Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 30 : Penyusupan


__ADS_3

Sementara itu Souma dan Undine masih mencari keberadaan Risela dan juga Anna, Undine memasang wajah memucat.


"Risela dan Anna tidak bisa ditemukan bagaimana jika mereka kedinginan dan terlantar di jalanan," teriaknya.


"Kupikir mereka tidak selemah itu," balas Souma datar.


Mereka ratu iblis dan juga pahlawan mengingat sebagaimana mereka sangat kuat itu jelas sesuatu yang mustahil. Tanpa terduga Risela dan Anna muncul di belakang mereka.


Undine mengangkat tangan karena terkejut.


"Ada seseorang yang akan menculikku?"


"Sekarang kau bukan loli lagi, ngomong-ngomong akhirnya kalian berdua muncul juga."


"Kami dapat masalah tapi semuanya telah terselesaikan."


"Yang dikatakan Anna benar sekali."


"Apapun itu, syukurlah kalian baik-baik saja... aku ingin mengunjungi banyak restoran mari pergi."


"Dengan senang hati."


"Aku ingin porsi wanita dewasa," potong Undine saat mereka melangkahkan kembali kaki mereka seolah tak terjadi apapun.


Di kegelapan malam hari yang hanya diterangi cahaya kebiruan dari bulan purnama mereka telah mengenakan pakaian serba hitam dengan penutup wajah dari kain, Souma kembali menuturkan rencananya.


"Kita akan menyelinap masuk tanpa dilihat penjaga dan mencuri air di kolam airnya."


"Souma aku tidak bisa melihat, uwaah."


"Hentikan bodoh... kau salah mengenakan penutup wajahmu."


"Siapa yang kau panggil bodoh, apa kau ingin kuledakan?"


"Maafkan hamba ini."

__ADS_1


"Kalian berdua tolong jangan berisik, mereka datang," atas pernyataan Anna keempatnya segera bersembunyi dibalik semak-semak.


"Apa ada seseorang di sana?" suara penjaga mulai terdengar.


"Ada apa?"


"Rasanya aku mendengar suara?"


"Mungkin cuma perasaanmu."


Setelah kepergian penjaga Souma menarik nafas lega, jika ketahuan mencuri mereka akan dicap sebagai kriminal kerajaan hingga tidak aneh dalam waktu singkat wajah mereka akan terpampang ke seluruh kerajaan ini.


"Mari usahakan untuk tidak berisik."


"Um..."


Risela mengirim pendapatnya.


"Dari depan kuil sangat dijaga ketat, apa kita akan menggali lubang dari bawah dengan sendok?"


"Souma pasti sangat terlatih dalam bidang hal ini," kata Anna yang mendapatkan perhatian kuat dari Risela.


"Kamu tidak tahu tapi dulu Souma sering memanjat tembok hanya untuk menjarah pakaian dalam ibu muda."


Anna menjadi "Awawa" sementara Undine menatap dengan wajah memucat.


"Pantas saja jemuranku suka ngilang."


"Aku bukan orang seperti itu," teriak Souma dan lagi-lagi para penjaga bermunculan karena mendengar sebuah keributan.


"Apa ada orang di sana. Halooo?"


"Mungkin perasaanmu."


"Kurasa begitu."

__ADS_1


Mereka sudah jelas telah gagal menjadi seorang penjaga, pikir Souma dalam hati.


Terlepas dari itu mari kita memanjat. Souma memutar-mutar talinya sebelum melemparkannya ke atas hingga kait di ujungnya menempel dengan baik.


"Sekarang Risela duluan saja."


"Jika aku duluan nanti Souma akan mengintip dari bawah, Awawa.."


"Anna?"


"Aku juga tidak ingin diintip."


"Aku juga begitu."


"Kalian semua ngeselin, sudah kubilang jangan pakai rok tapi kalian malah tidak mau."


"Mencuri itu harus terlihat modis."


"Meskipun wajah kalian ditutup," ucap Souma spontan.


Pada akhirnya dia yang memanjat lebih dulu lalu memasang tali untuk turun ke bawah.


Saat kakinya menginjak tanah, Anna, Risela dan Undine telah berada di belakangnya, Souma melirik ke atas tembok dan juga ke arah mereka secara bergantian.


"Bagaimana bisa kalian ada di sini?" teriaknya.


"Kulihat tadi penjaganya pergi buang air kecil jadi kami masuk lewat gerbang," balas Undine .


"Kenapa kalian tidak memberitahukanku?"


"Yah.. Souma terlihat bersemangat sekali memanjat jadi tidak enak bilangnya," kata Anna menjelaskan.


"Kalian benar-benar ngeselin, perjuanganku sia-sia kalau begitu barusan."


"Anggap saja latihan agar Souma jadi pencuri pakaian dalam profesional," tambah Risela mendapat tatapan ikan mati.

__ADS_1


"Ah, apa aku ini tidak terlihat seperti tukang obat," ucap Souma dengan suara pelan.


__ADS_2