Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 187 : Raja Iblis Naga


__ADS_3

Awalnya Lilith ingin menyelesaikan pekerjaan dengan cepat, sayangnya beberapa orang jelas tidak membuatnya berakhir demikian.


Di depannya lima orang berdiri untuk menantangnya, mereka berasal dari kekaisaran yang terdiri dari satu job mage, dua sword master dan juga satu vanguard dan Priest.


Lilith berasal dari dunia seperti itu maka dia sudah terlatih dengan hal seperti ini, dia mengirim tinjunya untuk mengincar Priest namun menggunakan perisainya vanguard memblokir serangannya dan di saat yang sama dua sword master mengincarnya dari samping setelah menerima buff dari pendeta.


Mundur adalah pilihan baik tapi Lilith tidak ingin melakukannya dan menahan serangan tersebut melalui sihirnya.


"Apa?" x2


"Kalian hampir setara dengan party pahlawan namun sayangnya itu belum cukup."


"Kami memang pahlawan."


Sedikit kekuatan mendorong semua orang menjauh, job mage telah bersiap merapalkan sihir dan menyerang.


"Terbakarlah, menarilah api neraka Abyss."


Api diluncurkan bagaikan sebuah gelombang.


"Keras kepala."


Lilith hanya menahannya satu tangan dan api itu mendorongnya beberapa sentimeter ke belakang namun hanya sebatas itu tanpa memberikan damage sedikipun.


"Mustahil."


"Jangan berhenti menyerang, dia pasti memiliki kelemahan."


"Baik."


Dua sword master mengayunkan pedangnya dari atas ke bawah dengan santai Lilith menangkap dengan dua jari lalu menghancurkan bilah tersebut sampai berserakan sebelum meninju keduanya hingga terhempas jauh ke udara.


"Gaaaak."

__ADS_1


Setelah mereka dipukul menjauh vanguard yang sejak tadi melindungi pendeta bergegas maju, dia memegangi perisainya selagi berkata.


"Shooting Star."


"Skill yang aneh."


Tanpa ampun Lilith menendang perisai tersebut hingga hancur menembus penggunaannya dengan hentakan keras membuatnya mengalami hal sama dengan job sword master.


Priest dan Mage sudah siap dengan tongkat mereka sayangnya Lilith sudah berada di belakang mereka selagi merangkul keduanya.


"Sepertinya aku terlalu memandang tinggi kalian, kalian benar-benar lemah."


"Kyaa."


Keduanya dipukul menjauh.


Lilith berdiri dengan senyuman di wajahnya, tubuhnya yang mengenakan pakaian pelayan tampak berkibar tertiup angin selagi memandang mereka rendah.


"Jangan bercanda, kami dipanggil ke dunia ini untuk menjadi pahlawan tidak akan makhluk sepertimu mempermalukan kami."


"Kalian yang jahat, kalian berusaha mengambil alih kekaisaran setelah meruntuhkan empat kerajaan bukan, aku tidak akan membiarkannya."


"Kalian tidak tahu apapun."


Lilith masih belum memutuskan apa yang harus dilakukannya, apa mereka harus dibunuh atau tidak.


Jelas-jelas mereka bergerak atas nama keadilan sayangnya hal itu menyimpang dari jalan yang dipilihnya.


Kelimanya bangkit kemudian mengeluarkan pil dari balik baju mereka.


"Kalau jadi aku, aku tidak akan memakannya.. pil itu berbahaya."


"Aku tidak akan menuruti ucapanmu."

__ADS_1


Kecuali mage dan priest sisanya memakannya tanpa pikir panjang.


"Apa yang kau lakukan Ayaka dan kau juga Himawari, cepat makan pilmu jika kita ingin mengalahkannya."


"Tidak, rasanya dia tidak berbohong."


"Kalian terlalu percaya pada musuh, dia hanya takut dengan kita."


Mereka telah dibutakan jika Lilith berniat membunuh mereka sejak awal dia akan melakukannya.


Mage dan priest memilih untuk tidak melakukan apapun sementara tiga yang lainnya kini diselimuti kekuatan maha dahsyat yang mana mengubah mereka menjadi besar serta menyerupai menjadi monster dengan mata berwarna merah.


Mereka lebih ke arah menjadi vampir.


"Kalian bertiga."


"Bagus, ini adalah kekuatan yang hebat."


"Kau yakin kalian mengatakan itu, kalian sekarang lebih mirip iblis," potong Lilith.


"Berisik."


Ketiganya melesat ke arah Lilith, gerakan mereka lebih cepat dari seharusnya namun dengan kemampuan Lilith itu tidak jadi hal merepotkan, dia ingin mengalahkan mereka dengan cepat namun paling tidak ia ingin menunjukkan sesuatu pada dua gadis yang hanya menatap dengan terkejut seolah tidak percaya.


"Kenapa, kau tidak mampu mengalahkan kami?"


"Tanpa harus melakukan apapun setelah kalian memakan pilnya, kalian akan mati."


Seiring waktu kekuatan mereka mulai melemah, saat mereka memaksakan dirinya lebih kuat tubuh mereka meledak menjadi serpihan daging segar yang dibasahi hujan darah.


Kamisaka Ayaka dan Himawari Hondo terduduk lemas.


"A-apa yang terjadi sebenarnya?"

__ADS_1


"Kalian telah dibohongi oleh kekaisaran, aku akan menanyakan pada tuanku dan melihat apa yang sebaiknya aku lakukan pada kalian berdua."


__ADS_2