Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 232 : Penyihir Ledakan


__ADS_3

--Melihat bagaimana sihir yang digunakannya berhasil, senyuman terlukis di wajah Undine, dia tidak peduli bagaimana reaksi temannya petualang yang jelas dia sangat puas.


Tengkorak raksasa dihancurkan secara bersamaan, menciptakan distorsi dari sebuah ledakan yang spektakuler. Selagi memegangi tongkatnya Undine ingin meledakan lagi, dia cukup terangsang akan hal itu.


Selama ini dia hanya mengirim ledakan ke tempat kosong untuk membuang gairahnya, tentu saja tidak bisa dibandingkan dengan meledakan makhluk bernyawa.


Ketika dia memikirkannya, ancaman sesungguhnya telah datang padanya. Di atas langit seorang melayang dengan seragam militer merah muda, dia tidak terlihat seperti manusia akan tetapi berbentuk burung raksasa yang menerkam Undine ke atas kemudian menjatuhkannya ke bawah, beruntung bahwa Undine bisa bertahan dengan melayang ke tanah.


Burung berseragam kembali menukik padanya, berbeda dari sebelumnya sebuah lingkaran sihir menahannya tepat di paruhnya.


Undine berkata "Boom" dan tubuh burung tersebut diledakan hingga menghasilkan asap hitam yang menyembur ke udara, sosok burung itu telah digantikan dengan manusia, kurang tepat juga jika disebut manusia melainkan mayat hidup sama seperti yang lainnya.


"Kekuatan merubah tubuhmu menjadi hewan apapun bukan?"


Pria itu menyeringai.


"Lebih tepatnya monster."


Tangannya membesar dan tubuhnya mulai memunculkan bulu serta gigi bergemeretak, dia kini seutuhnya berubah menjadi manusia serigala yang telah lama punah.


Kepunahannya sendiri diakibatkan serangan vampir namun sejauh itu tidak ada yang mengetahui detailnya.


Mengesampingkan hal itu Undine membuat deretan lingkaran sihir yang dari masing-masing lingkaran tersebut menyemburkan api bagaikan sebuah gelombang. Musuh di depannya menghindarinya dengan gerakan cepat, dia sudah menduga Undine ahli dalam serangan jauh karenanya dia mengambil bentuk yang bisa bergerak cepat untuk mempersempit jarak.

__ADS_1


Dia melompat di udara bersiap memberikan tebasan melalui cakarnya yang mana ditahan baik oleh seorang gadis yang membantu Undine secara tiba-tiba. Bukan tiba-tiba juga sebenarnya saat ledakan terjadi dia berada di sekitar tempatnya tersebut. Memiliki rambut emas yang kontras dengan pakaian kesatrianya, alih-alih memakai rok dia mengenakan celana panjang putih, dialah Stella Evergarden.


Dia mendorong pedangnya membuat musuhnya melompat menjaga jarak.


"Kau baik-baik saja Undine?"


"Aku tak apa."


"Kalau begitu."


Tanpa terduga tangan Stella menarik wajah Undine.


"Siapa yang menyuruhmu melawan tengkorak itu dengan ledakan besar saat kami berada di sana."


Meski dimarahi Undine tidak menunjukkan penyesalan, di sisi lain musuhnya memiringkan kepalanya.


"Kalian bisa santai bahkan saat menghadapiku, sungguh meremehkan kekuatanku."


"Sebaliknya tidak, namamu Armor, kau 12 kesatria suci dengan kemampuan tranformasi. Bukan begitu?" balas Stella.


"Heh, sepertinya kau mengenalku."


"Di kerajaan kami memiliki daftar orang-orang berpengaruh dari gereja Harmonia, saat Law bilang ada yang salah kami semua segera menghafalkan musuh-musuh kami."

__ADS_1


"Aku memuji kesiapan kalian tapi hanya sebatas itu kalian bisa melawanku."


"Undine mari kalahkan dia bersama?"


"Jangan ditanya lagi mari hancurkan dia."


Lingkaran sihir muncul dari atas yang mana menembakan bola-bola api menuju sasaran yang melesat di bawahnya.


"Apa kau hanya bisa menggunakan sihir ledakan, sayang sekali hal seperti itu tak akan berarti sedikit pun."


Tepat saat Armor mengejeknya tiba-tiba saja pergerakannya terhenti, itu bukan karena memilih diam melainkan karena sebuah lingkaran sihir yang menghentikannya yang tiba-tiba muncul di bawah kakinya.


"Sejak kapan?"


"Aku adalah penyihir yang selalu menyelesaikan misi seorang diri, jika aku bisa dikalahkan dengan mudah kau salah sangka."


Lingkaran sihir itu bersinar menciptakan pilar api yang menebus ke langit, saat api lenyap sosok Stella berlari padanya.


Tubuhnya gosong tapi tidak sampai membunuhnya. Pedang diayunkan bersiap menebas lehernya namun lebih dulu ditangkap tangannya.


"Magic Creator, Lintas Dunia, Hutan Kesunyian."


Entah Stella atau Undine telah ditarik ke dunia berbeda.

__ADS_1


__ADS_2