Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 278 : Six Seven Heaven Fall


__ADS_3

"Rune."


Souma mengulurkan tangan ke arah dua iblis yang terbaring itu dan sebuah lingkaran sihir dengan pola rumit muncul.


"Aku baru pertama kali melihat lingkaran sihir seperti ini?"


Walau tidak bisa menggunakan sihir paling tidak siapapun pasti pernah melihat sihir.


Souma menjelaskan.


"Ini adalah lingkaran sihir yang bisa mengubah hukum sebab akibat, tergantung keinginan penggunanya apapun bisa terjadi, dalam kasus tertentu aku bisa mengubah sihir cahaya menjadi sihir kegelapan namun memiliki efek yang sama."


"Itu terdengar mustahil."


Jelas sekali bahwa itu mustahil, lagipula orang yang mengajarkan 'Rune' pada Souma adalah seorang dewi bernama Hestia.


"Singkatnya aku bisa merubah sihir apapun dengan mengubah pola lingkarannya, misal aku merubah api jadi air namun air itu malah bisa membakar seseorang, singkatnya seperti itu."


"Benar-benar mengubah hukum yah."


"Yang terpenting cara ini bisa menyelamatkan kalian berdua," kata Souma selagi mengalihkan pandangan ke arah dua iblis tersebut.


Cahaya muncul di tangan Souma, ketika cahaya itu mengenai lingkar sihir yang sebelumnya dia buat cahaya berubah menjadi gelap kemudian menerpa keduanya hingga secara perlahan kondisi mereka telah diperbarui layaknya orang sehat pada umumnya, tak perlu lama untuk menunggu keduanya bangun hingga keterkejutan muncul di wajah keduanya.

__ADS_1


"Aku sembuh."


"Aku juga."


"Ayah, ibu."


"Kozou."


Mereka bertiga saling berpelukan dan Souma hanya mengawasi mereka dengan senyuman hangat.


Kedua orang tuanya menundukkan kepalanya demi mengucapkan terima kasih.


"Tidak baik untuk tinggal di tempat seperti ini, kalian bisa tinggal di toko sementara waktu sampai kalian bisa membeli rumah sendiri."


"Apa? Apakah Anda ini seorang dewa?"


"Ma-manusia? Anda pasti bercanda."


Kedua orang tua itu melirik ke arah anaknya, dan ketika anaknya mengangguk mereka lebih terkejut.


"Lupakan soal itu, bisakah aku tahu siapa saja yang berpengaruh di kekaisaran ini?"


Kozou menjawab.

__ADS_1


"Selain bangsawan dan kaisar sendiri, orang-orang yang berpengaruh adalah Six Seven Heaven Fall sebuah organisasi yang dibuat oleh mereka untuk melindungi kekaisaran


"Apa maksudmu jumlah mereka ada 67 orang."


"Jumlahnya hanya 6 orang, saat pemilihan memang mereka ada 67 tapi dengan seleksi ketat hanya 6 orang yang berhasil, mereka selalu mengenakan hakama hitam dengan haori berwarna merah bermotif bunga lily putih, mereka dikatakan ahli dalam ilmu pedang, singkatnya orang-orang terbaik di kekaisaran ini."


Souma jelas sedikit penasaran dengan mereka, apa permainan pedangnya melebihi mereka atau sebaliknya.


Dia pikir lambat laun ia akan bertemu dengan mereka, pada dasarnya rencana Souma adalah menentang sistem yang ada di negara ini dan membuat semua orang mempunyai hak dalam pengobatan ataupun mempelajarinya.


Sebelum rencananya dimulai, malam harinya bersama Janet mereka telah menyelinap keluar kota, dengan menyusuri pinggiran sungai mereka bisa menemukan sebuah pabrik besar dengan setiap cerobong mengeluarkan asap ke udara.


Jelas sekali bahwa semua yang ada di dalam itu digerakkan oleh uap panas hasil dari pembakaran batu bara.


"Jadi ini yang disebut industri," ucap Janet. Dia bersama Lugunica telah sedikit diberitahu tentang hal itu.


"Tempat yang dipenuhi polusi, bagaimana orang bisa berada di dalamnya," tambah Lugunica yang dijawab Souma acuh tak acuh.


"Itu karena semua orang butuh uang, dari yang kudengar mereka rela untuk bekerja Shift pagi dan malam."


"Ya ampun, seperti tempat perbudakan saja, dengan demikian hanya orang-orang di atas yang memiliki jabatan saja yang mampu memperkaya dirinya dan dapat cuti lebih banyak."


"Itu hanya sisi gelap dari perusahaan saja jadi tak usah dipikirkan."

__ADS_1


Karena pabrik yang begitu besar hampir menyerupai kota itu sendiri, maka dari itu ini bukanlah pekerjaan yang bisa selesai dengan mudah.


Mereka berhenti di depan pipa-pipa pembuangan, ada sekitar tujuh buah dan masing-masing mengeluarkan cairan berbau pekat dengan warna berbeda. Jika tidak merusak lingkungan mungkin bisa dibilang sebagai pelangi air.


__ADS_2