tapi kupikir hidupmu lebih santai dariku."
"Apa menurutmu begitu?"
"Aku terjebak dengan banyak istri dan Eris salah satunya."
"Aku harap aku hanya punya satu istri."
__ADS_1
"Semoga beruntung."
Sementara Souma mengemasi beberapa potion terbaiknya, keduanya menunggu sampai selesai. Shiji memasukan potion ke dalam sihir penyimpanannya sementara satu lagi diminum olehnya.
"Lebih baik aku antar ke guild untuk mendapatkan informasi."
"Bagaimana soal tokomu?" tanya Eris demikian.
"Tak masalah lagipula tidak ada pelanggan juga."
"Mungkin ramuanmu jelek."
"..."
"Awawa.. suamiku jangan tarik pipiku."
"Kupikir dia membalasku karena mengatakan gambarnya jelek."
"Aku benar-benar minta maaf, mari aku beli dua kali lipat untuk potionnya, aku pikir hari ini sedang sepi bukan."
"Tidak usah lagipula aku tidak terluka, dari awal aku senang tokonya sepi."
Shiji dan Eris memasang wajah kebingungan.
"Ini pertama kalinya aku bertemu pedagang yang tidak ingin untung, kamu sehat?"
"Orang ini memang jahat jadi jangan dihiraukan, sebenarnya aku tidak perlu potion karena Eris bisa sihir penyembuhan tapi saat aku memintanya, dia bilang... sihirku sekarang tidak bekerja coba tahun depan karena aku malas."
"Kau pasti kerepotan?"
"Begitulah."
__ADS_1