
Risela dan Stella hanya bisa diam di atas bangunan saat melihat di atas mereka sebuah bola raksasa merah siap ditembakkan ke arah seluruh kota.
Tidak ada jalan untuk menghalau atau menghindarinya namun hanya satu hal yang bisa mereka harapkan yaitu kekuatan dari Souma.
Souma yang membentuk dibelakangnya seorang raksasa samurai, bersiap menebas bola yang dijatuhkan, bola itu memiliki diameter 50 meter dan tingkat panas yang melebihi sesuatu yang berada di inti dari gunung merapi.
Keempat pedang samurai itu ditebaskan membentuk garis menyilang yang terlihat seperti tanda XX. Bahkan jika itu ditebas tetap saja potongan bola itu akan jatuh dan saat menghantam permukaan tanah itu akan melenyapkan seluruh kehidupan hingga tak tersisa lagi kecuali kawah raksasa yang nantinya bisa disebut sebagai danau.
Yang jelas, ini adalah serangan yang merubah bentuk peta dari suatu wilayah tertentu.
Asteroth tahu itu jadi dia tidak bisa menyembunyikan senyuman dari wajahnya, namun ia tidak tahu siapa yang dilawan olehnya.
Souma adalah seorang yang mendekati kekuatan sang dewi yang mengawasi 100 ribu dunia, bahkan jika harus dikatakan dia berada di atas dewi lainnya. Di dunia ini ada dua dewi yang mengelolanya, sangat diragukan bahwa keduanya bisa mengalahkan Souma.
Seperti itulah kekuatannya.
Dari tebasan Souma, menciptakan sebuah robekan semacam garis dimensi, garis itu terbuka lebar menciptakan sebuah distorsi yang melahap seluruh bola ke sebuah ruang gelap gulita.
__ADS_1
Bagi Asteroth itu bukanlah hal yang masuk akal.
"Bagaimana bisa, apa sebenarnya yang kau lakukan?"
"Aku hanya memindahkan serangan itu ke tempat berbeda."
"Kau pasti bercanda."
Souma menunjuk ke arah langit dan di sana ada semacam getaran yang cukup bisa dirasakannya, di mana satu buah bintang telah hancur berserakan.
Tentu hanya Souma yang mengetahuinya sementara Asteroth jelas kebingungan, serangan sebelumnya telah dipatahkan namun tidak berarti dia harus mundur. Dia memiliki Red Crimson dan juga kekuatannya sendiri.
Souma menjentikkan jarinya dan seketika sihir pengendali naga yang membuat Red Crimson dihilangkan, dengan tangannya dia mencengkeram Asteroth Alman lalu melemparkannya jatuh ke bawah membuat ledakan tanah di sana.
"Apa?"
Duar.
__ADS_1
"Kau sudah sadar?"
"Aku tidak tahu siapa kau, tapi terima kasih sudah menghilangkan kendalinya?"
"Namaku Souma, untuk yang terjadi di sini serahkan saja pada kami.. bisakah kau menarik seluruh naga ke tempat lain."
"Aku mengerti, sekali lagi aku meminta maaf, lain kali aku akan mengucapkan terima kasih dengan layak."
Souma memilih mengabaikan perkataan tersebut.
Red Crimson meraung dan itu membuat naga lain diam dan mengikutinya terbang menjauh, samurai di belakang Souma menghilang bagaikan embun di pagi hari.
Dia menggaruk kepalanya kasar.
"Dengan kekuatanku yang sekarang Nobunaga dan Hideyoshi tidak akan bisa mengalahkanku, ah benar juga... Era samurai sudah berakhir karena Restorasi Meiji, dengan kata lain aku mungkin samurai yang masih hidup dari zaman Edo, kudengar dari dewi ibukota juga diganti menjadi Tokyo."
Sementara Souma mengatakan sesuatu yang hanya dimengertinya, Asteroth bangkit dari puing-puing reruntuhan. Ada darah yang mengalir deras dari wajahnya serta tatapan membunuh yang dia kirimkan pada Souma yang mendarat di depannya.
__ADS_1
"Aku belum pernah dengar seseorang bisa membatalkan sihir pengendali naga, apa kau memiliki hubungan dengan penyihir itu."
"Mana mungkin, dia itu orang gila yang berusaha menghancurkan dunia demi sebuah hiburan, anggap saja hal barusan yang pernah aku pelajari di masa lalu," balas Souma datar.