
Souma memasang wajah bermasalah saat mengetahui bahwa pertandingan yang dia ingin sembunyikan malah ditonton semua orang dan malah menjadikannya sebagai sebuah festival meriah.
Orang-orang dari guild tampak berlalu lalang bersama para warga, pedagang asongan dan juga kios-kios telah dibangun dalam sekejap.
"Apa-apaan ini coba?" katanya pucat, dia bisa merasakan udara dingin menjalar ke punggungnya.
Awalnya Souma ingin mengalah dengan membiarkan Law menang, selain bisa mengurangi jumlah orang di toko dia juga bisa sedikit lebih bersantai namun sekarang hal itu tidak bisa dia lakukan lagi.
Seorang wanita berjalan padanya, penampilannya cantik hingga seluruh gerakan darinya tidak kalah dari seorang model kelas atas namun, di sisi lain dia juga memiliki hal untuk ditakutkan.
Dia adalah Astrea, elf berambut perak dengan dada besar, rok ketat yang digabung dengan gaterbelt serta mengenakan sepatu berhak tinggi.
Souma bisa membayangkan jika dia diinjak sepatu itu rasa sakitnya akan berbekas sangat lama. Dia meletakkan satu tangannya di bahu Souma.
"Jika kau kalah, akan kubunuh kau."
"Kenapa coba?"
"Desa ini hanya desa kecil yang terpencil jika ada kabar bahwa komandan dikalahkan oleh seseorang di sini maka tidak perlu menunggu waktu lama sampai desa ini menjadi terkenal dan menjadi buah bibir di kerajaan, guild juga akan terangkat dengan menghasilkan petualang hebat dan akhirnya aku akan mendapatkan kenaikan uang gaji dari guild pusat."
"Niat busukmu terdengar jelas."
__ADS_1
"Haha kau akan membantu kakak perempuanmu kan.. aku adalah satu-satunya keluargamu meskipun kita tidak sedarah, benar kan."
"Aku mengerti, jangan ganggu aku lagi."
Astrea tersenyum kecil lalu berjalan pergi selagi melambaikan tangannya. Kini yang datang mendekati Souma adalah pelayan di kediaman pak tua Jean.
"Aku datang ke sini untuk menyemangati Souma, tolong lakukan yang terbaik."
"Kenapa kau jadi baik?"
"Tuan Jean bilang suatu hari jika dia meninggal akan mewariskan semua asetnya pada Souma jadi sekarang aku sedang mencari muka."
"Kenapa? Padahal di rumah itu banyak pelayan, tuan Souma bisa bersenang-senang setiap harinya."
"Aku tidak tertarik dengan hal seperti itu."
Setelah menunggu cukup lama sosok Law telah datang, dia mengenakan pakaian kesatria dengan mantel gagah yang berhiaskan permata indah, salah satu penduduk desa memberikannya pedang kayu dan yang lain mengangkat jubah di punggungnya.
Suaranya terpotong orang berjualan.
"Yang haus, haus, cepat dapatkan minuman segar di sini."
__ADS_1
"Sayang anak, sayang anak, sayang anak."
"Telur puyuh 100 Jewel siapa yang mau?"
Kemunculannya benar-benar hancur dalam sekejap mata. Para karyawan Souma juga sudah datang dengan popcorn di tangan mereka.
"Ini pasti akan menyenangkan, kita bisa melihat Souma bertarung lagi."
"Yang dikatakan Anna benar, aku tidak sabar untuk melihatnya."
Mereka semua menjadikan pertarungan Souma sebagai hal jarang yang pantas ditonton semua orang. Sang pelayan memberikan pedang kayu pada Souma sebelum dia arahkan ujungnya pada Law.
Law pun melakukan hal sama selagi memperkenalkan dirinya.
"Namaku Lawyer van Hoster, atas namaku aku akan menghukum orang yang bertindak tidak sopan pada putri Celestrial."
"Ah ya," jawab Souma pendek.
Hal seperti ini pasti sangat merepotkan, dia tidak bisa kalah ataupun menang.
Jika dia menang telak mereka pasti akan menggantikan Law dengan dirinya sebagai komandan kesatria dan apabila dia kalah seorang sudah siap menghajarnya di belakang layar, untuk alasan yang tidak bisa dia ungkapkan dia tidak akan bisa melawan Astrea.
__ADS_1