
Sementara Souma terkapar di tanah sosok lidah yang sebelumnya terjulur padanya mulai memendek ke arah pemiliknya yaitu seekor iblis berbentuk katak.
Souma bangkit selagi menepuk-nepuk tubuhnya yang berdebu.
"So-souma kamu baik-baik saja, kamu barusan jatuh dari ketinggian loh?"
"Itu bukan apa-apa."
"Bukan apa-apa jidatmu, harusnya kau mati."
"Apa kau menginginkan aku mati."
"Sedikit... bukan itu, kalau kau mati bagaimana aku memiliki tubuh semokku lagi, kau harus terus berjuang untukku."
"Niat busukmu ketahuan."
Suara tertawa memotong obrolan mereka.
"Gyahahaha tak kusangka ada manusia yang bisa bertahan dari cambuk lidahku, namaku Oris sang mulut besar."
"Belakangan ini penjahat sangat sopan mau memperkenalkan diri, apa perasaanku saja Souma?"
"Kupikir begitu."
"Hah! Kalian berdua bisa santai seperti itu saat melawan petinggi iblis sepertiku, sekarang terimalah ini."
Lidah kembali ditembakkan ke arahnya, tidak seperti sebelumnya Souma dapat menghindarinya dan saat dia menarik pedang dan menebasnya, itu menghasilkan dentuman logam.
Apa aku harus serius menebas lidahnya, pikir Souma dalam hati.
__ADS_1
"Bagaimana lidahku sangat kuat, kau tahu."
"Inferno."
Meski tidak bisa dipotong lidah itu sedikit terbakar hingga Oris menarik kembali lidahnya.
"Apa-apaan kau ini?"
"Harusnya aku yang bilang begitu, kau tidak seperti iblis lainnya yang sebelumnya menyerang kota, kau memiliki wujud fisik seperti itu."
Katak itu memberikan senyumam kemenangan.
"Inilah yang disebut evolusi, dengan memakan banyak manusia aku bisa memiliki tubuh seperti ini dan juga."
Dari tubuhnya asap mengepul ke udara hingga menutupi dirinya seutuhnya, dan saat asap menghilang dia telah berubah menjadi iblis bertubuh manusia, tidak sepenuhnya terlihat manusia dimana dia masih memiliki kulit katak dengan wajah menyerupai iblis pada umumnya.
"Jadi itu wujudmu?"
"Apa satu orang lagi rekanmu ada di dalam kota?"
"Aah, dia hanya manusia... tuan Asferow mempekerjakan manusia sebagai kaki tangannya. Mereka disebut sebagai empat pilar pelayan atas dan kami di sebut empat pilar pelayan rendah."
Dia benar-benar bermulut besar, gumam Lugunica pelan.
"Bukannya ada kekeliruan kenapa kau yang iblis berada di bawah manusia?"
"Aku tidak ingin mengakuinya sayangnya mereka lebih kuat dari iblis tapi lebih lemah dari tuan Asferow."
"Apa itu artinya mereka tidak ingin bertarung dengan Asferow?" tanya Lugunica yang dijawab Souma santai.
__ADS_1
"Para manusia itu sudah tahu mereka akan kalah melawannya, untuk menyelamatkan diri mereka sendiri mereka memutuskan untuk turut ambil bagian darinya dan mengabdikan diri sebagai pelayan singkatnya seperti itu."
"Mereka sampai segitunya."
"Lalu apa yang akan Asferow lakukan pada manusia?" yang Souma.
"Menjadikannya sebagai sebuah peternakan, manusia akan ditempatkan di satu tempat dan kami akan memakan mereka satu persatu layaknya persembahan, manusia tidak akan punah dan begitu juga kami akan mendapatkan makanan enak setiap harinya."
Sebuah tatapan merah menikam keberadaan Oris.
Srak.
Sebuah tangan terbang bersamaan darah yang menyembur ke udara, tentu tangan itu berasal dari Oris yang heran dengan tebasan cepat yang sama sekali tidak pernah dia rasakan.
"Ba-bagaimana bisa kau?"
Srak.
Tangan yang lain terbang ke udara.
"Aku sama sekali tidak melihat kau mengayunkan pedangnya, aku sebagai iblis yang telah banyak memakan manusia, mana mungkin dikalahkan dengan sekejap mata... KAU PASTI BERCANDA!"
Dia menjulurkan lidahnya dan selanjutnya itu terpotong-potong dalam hitungan detik, dan Souma bahkan telah muncul di depan matanya selagi mengangkat pedangnya ke atas.
"Sepertinya aku tidak perlu bersimpati pada kalian, akan kuhabisi kalian tanpa sisa."
"Hah?"
Selanjutnya.
__ADS_1
Tubuh Oris telah terpotong-potong hingga berjatuhan ke tanah.