
Souma berdiri dengan kedua tangan di masukan ke dalam saku celananya, rambutnya tertiup angin sedangkan katananya berada di pinggangnya tersarung dengan rapih.
Asteroth mengarahkan ujung pedangnya dengan tatapan merendahkan, ia sudah dilempar dari ketinggian kendati demikian tubuhnya masih terlihat baik-baik saja.
"Tarik pedangmu itu, aku ini seorang raja.. beraninya orang rendahan sepertimu menganggapku lemah."
"Bukannya begitu, kau menggunakan sihir pengendali naga bukannya itu sama saja dengan kau seorang pengecut."
"Sialan."
Asteroth berlari ke depan, Souma hanya menghindari tebasan lurusnya sebelum berputar untuk menendangnya dari samping, tubuh Asteroth terkirim dengan kecepatan sonic membentur bangunan membuatnya memuntahkan darah dari mulutnya sebelum bangkit kembali.
"Percuma saja, kau menggunakan sihir penguatan tubuh hal itu memang bisa menahan serangan naga tapi tidak berpengaruh denganku."
"Omong kosong."
"Bahkan kau tidak bisa melihat aku menebas," tepat saat Souma mengatakannya dua rumah di kiri kanan Asteroth telah terbelah dua lalu rubuh dengan gaya dramatis.
Asteroth hanya membeku di tempat, di saat yang sama dia sedikit mengingat bagaimana jenderal Kalion menjelaskan sosok Souma, dia dengan senang menertawai segala sesuatu yang dikatakan oleh Kalion dan sekarang dia sedikit menyesalinya.
Seharusnya dari awal dia tidak menyentuh kerajaan Diamond, itu juga berlaku untuk kerajaan lainnya.
Kalau saja dia melakukan semua ini dia dan keluarganya bisa hidup damai di kerajaan yang dia kelola.
__ADS_1
Putranya sedang berada di akademi sementara putri dan istrinya belum diketahui, dia hanya bisa menyesali semuanya.
"Aku tidak memiliki dendam terhadapmu tapi seperti yang kukatakan kau harus membayar semuanya."
Tepat saat Souma melangkah, jenderal Kalion memasang badan di depan raja bodoh yang telah menertawainya.
"Kalion."
"Maaf tuan Souma tapi aku tidak akan membiarkan Anda membunuh Tuan Asteroth, bisakah anda melepaskannya."
"Itu tidak bisa, semua tindakan harus dibayar dengan hal yang pantas, dia hendak membunuh banyak orang tak bersalah dan bahkan membunuh pasukannya sendiri, kematiannya sendiri adalah bayaran yang murah untuknya."
"Kalau begitu, aku akan menghadapi Anda."
Untuk menjawab semangat Kalion, Souma menarik pedangnya lalu melesat maju, Kalion memperkuat pijakannya untuk menebas Souma dari depan. Tepat bilahnya hendak mengenai kepala Souma dia menghilang.
"Tuan Souma memang luar biasa, Anda sangat terlatih dalam bertarung apa Anda memiliki pengalaman yang sangat banyak dalam hal ini."
"Lebih banyak dari yang bisa kau bayangkan."
"Terima kasih sudah mau bertarung denganku, bahkan jika aku mati aku masih berjuang di jalanku sebagai komandan kesatria."
"Dari awal kau memang berniat melindunginya."
__ADS_1
Ujung pedang Souma menukik ke depan tepat saat akan mengambil jantung Kalion, raja Asteroth bergerak maju untuk melindunginya hingga pedang Souma menusuknya.
"Tidak perlu mengorbankan dirimu untukku, aku memang berhak mendapatkannya."
"Yang mulia."
Souma menarik pedangnya lalu memasukannya kembali ke sarungnya setelah mengibaskan pedangnya ke samping.
"Ini permintaan egois dari raja bodoh sepertiku, tolong lindungi istri dan anakku dan pastikan mereka tidak bertarung dengan orang itu."
"Aku mengerti."
Souma hanya berbalik tanpa mengatakan apapun lagi, dia berjalan ke arah Law yang hanya berdiri di tempatnya.
"Aku akan kembali ke rumahku, sisanya kuserahkan padamu."
"Kau ahli sekali menyerahkan sesuatu pada orang lain."
"Ngomong-ngomong Stella memintaku untuk membujukmu ke kediamannya anggap saja itu bayaran untuk ini semua."
"Aku mengerti kirimkan saja orang untuk menjemputku nanti."
Souma menghilang tanpa suara.
__ADS_1
Risela tampak cemberut karena tidak diajak namun dia memutuskan untuk membantu di sini lebih lama lagi.