
Dengan terjalinnya aliansi dengan ras Viking, Souma dan Janet telah kembali ke kota sebelumnya dan melihat bahwa antrian toko telah menjadi semakin ramai.
Kedua orang tua Kozou membawa selembaran kertas serta papan penanda untuk membantu semua orang mendapatkan obatnya sementara putri mereka tengah di sibukkan di dalam toko dan untuk Kozou sendiri dia masih bertugas meracik obat.
Walau Souma menyebutkan toko cabang, dia sesungguhnya tidak akan menerima keuntungan apapun. Ia hanya memasukannya sebagai hutang yang harus dibayar keluarga ini nantinya atas tokonya.
Soal ilmu alkemis yang diajarkan, dia dengan percuma memberinya.
Tepat saat Kozou melihat Souma dia melompat padanya selagi memegangi kakinya.
"Master aku sudah tidak kuat lagi, hari-hari ini banyak orang yang meminta dibuatkan obat dan sekarang tanganku kram."
Dia mengatakannya selagi berlinang air mata.
Jelas sekali bahwa ia telah melewati masa sulit seorang diri dalam membuat obat. Janet menghela nafas panjang.
"Sebaiknya Souma mencoba merekrut orang-orang lain lagi."
"Kurasa tidak masalah jika mengajari saudaramu juga."
"Owh, kedengarannya menarik."
Enam saudara Kozou semuanya adalah gadis, dengan mereka menjadi peracik obat maka kedua orang tuanya bertugas sebagai orang yang melayani pembeli, mereka bekerja dengan penuh semangat selagi menjelaskan kegunaan setiap obat.
Senang melihat mereka tidak perlu hidup di jalanan dan hanya ditekan rumah kardus saja.
Sementara Janet sedang menulis di buku jurnalnya bersama Lugunica. Souma telah mengajari keenam gadis tentang alkemis sedangkan Kozou harus tetap memproduksi obat untuk besok.
Dia mencoba mengingat setiap nama orang yang diajarinnya.
Pertama Alvina, Brisna, Cris, Dina, Elsa, Frena. Mereka gadis cantik dengan pesona serta kepribadian berbeda.
__ADS_1
"Pertama tumbuk bahan-bahan ini, beri air dingin tapi usahakan tidak terlalu banyak, ketika halus saring dan ambil air hangat untuk memerasnya lalu dimasukan ke dalam botol."
"Itu terdengar sederhana, jadi ini disebut bunga Lily biru."
"Bunga ini baik untuk kesehatan, setelah ini aku juga akan mengajari kalian membuat pil dan juga salep bagi pemula."
"Mohon bimbingannya."
Setelah toko tutup mereka akan makan malam bersama kemudian disusul dengan pembelajaran selanjutnya.
Siang hari mereka diminta membuat obat dan malam hari sebelum tidur mereka harus menghafal banyak tanaman obat.
Tak hanya dari tumbuhan mereka juga bisa membuat dari serangga dan hewan aneh lainnya.
Para gadis menjerit dengan makhluk berlendir sedangkan Kozou tampak menikmatinya selagi menggaruk pipinya.
"Kalian akan terbiasa nanti."
Souma menerima surat undangannya.
"Kebetulan aku juga ingin menemui mereka."
"Sesuai dari yang diharapkan guru, maksudku Master."
"Kau bebas memanggilku yang mana saja."
Di jalanan utama di salah satu kota telah dibentangkan sebuah kain merah untuk menyambut kedatangan Souma, di belakangnya Janet begitu takjub saat ratusan kelompok bunga diterbangkan ke udara.
Yang melakukannya adalah pria dengan rambut apro berkulit hitam.
"Tuan Souma, biarkan diriku menyambut Anda sebagai salah satu orang yang penting, namaku Black."
__ADS_1
Namanya sesuai dengan dirinya.
"Namaku Janet."
"Siapa peduli denganmu."
"Apa? Ngajak berantem kah, kau pernah melihat saat pendekar marah... mereka bisa melahap kepala orang dengan cepat."
"Kau ingin memakan kepalanya Janet?" tanya Lugunica.
"Itu hanya perumpamaan, jangan samakan aku dengan naga, kemarilah."
Souma menghentikan Janet yang hendak maju.
"Silahkan.... aku akan menunjukan ruang pertemuannya."
"Seluruh orang di bisnis obat pasti mempunyai kemarahan terhadapku... aku sedikit merasa aneh bahwa kau, Black tidak menunjukan kebencian padaku."
"Haha awalnya aku merasa begitu tapi tiba-tiba aku merasa berterima kasih untukmu, aku benar-benar menghormatimu."
"Alasannya?"
"Yah, salah satu orang yang terkena Instan Death adalah istriku, kudengar tuan Souma yang menyembuhkannya."
"Jadi begitu."
Souma mengingat salah satu wanita cantik yang dikatakan oleh Black.
"Anakku masih kecil aku yakin jika dia kehilangan ibunya di usia muda, itu akan membuatnya sangat sedih dan jatuh. Aku benar-benar berterima kasih... ngomong-ngomong."
Black berbisik ke dekat Souma.
__ADS_1
"Yang meminta memanggilmu adalah salah satu anggota Six Seven Heaven Fall, tolong berhati-hatilah."