
Sekembalinya dari kota naga Souma hanya menghabiskan waktu bersantai, bahkan saat Anna mengepel lantai dia hanya berguling-guling ke setiap sudut rumah, Tako yang berada di sampingnya melakukan hal sama.
"Souma tolong bangun dari lantai kau menjadi contoh buruk untuk Tako."
"Biarkan aku sendiri hus hus," Souma membuat gerakan mengusir dengan kakinya dan mulai berguling lagi.
"Doubel spiral, ikuti aku Tako."
"Tako."
"Kini ada dua pemalas di toko ini, kuharap kalian selesai saat toko buka," kata Anna mendesah pelan.
Celestrial yang selesai mengelap botol-botol di rak dengan handuk berbicara dengan Anna yang duduk di kursi di sebelahnya.
"Jangan terlalu dipikirkan, Souma juga suatu hari akan berhenti bertingkah kekanak-kanakan."
"Aku benar-benar meragukannya, bahkan sampai sekarang dia tidak berniat menyentuh kita."
"Itu mungkin butuh proses," balas Celestrial tertawa kecil sambil melirik ke arah Souma dan melanjutkan.
"Kupikir Souma seolah mencoba untuk tidak memikirkan apapun yang berat di kepalanya, mungkin bagiku itu terlihat seperti pura-pura tapi aku yakin dia sebisa mungkin membuat dirinya tak terlihat begitu."
"Aku sama sekali tidak mengerti maksudmu."
"Mari lupakan saja yang barusan, aku perlu beberapa botol lagi di sini, apa di gudang masih ada?"
"Kurasa ada, biar aku saja yang mengambilnya, ngomong-ngomong aku belum melihat Risela dan Undine?"
__ADS_1
"Risela sedang menyiram tanaman di luar dan Undine kurasa ia sudah pergi ke guild."
"Hanya Souma yang bermalas-malasan berarti."
Ketika keduanya sibuk bekerja sebuah bel pintu berbunyi di mana yang masuk itu adalah madam, Souma berada di bawah kakinya seperti ulat jadi membuatnya terkejut.
"Apa ini modus pengintipan yang baru?" katanya selagi memegangi ujung gaunnya agar tidak terlihat.
"Jangan hiraukan aku, jika kau butuh sesuatu coba tanyakan pada Celestrial."
Souma berguling ke samping mengikuti Tako membuat wajah madam menjadi masam bahkan saat sudah berada di depan Celestrial.
"Apa-apaan itu?"
"Abaikan saja, jadi apa yang bisa aku bantu untuk madam?"
"Ini tiket VIP."
"Um.. aku akan menemui kalian lagi nanti di samping rumah, ajak Souma untuk mandi bersama."
"Aku pikir dia akan menolaknya"
"Sampai jumpa."
Madam keluar dari toko meninggalkan kedua karyawan perempuan yang bersemangat.
"Kita sering mandi bersama aku rasa akan jauh lebih menyenangkan jika tempatnya lebih luas."
__ADS_1
"Aku juga berfikiran sama.. ada beberapa kolam yang bagus untuk kulit, aku akan mencoba semuanya."
"Aku juga."
Celestrial bertanya ke arah Souma.
"Apa Souma tidak tertarik dengan pemandian air panas ini?"
"Tidak juga, hanya saja aku sudah tahu semuanya lagipula itu ideku."
Keduanya menghela nafas panjang.
"Kenapa dengan reaksi kalian berdua?"
"Bukan apa-apa, ada gosip bilang bahwa madam dihasut oleh pria iblis untuk membuat pemandian ini hingga pemilik bangunan sebelumnya diusir dengan uang jadi tak kusangka Souma pelakunya."
"Begitulah," tambah Anna.
"Mereka seenaknya saja mengatakan hal tidak-tidak, aku hanya ingin bisa mandi setiap hari di sana tanpa menunggu kalian selesai."
"Sudah kubilang kita bisa mandi bersama."
Souma jelas menunjukkan wajah bermasalah, ada empat gadis yang tinggal di sini sekarang jika Souma berada di tempat sama saat mereka telanjang entah apa yang terjadi selanjutnya.
Dia mungkin akan diperkosa, itulah yang dipikirkannya.
Sebagai ganti dari informasi pembuatan pemandian umum madam memberi Souma kamar mandi khusus untuknya secara pribadi yang bisa dikunjungi kapanpun dan itu menjadi satu-satunya tempat nyaman untuknya bersantai.
__ADS_1