Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 242 : Secret From The Goddess


__ADS_3

Pandora dari dunia lain melompat di antara atap rumah dengan sebuah pedang di tangannya, tujuannya adalah menghancurkan gerbang raksasa yang telah berada di depannya sayangnya itu tetap bukan perkejaan yang mudah.


Dari kumpulan para pengikut gereja kini beralih menjadi serangan pembantaian dari tengkorak-tengkorak naga, jika menghitungnya jelas mereka sudah ada sekitar 100 naga lebih dan jumlahnya terus bertambah.


"Benar-benar terlihat seperti festival naga kan, Heart."


"Ini bukan festival jika menakutkan seperti ini, festival itu sangat menyenangkan ketika kita pergi bersama pasangan dan berciuman di bawah pohon."


"Kau ingin melakukan hal seperti itu, kamu terlalu banyak membaca novel Heart."


"Aku suka novel-novel seperti itu apalagi scene 18."


"Tidak mungkin, tanpa kusadari Heart sudah tumbuh dewasa."


"Bukannya kita berada di satu tubuh."


Seekor naga muncul di depan Pandora yang dengan sigap melebarkan mulutnya, Pandora menebasnya dengan mudah sebelum hancur berserakan.


Dua di antaranya lagi mulai bergerak dan dia mengubah pedangnya menjadi senapan dan menembaki mereka dengan mudah, dia berhasil tapi itu juga menarik banyak naga yang berlari padanya.


"Jadi begitu, naga-naga ini bereaksi pada mana, mari hancurkan semuanya."


"Aku yang menggunakan tubuh sekarang Pandora hanya menonton dan jangan melakukan apapun."


"Kita berpencar, aku juga ingin bertarung."


"Apa boleh buat, batasnya hanya 10 menit kan."


"Aah."


Pandora atau Heart melompat sedikit mundur, kedua matanya yang berubah jam tampak bersinar.

__ADS_1


"Secret From The Goddess."


Dengan perkataan itu tubuh Pandora atau Heart kini terbagi dua. Penampilan mereka tetap sama seperti sebelumnya hanya tatapannya saja yang berbeda.


Pandora memiliki mata tajam sementara Heart memiliki mata penuh kasih sayang, dia bahkan melompat-lompat seperti seorang idol.


"Yeay, aku akan beraksi sekarang."


Pandora mengabaikannya lalu melanjutkan.


"Lugen."


Jam raksasa di atas kota bergerak satu jam dan dari sana sebuah cahaya ditembakan hingga menghancurkan kumpulan naga yang telah mengepung mereka.


"Aku akan mengurus gerbangnya, kau urus orang di sana."


"Dia seperti bukan manusia, dia mayat hidup kan."


"Lakukan dengan waktu 10 menit."


Terkadang Pandora sedikit risih dengan perkataan aneh Heart, tapi ia entah kenapa bisa mengabaikannya dengan baik.


Sementara dia melompat ke depan, Heart turun ke bawah dan menemukan seorang wanita dengan pakaian militer merah muda. Dia memiliki rambut apro dengan warna kulit hitam.


"Hoh, lawanku sudah muncul sekarang."


"Apa boleh kita kenalan dulu, namaku Heart...namamu?"


"Steorika."


"Sepertinya kau bukan manusia."

__ADS_1


"Sebelumnya aku sudah mati karena itulah kini aku hanya mayat hidup."


"Sepertinya kau tidak keberatan."


"Tentu saja, jika aku bisa terus bertarung hal itu sudah cukup."


Steorika melesat maju, dia tidak menggunakan senjata apapun kecuali hanya tangan kosong yang diperkuat dengan sihir.


"Oopps," Heart menghindarinya namun bangunan di belakangnya hancur berserakan.


"Jika kekuatan seperti ini digunakan untuk kebaikan pasti akan banyak orang baik yang terselamatkan."


"Kau terdengar seperti orang yang naif."


"Kurasa memang begitu."


Heart melewati setiap pukulan bahkan tendangan yang benar-benar tidak mungkin bisa dihindari siapapun.


Semakin dia mengelak maka semakin geram musuhnya.


Dia menahan dengan punggung pedang, kemudian menendang wajah Steorika hingga terlempar ke udara


"Bagaimana bisa, aku kalah cepat."


"Kamu bertarung dengan baik sayangnya, perlu kekuatan lebih dari itu untuk mengalahkanku."


"Aku masih belum menggunakan seluruh kemampuanku.. Magic Creator..."


"Terlalu lambat."


Kepala Steorika lebih dulu terpenggal sementara Heart sudah lebih dulu berada di belakangnya, dia mengalihkan pandangan ke arah gerbang di depannya.

__ADS_1


Di sana Pandora benar-benar mengamuk, ia menciptakan lingkaran sihir raksasa dan saat dia membidik peluru yang dilesatkannya meledakan gerbang tanpa kesulitan menciptakan kawah raksasa.


"Pandora sama sekali tak bisa menahan diri," katanya dengan embusan nafas panjang.


__ADS_2