
Sebuah bola hitam menyelimuti keberadaan Bertovo, sesaat setelahnya itu hancur menjadi sebuah retakan dan sosoknya berubah seutuhnya.
Tubuhnya dialiri oleh mana yang menyengat kemudian bola-bola hitam mengelilinginya, ditambah sayap kelelawar tumbuh di punggungnya bersama sebuah tanduk di kepalanya.
"Apa ini benar-benar pengaruh obat?" Souma bertanya demikian dan Bertovo menjawabnya.
"Tentu saja tidak, pil yang kami makan sejujurnya hanya berguna untuk pelepasan tranformasi kami, sebelumnya kami diberi kekuatan oleh yang mulia Raifudus dan dengan pil ini kami bisa menggunakannya dengan baik, namun jika diberikan pada tubuh yang tidak memiliki kekuatan tersebut mereka akan meledak."
"Jadi penelitian Scarlett digunakan untuk ini."
"Tepat sekali."
Saat bertovo membuka matanya itu memperlihatkan mata kuning dengan satu garis horizontal serta 12 garis vertikal.
"Biar aku jelaskan, mata ini disebut mata Rigen, mata ini membuat sihir tak akan berpengaruh pada kami serta melihat pergerakan musuh tanpa kesulitan, bahkan saat kau bergerak dengan cepat mataku bisa mengikutimu."
Tepat saat Souma muncul di sampingnya, dua pedang hitam di tangan Bertovo menebasnya hingga dia terlempar sejajar dengan tanah. Souma memuntahkan darah dengan sebuah luka di tubuhnya.
"Bagaimana, apa sekarang kau tahu rasanya melawan orang yang kuat?" ucap Bertovo.
Sudah sejak lama Souma tidak pernah terluka, ini adalah pertama kalinya dia merasakan sakit kembali semenjak pergi ke berbagai dunia.
__ADS_1
"Menarik, apa kau adalah orang yang terkuat dari kesatria meja bundar?"
"Benar, kau bisa melihat garis di mataku semakin banyak garis di sana maka itu menandakan posisi kami yang terkuat, aku memiliki 12 garis di mataku."
"Itu bagus, dengan begitu aku melawan orang yang sangat berbahaya."
"Kau sepertinya senang karena aku tidak melawan rekanmu, tapi percuma saja hanya satu garis juga itu cukuplah kuat untuk membunuh rekanmu."
"Benarkah begitu."
Souma mengambil potion lalu meminumnya hingga luka di tubuhnya menghilang.
"Biar aku beritahu potion yang kau minum adalah buatanku."
Bola-bola yang melayang di depan Bertovo membuat sebuah formasi untuk menciptakan lingkaran sihir, dari sana sebuah laser hitam ditembakan lalu meledak di depan Souma.
Asap mengepul ke udara bersama kerusakan yang ditimbulkan dari serangan barusan.
"Aku yakin dengan serangan tersebut kau tidak akan kalah bukan."
Seperti dugaan Bertovo, Souma masih berdiri di sana dengan empat tangan yang melindunginya dari sosok samurai di belakangnya.
__ADS_1
Samurai itu menghilang dalam sekejap, Souma mengarahkan tangannya dan dia menembakan api hitam yang langsung menghilang saat mendekati Bertovo.
"Percuma saja, kau malah melenyapkan sosok makhluk di belakangmu, kupikir kau akan menggunakannya."
"Tidak perlu bahkan tanpanya aku bisa mengimbangi kekuatanmu, mata Rigen cukup mengejutkan tapi hanya sebatas itu."
Souma memunculkan topeng iblis di tangannya.
"Topeng itu, jadi kau orangnya."
"Sepintas topeng ini seperti penyamaran namun benda ini menyimpan kekuatan yang luar biasa, sayang sekali aku hanya bisa menggunakannya sekali saja jadi kau mendapatkan kehormatan karena bisa melihatnya."
"Haha topeng tidak mungkin bisa."
Saat Souma memakainya api biru menyembur dari sekelilingnya, kini seluruh dunia yang dibuat oleh Bertovo telah terselimuti api.
Pedang Souma juga tertutup api biru memberikan sebuah kekuatan yang mengerikan.
"Kau bilang potion tidak bisa berpengaruh dalam pertarungan ini, maka kurasa kau benar."
Souma melemparkan botol-botol potion miliknya pada Bertovo agar dia bisa menggunakannya dengan bebas.
__ADS_1
"Sekarang lawan aku dengan kekuatanmu itu."