
Souma menguap selagi memikirkan masa lalunya, ia menoleh ke arah Erina dan Celestrial yang duduk di satu meja selagi bermain ular tangga.
Celestrial mengambil dadu lalu melemparkannya ke udara.
"Lima, aku bergerak dengan cukup baik."
"Giliranku."
Sekarang Celestrial yang melakukannya dan ia mendapatkan angka enam dimana ia diberi kesempatan untuk melempar dadu lagi.
Akibat pemanggilan pahlawan berbagai budaya telah bercampur di dunia ini jadi tidak aneh jika seseorang menemukan benda-benda aneh setiap tahunnya.
Suara bel di pintu berdenting dan yang masuk adalah Risela, Anna dan juga Undine yang masing-masing membawa keranjang yang berisi berbagai tanaman herbal.
"Terima kasih atas kerja kerasnya," ucap Souma dan mereka bertiga jelas tampak kelelahan.
"Apa yang terjadi dengan kalian?"
"Ada pria mencurigakan yang bertanya pada kami dan kami segera melarikan diri," balas Undine.
"Pria mencurigakan, maksudmu yang di belakangmu."
"Aaah."
Mereka bertiga segera bersembunyi di belakang Souma, bukannya mereka ini wanita kuat hanya satu pria mana mungkin bisa membuat mereka takut. Saat Souma menyadarinya pria di depannya memang cukup menakutkan dia mengenakan kacamata hitam serta mantel panjang yang menyembunyikan keseluruhan tubuhnya.
Celestrial berkata.
__ADS_1
"Tuan Lawyer kenapa ada di sini?"
"Putri Celestrial, aku sedang mencari anda tapi mereka bertiga malah lari tiba-tiba."
Souma mendesah pelan tidak hanya karyawan tokonya Erina juga bersembunyi di dekatnya.
"Kukira dia Jack the River, pria yang suka menculik wanita lalu melakukan hal biadab pada mereka dan ditinggalkan setelah kehilangan kehormatannya, wanita itu tidak akan bisa menikah.. betapa buruknya."
Risela mengatakannya dengan berlebihan.
"Kalian terlalu banyak menonton Opera," kata Souma datar.
Penampilannya memang terlihat mirip di mata keempatnya tapi bagi Souma dia lebih seperti pria menyedihkan yang sekarang berlutut di depan orang yang dilayaninya.
"Aku merasa akan berbahaya jika tuan putri terus berada di kediaman pria busuk ini, jadi aku datang untuk menjemput anda."
"Eh, tapi aku senang berada di sini lagipula Souma bukan pria seperti itu, dia melihatku telanjang beberapa kali tapi dia mengabaikannya."
Law yang kesal menarik kerah baju Souma.
"Aku sudah mendengar banyak reputasi buruk tentangmu, tak kusangka kau berani mengintip tuan putri."
"Tenangkan dirimu Law, itu hanya kecelakaan."
"Kecelakaan apa kau bilang?"
"Ngomong-ngomong kenapa kau berpenampilan seperti ini."
__ADS_1
"Belakangan ini tiba-tiba saja semua orang ingin berjabat tangan denganku dan langsung mengerumuniku tanpa sebab karena itulah aku harus menyamar sekarang."
Memangnya dia idol apa? Yah aku mengerti kenapa semua orang mulai mengagumi orang bodoh ini, kata Souma dalam hati.
"Pokoknya aku akan membawa tuan putri, ia akan lebih aman jika aku berada di dekatnya."
"Nah, tuan putri bagaimana menurutmu? Apa kau akan menerima perkataannya saja."
"Tentu saja tidak, aku ingin tetap tinggal di sini jika harus pergi aku akan pergi bersama Souma ke istana."
"Jangan bilang tuan putri jatuh cinta pada pria pemalas ini."
"Um."
"Tuan putri pasti telah dicuci otak olehnya, kau pasti menggunakan sihir Mind Control, terkutuklah orang bodoh sepertimu."
"Jika kau yang mengatakannya itu melukai harga diriku," kata Souma hingga Risela memotong.
"Bagaimana jika kita tentukan dengan bertarung saja, jika Souma menang kau menyerah dan jika kau yang menang kau bisa mengambil tuan putri."
"Itu ide bagus."
"Itu ide buruk," Souma berkata di waktu bersamaan dengan Law.
Anna mengangkat tangannya.
"Yang bilang setuju angka tangan."
__ADS_1
Tanpa perlu ditanyakan lagi hasilnya sudah jelas, hanya Souma yang menolaknya jadi terpaksa dia harus melayani semua ini.
Dia berharap bisa mengembalikan kehidupannya yang penuh dengan bermalas-malasan, tidur sepuasnya dan bekerja seadanya merupakan motonya yang berharga.