
Hutan demon memiliki pemandangan buruk yang membuatnya sangatlah mengerikan, itu memiliki dua kali lipat jauh berbeda dari The Lost Sanctuary di masa lalu.
Ketika Pandora menggenggam tanah di tangannya semuanya terlihat seperti sebuah pasir yang sudah lama telah mati.
"Kurasa kita semakin dekat dengannya."
Dalam perjalanan banyak mayat-mayat yang terlah berubah menjadi tengkorak, beberapa terlihat hendak menarik pedang mereka sebelum tahu apa yang terjadi mereka telah mati.
Beberapa monster, hewan apapun yang hidup terenggut begitu saja, seharusnya ini menjadi sesuatu yang mudah bagaimana pengaruh kematian tidak berlaku pada Souma ataupun orang yang ikut bersamanya namun semua itu hanya keinginan saja.
Faktanya adalah Altina telah menjadi sesuatu yang mengerikan, tubuhnya menyebarkan asap hitam ke udara sementara ekpresinya seperti sebuah boneka.
"Gawat... sekarang dia benar-benar."
Sebelum Pandora menyelesaikan perkataannya wajahnya telah dicengkeram Altina kemudian dihantamkan ke tanah hingga ledakan menyembur ke udara.
Pandora berdiri dengan dua kaki di atas sedangkan kepalanya di tanah.
"Dia mati, ini baru pertujukan," kata Sina meledek.
Sementara Marinna telah menerjang maju.
"Kakak aku datang untuk menyelamatkanmu."
Srak.
Kepalanya terpenggal ke udara dan bergulir ke tanah.
"Fiuh, dia juga mati haha senang sudah mengenal kalian berdua, sekarang jatah makananku lebih banyak."
Souma tidak ingin berkomentar apapun untuk itu, kematian bagi para penyihir seperti lelucon.
"Cepat lari kalian berdua, aku tidak bisa mengendalikan tubuh ini, setiap aku melihat mahluk hidup aku ingin mereka semua mati."
__ADS_1
"Bagaimana sekarang Souma?"
"Tidak masalah, kita datang untuk menyelamatkannya, kita akan bertarung dengannya."
"Memang nekat."
Altina telah terbang di antara wajah keduanya, satu tendangan mengenai Souma dan pukulan lain memukul Sina hingga keduanya menabrak pepohonan.
"Barusan aku berniat menahannya tapi tubuhku terhenti."
"Yap, beginilah kekuatan Altina sesungguhnya, dia bisa menahan siapapun yang akan menyerangnya maupun berusaha menahan kekuatannya. Satu hal yang bisa dilakukan adalah bertarung tanpa berfikir layaknya monster."
Altina melompat menghindari setiap pukulan Sina sebelum membalas dengan sebuah tendangan mengenai perutnya.
Souma menembakan sihir api dan itu lenyap setelah mengenai bayangan yang melindungi tubuhnya.
"Serangan seperti itu tidak akan bisa melukainya, lebih serius lagi."
"Sihirku hanya bisa membuat seseorang jadi batu saat terpikat dengan kecantikanku, apa menurutmu Altina bisa dikalahkan saat otaknya tidak berjalan semestinya."
"Itu memang benar."
Hanya dengan tangan kosong Altina mengimbangi pergerakan dari pedang Souma. Dia berlari ke samping dan Altina juga mengikuti hingga ledakan terjadi di beberapa titik pertarungan.
"Yang barusan benar-benar sakit."
"Kau hidup lagi Pandora," kata Sina yang menyadari bahwa Pandora muncul dari belakangnya.
"Aku tidak mungkin mati dengan cara seperti itu."
"Lalu bagaimana dengan Marinna?"
"Sebelum aku datang kemari aku sudah menyiapkan tubuh sementaranya, ini dia."
__ADS_1
Altina menunjukan seekor tikus putih mengenakan rok.
"Bukannya dia imut."
Si tikus terlihat kesal sebelum memberikannya pada Sina.
"Aku tadinya ingin mencoba menyadarkan kakakku, tapi malah berakhir seperti ini."
"Dia imut Pandora."
"Sudah kubilang kan."
"Kalau ngomong dengerin."
"Kalau begitu aku akan membantu Souma sekarang."
Pandora berlari ke depan dengan ratusan Pandora lainnya yang mengikutinya. Melihat itu, Souma mundur ke belakang sementara Pandora menangkap Altina dari segala arah sembari meledakan dirinya.
Itu merupakan cara bar-bar yang sedikit kejam.
"Kuharap kau sudah bersiap."
"Tentu, aku harus mengambil kekuatannya sekaligus memisahkan kutukannya di satu waktu."
"Senang bahwa kau bisa mengerti dengan cepat," balas Pandora tersenyum kecil.
Ketika ledakan itu terjadi secara bertubi-tubi, Souma berlari maju. Dia menusukan pedangnya di perut Altina lalu menyeretnya mundur menusuk ke batang pohon.
Altina berusaha menarik pedangnya namun Souma telah menangkap wajahnya.
Buku Grimore tercipta bersama dengan sosok yang keluar dari tubuh Altina, itu merupakan sebuah bayangan mengenakan jubah hitam dengan dua tangan memegang sabit.
Sosok tersebut hendak menyerang Souma namun dia lebih cepat menembakan sihir suci untuk menghancurkannya menjadi debu seutuhnya.
__ADS_1