Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 303 : Kesepakatan Dua Ahli Obat


__ADS_3

Telah disiapkan meja bundar untuk digunakan Souma, di sekelilingnya banyak orang-orang yang ahli dalam pembuatan obat khususnya seorang wanita dengan mengenakan haori serta kipas di tangannya, ia memiliki rambut hitam yang diikat sanggul ke atas dengan anting panjang di kedua telinganya.


"Jadi kamu yang bernama Souma, silahkan duduk."


Souma mengambil kursinya dan Black duduk di sebelahnya. Untuk Janet berdiri di belakang seperti seorang pengawal, dia juga ingin duduk namun dalam situasi seperti ini rasanya itu terasa menyesakkan baginya.


"Mari kita langsung ke intinya, pertama biar aku perkenalkan, namaku Miyura, kami di sini bertujuan untuk meminta tuan Souma untuk menutup toko obatnya, seperti yang kamu ketahui tokomu telah membawa kerugian yang besar untuk kami."


"Apa salahnya jika obat murah, bukannya jika kalian terus menjual mahal hanya akan membuat orang yang tidak mampu akan mati."


Black berusaha menenangkan sebelum tangannya ditepis olehnya.


"Souma kau terlalu berlebihan."


"Aku ingin mengatakan apa yang ingin kukatakan, jika ahli obat seperti kalian hanya dikendalikan dengan uang maka tidak akan ada yang berubah dengan negara ini."


Miyura menutup setengah wajahnya dengan kipas untuk menyembunyikan senyuman di wajahnya, sementara orang yang turut menghadiri acara ini tampak menunjukan kemarahan.


"Apa kau tahu uang sangat dibutuhkan untuk kami, meski kau tidak mau kami akan memaksa tokomu untuk tutup bahkan jika harus menggunakan kekerasan."


Dari belakangnya beberapa orang muncul dengan senjata lengkap di tubuh mereka. Janet terlihat bersemangat lalu segera menempatkan tangannya di pedang Lugunica.


"Akhirnya waktunya seorang pendekar sepertiku beraksi."


"Jangan terlalu berlebihan loh."

__ADS_1


"Tentu saja."


"Serang dia."


Pertarungan pecah, setiap pedang musuh yang berbenturan dengan pedang Janet, itu hancur berserakan kemudian diterbangkan ke segala arah.


Seseorang sengaja menggunakan perisai untuk menahan tebasan Janet, seperti yang diduga perisai itu malah terpotong hingga penggunanya terpental menabrak dinding.


Kini semua orang mengalihkan pandangannya ke arah Miyura.


"Tolong lakukan sesuatu, Anda adalah pemimpin kami, jangan biarkan dia mempermalukan kita."


"Benar sekali."


Miyura bangun lalu menunjuk ke arah Souma setelah melipat kipasnya.


"Mari bertarung, jika dari kita kalah maka yang kalah harus menuruti yang menang, termasuk menutup toko serta berhenti berjualan di negara ini."


"Jika aku yang menang maka kalian akan berdagang sesuai dengan yang aku tentukan."


"Sepakat."


"Bukannya harusnya kau menantangku?" potong Janet.


"Kamu tidak akan bisa mengalahkanku jelas sekali kamu kuat karena dibantu pedang tersebut."

__ADS_1


"Souma?"


"Kurasa dia mengetahuinya."


"Aaah."


Bagi Miyura bukan hal sulit untuk menemukan hal demikian.


"Mari bertarung di tempat yang lebih luas."


Tempat yang mereka pilih adalah area yang kerap dijadikan sebagai tempat pertandingan masyarakat yaitu Colosseum.


Hanya Souma dan Miyura yang berdiri di tengah arena sementara semua orang duduk di bangku penonton menyaksikan.


Black berbisik ke arah Janet.


"Dia benar-benar nekat dan juga berani, dia menantang anggota Six Seven Heaven Fall secara langsung."


"Aku tidak ingin mengatakannya tapi sebelumnya Souma mampu membuat anggota mereka lari ketakutan."


"Apa? Dia bisa menang."


"Souma itu kuat tapi wanita itu ada yang aneh dengannya? Apa dia akan bertarung dengan adil."


"Kau menyadarinya juga, nona Miyura kuat tidak hanya dari bertarung ia juga ahli dalam berbagai racun. Terluka sedikit maka kau akan mati... semua orang menjulukinya sebagai ular berbisa."

__ADS_1


__ADS_2