
Di tengah arena luas yang sering dijadikan latihan kesatria, Law ataupun Shiji kini saling berhadapan.
Law menggunakan pedang miliknya sendiri yang dibuat dari taring makhluk yang berasal dari kota yang dulu dihancurkan oleh penyihir rembulan. Sementara Shiji menggunakan pedang hitam yang entah bagaimana muncul di tangannya begitu saja.
Angin berhembus melewatinya membuat mantel hitam miliknya berkibar tertiup angin, baginya perasaan seperti ini sudah sangat lama menghilang, setelah dia menyelamatkan dunianya ia tidak pernah bertarung melawan musuh kuat.
Mungkin untuk sebagian orang Law terlihat lemah namun bagi Shiji dia telah menyadari bahwa Law telah bekerja keras untuk bertambah kuat.
"Seperti perjanjian aku ingin melihat seberapa jauh kekuatanmu, jika aku setuju maka tidak masalah untuk membuatmu menjadi kesatria sementara."
"Aku berterima kasih atas pengertiannya, jadi bagaimana kita bertarung?"
"Tidak ada batasan, kau bisa menggunakan apapun yang kau punya termasuk sihir itu tersendiri."
"Oh, oke... kalau begitu, mari lakukan."
Shiji mengarahkan tangan kirinya dan seketika lingkaran sihir berganda muncul.
"Hell of the Abyss."
Api menyembur dari lingkaran itu bagaikan sebuah gelombang tsunami, biasanya Law akan berlari ketakutan selagi berteriak 'Mama' tapi dia kini telah berubah menjadi kuat, saat dia menghentakkan kakinya sebuah dinding tanah telah melindunginya sehingga api hanya melewati kedua sisinya.
__ADS_1
Rasa panas bisa dia rasakan menjalar ke seluruh tubuhnya, untuk menyebut sihir ini sihir api biasa, maka orang tersebut pasti orang gila.
Ini bahkan melebihi api seekor naga saat festival naga terjadi. Kendati demikian...
"Aku bisa menahannya."
Saat api menghilang Shiji telah berlari dari samping, mengayunkan pedangnya secara baik menghantam pedang Law yang ditempatkan dalam bertahan.
Lima tebasan, kemudian sepuluh tebasan, Law jelas mengimbangi kecepatan Shiji, meskipun dia harus melakukannya selagi mundur ke belakang.
Di jarak satu meter Law balik membalas dengan tebasan samping, Shiji yang telah menyadarinya menyelinap dengan cepat melewati bawahannya, dia menebaskan pedangnya dan entah sejak kapan Law memiliki pedang pendek yang ditempatkan di tangan kirinya untuk menahannya, menarik pedang besarnya sehingga memaksa Shiji untuk mundur.
Shiji menangkisnya dan mata dari pedang Law hanya melewati dirinya setipis rambut.
Shiji membalas dengan tendangan kaki sayangnya Law menangkap kakinya lalu memutarnya hingga dia bersalto ke belakang.
Di saat Shiji telah meletakkan kakinya kembali di tanah, Law telah melompat di atasnya kemudian menjatuhkan pedang besarnya dengan kecepatan tinggi.
Hanya dengan pedang tipis Shiji berhasil menahannya walaupun kini 30 sentimeter kakinya telah jatuh ke dalam tanah.
"Hmm, jadi begitu... pedangmu bisa bertambah berat atau ringan sesuai kehendak pemakaiannya."
__ADS_1
"Itu benar, berat pedang ini sekarang telah mencapai 100 kg dan akan terus bertambah dua kali lipat setiap satu menit."
"Itu menarik."
Shiji memunculkan pedang di tangan lain kemudian saat dia mengayunkannya, Law mundur ke belakang.
"Dua pedang?"
"Aku pengguna pedang ganda."
"Bertambah satu pedang tidak akan merubah keadaan."
"Mari kita lihat perbedaannya."
Shiji bergerak dengan kecepatan sonic, Law sedikit terkejut meski demikian dia masih bisa menahan tebasan Shiji yang pertama, kemudian yang kedua dan ketiga sementara yang keempat dia menyadari bahwa Shiji tidak hanya satu melainkan ada empat.
Tidak tepat jika itu jurus memperbanyak diri mirip penyihir rembulan, itu hanya bayangan yang diciptakan karena pergerakannya yang terlalu cepat, dari empat menjadi enam dan terus berlipat ganda.
"Jika aku tidak tahu mana yang asli aku hanya harus mengalahkan semuanya," gumamnya.
Law menjatuhkan pedangnya ke bawah dan dengan satu gerakan itu, sekelilingnya meledak menciptakan embusan angin yang menerbangkan semua sosok Shiji tersebut.
__ADS_1