
Di meja makan Souma menepis tangan Undine yang terjulur pada makanannya.
"Jangan menyentuh makananku, kau punya milikmu sendiri."
"Dasar pelit."
Semenjak mereka mengalahkan pilar keempat Noir, Undine malah memutuskan untuk tinggal bersama mereka di toko ini.
Anna menyela dengan ekpresi lembut.
"Undine tidak baik untuk mencuri makanan orang lain."
"Kalau begitu punya Anna saja."
"Jika dipikirkan lagi Souma berikan semuanya pada Undine."
"Oi."
Untuk Risela dia hanya fokus mendengarkan selagi memakan makanannya.
"Kalau kalian berdebat lobster ini akan dingin dan rasanya akan berkurang loh."
Ketiganya akhirnya menyadari sesuatu hal penting itu, karena makanan laut sangat jarang ditemukan di desa terpencil ini maka harganya sangat mahal dan pembeliannya juga dibatasi, setiap orang hanya mendapatkan satu ekor makanan laut selama satu bulan sekali tergantung pedagangnya.
Sungguh tinggal di desa kecil tidak selalu menguntungkan.
__ADS_1
"Hey Souma kudengar ada tanaman herbal di dalam dungeon kau tidak ingin mengambilnya? Banyak petualang yang membahas hal itu juga di guild," ucap Undine yang mendapatkan senyuman sinis Souma.
"Kenapa aku harus repot-repot ke tempat berbahaya seperti itu.. aku bisa membuat ramuan apapun terlebih dengan uang yang aku dapatkan setelah menyelamatkan kultus Harmonia aku tidak perlu bekerja lagi beberapa minggu ke depan."
"Itu bukan perkataan tukang obat... terlebih saat itu kau hanya membatu sedikit, harusnya malulah mengatakan itu pada kami."
Souma hanya menaikkan bahunya sebagai jawaban, sementara Risela dan Anna juga menatapnya penuh bermasalah.
"Aku ingin sekali menyeret Souma ke dalam masalah serius, saat di istana dia juga sama sekali tidak mencerminkan seorang pahlawan.. dia suka bermain-main, pura-pura lemah dan juga mengintip tuan putri mandi jika ada kesempatan, sungguh aku tidak tahu harus melakukan apa padanya?"
"Yang terakhir itu aku sama sekali tidak pernah melakukannya, jangan memfitnahku... beberapa tetangga juga mulai menjauhiku tanpa sebab belakangan ini."
"Ah soal itu.. aku bilang pada mereka bahwa aku hanya mainan Souma."
"Ma, ma, tidak baik bertengkar saat makan.. aku dan Risela akan tetap membuka toko sementara Undine bisa ke guild seperti biasanya."
"Hari ini aku akan pergi ke dungeon untuk mengambil tanaman herbalnya," potongnya demikian."
"Sementara Souma, bisa bermalas-malasan sepanjang hari.. apa seperti ini boleh."
"Aku setuju," Souma yang menyetujuinya lebih dulu.
Bagaimanapun dia adalah pemilik toko sudah sewajarnya menyerahkan semuanya pada karyawan.
Dia berdiri dari kursi selagi meregangkan tangannya.
__ADS_1
"Aku ingin tidur lagi, bangunkan lagi saat makan malam... dadah."
Undine menatap sinis.
"Aku curiga di kamarnya pasti banyak majalah dewasa."
"Di usia Souma memang sudah wajah menyukai hal itu," balas Anna memegangi pipinya.
"Jika begitu kita akan terancam dinodai, betapa menakjubkannya itu."
"Aku bisa mendengar itu, apa kalian mau aku ledakan."
"Akhirnya Souma akan menempuh jalan ledakan bersamaku, kita bisa saling berpegangan tangan selagi melompati pagar."
"Ogah."
Pada akhirnya Souma hanya tidur seperti kura-kura di kamarnya, sementara Anna dan Risela telah membuka tokonya kembali.
Kebanyakan orang yang datang hanya membeli obat penambah energi yang bahkan Anna dan Risela pun mampu membuatnya.
Madam tampak melirik ke sekitar.
"Souma tidak ada hari ini?"
Anna dan Risela hanya menunjuk ke kamar atas selagi menghela nafas panjang.
__ADS_1