Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 79 : Penyerangan Kerajaan Diamond


__ADS_3

Walau salju turun peperangan tidak pernah berhenti, di pimpin salah satu jenderal pasukan kerajaan Callvan yang berjumlah 2000 orang mengangkat bendera mereka menyatakan perang secara habis-habisan sementara yang jadi lawan untuk dihadapi tentu komandan kesatria kebanggaan semua orang bernama Lawyer van Hoster yang menguap lebar di atas kudanya.


"Kita memiliki jumlah pasukan lebih banyak 1000 orang, aku yakin kita akan menang di sini," katanya percaya diri.


Jika Souma berada di dekatnya dia hanya akan bilang 'Semakin tinggi seseorang berpijak maka semakin sakit pula mereka dijatuhkan' sayangnya yang menemaninya adalah salah satu bawahannya bernama Kasman.


Kasman pria tua berkumis yang seharusnya telah pensiun beberapa lalu sebelumnya namun dia harus dituntut masih berada di kerajaan sebelum perang ini selesai.


"Seharusnya kalian yang mengatasi ini, generasi muda.. malah pak tua ini harus tetap ada di sini."


"Aku akan naikkan biaya pensiunmu dua kali lipat."


"Kenapa kau tidak bilang dari awal, pak tua ini semakin bersemangat."


Law menghela nafas lalu melanjutkan dengan sebuah pertanyaan.


"Bagaimana dengan di tempat lain?'


"Nona Laura von Arslam serta Nona Stella Evergarden telah siap beserta pasukannya hanya saja."

__ADS_1


"Hanya saja apa.."


Law menekankan hal itu dengan sudut mata sedikit terangkat.


"Pasukan dari kerajaan Alman berhasil lolos."


Itu jelas sesuatu yang bisa dibayangkan Law, kerajaan Diamond bukanlah kerajaan besar yang mampu menahan serangan empat kerajaan besar secara serempak. Jika bukan karena penyihir rembulan mereka pasti sudah kalah sejak awal tanpa sebuah perlawanan.


Bahkan sekarang Law harus meminta bantuan Stella Evergarden untuk turut berperang bersama pasukannya, Stella adalah putri tertua dari keluarga Duke yang merupakan bangsawan paling dekat dengan raja.


Di masa lalu dia adalah seorang yang disebut dewi perang dan akhirnya banyak membantai musuh yang berbahaya bagi kerajaan, semenjak insiden di tanah kosong di mana saat itu Risela dan dirinya melawan Anna, dia memutuskan untuk pensiun dari kerajaan. Law memintanya sekali lagi bertarung untuk kerajaan.


Law tidak memiliki hubungan baik pada Souma kendati demikian demi ini dia siap membungkuk rendah agar Souma mau menurutinya. Jika situasi memburuk dia akan mencoba jalan yang lain.


"Lalu kemana perginya pasukan kerajaan itu?"


"Ke desa Huruhara, pak tua ini dengar bahwa jenderal kerajaan Alman mengundurkan diri secara tiba-tiba, pak tua ini tidak tahu alasannya tapi pak tua ini merasa khawatir dengan keadaan desa Huruhara."


Law tertawa sebagai balasan, membuat wajah Kasman kebingungan.

__ADS_1


"Komandan."


"Jika mereka mengarahkan taring ke desa itu hanya ada keputusasaan yang menanti mereka."


"Memangnya ada apa di sana?"


"Kau tidak tahu, di sana ada orang yang benar-benar monster berada."


Kasman hanya memiringkan kepalanya lalu teriakan Law menggema.


"Angkat bendera kalian, siapkan mental dan juga raga kalian... mereka adalah para penjajah yang berani meletakan tangannya di tempat tinggal kita, kita jelas tidak akan membiarkannya terjadi, persiapkan senjata kalian dan angkat tinggi-tinggi ke langit... ini adalah pertaruhan kita, jangan sampai kalian menyerah atau memutuskan untuk mundur, semua ini demi kerajaan Diamond, untuk kerajaan kita."


"Oooh."


Semua orang mengikuti teriakan yang dilantunkan oleh Law.


"Serang."


Kedua pasukan sama-sama berlari ke depan dan berbenturan di tengahnya.

__ADS_1


__ADS_2