
Yubin merubah pedang di tangannya menjadi seekor ular naga es yang melintasi sudut bangunan selanjutnya mulutnya menangkap sosok Souma yang berdiri di depannya.
Setengah tubuh Souma tergigit mulutnya lalu dibawa ke atas kemudian dijatuhkan dengan hentakan keras ke dasar bumi.
"Kau memang seorang yang ahli dalam pedang, namun sekuat apapun pedangku tidak akan melepaskan targetnya sedikit pun."
Souma keluar dari lubang yang dibuat tubuhnya. Tak hanya darah, pakaiannya benar-benar robek compang camping menunjukkan tubuhnya yang dipenuhi otot.
Dia mengganti pakaiannya dengan kemeja putih yang ditutup rompi hitam serta celana panjang. Karena menggunakan sihir itu berubah dengan cepat tanpa harus melepaskan pakaian sebelumnya.
"Selanjutnya tak hanya pakaianmu, melainkan tubuhmu juga."
Kepala naga itu meraung kemudian melesat ke arah Souma untuk kedua kalinya, kepala itu tertahan oleh pedang yang Souma hunuskan ke depan.
"Masih belum," teriak Yubin mengeluarkan energinya sebanyak yang dia bisa.
Souma menghela nafas panjang dan dengan tebasan berikutnya naga tersebut hancur berkeping-keping dari ujung kepala sampai ekor menghasilkan percikan kristal bercahaya ke udara.
"Tidak mungkin."
Yubin menyadari bahwa tidak ada tanduk di kepala Souma.
"Kau? Kau manusia?"
Sebelum dia menyadarinya Souma telah muncul di depan wajahnya dengan pedang terayun padanya.
Dentrang.
__ADS_1
Kedua senjata itu saling berbenturan.
"Jadi begitu, kau menyelinap ke negara kami."
"Ada yang ingin aku dapatkan di sini."
"Aku tidak bisa membiarkannya begitu saja, aku harus pergi melapor untuk ini."
"Seolah aku akan membiarkanmu pergi begitu saja."
Yubin melompat mundur kemudian berlari untuk menjauhi pertarungan, dia lebih memilih untuk memprioritaskan laporan dibanding melawan Souma secara langsung.
Tepat saat Souma mengejarnya beberapa iblis muncul untuk menghadangnya.
"Kalian menyingkirlah."
"To-tolong ka-mi."
Tiba-tiba saja kedua mata mereka mengeluarkan darah seolah meledak, mulut mereka robek ke samping menampilkan gigi jeruji tajam, serta darah dengan jumlah besar tumpah dari mulut mereka.
Itu adalah pemandangan mengerikan untuk disaksikan.
Rosaria dan Zaskiver muncul di dekat Souma.
"Ada apa dengan mereka?"
"Inilah wabah Instan Death, mereka berubah jadi makhluk yang akan memakan iblis lainnya," balas Rosaria kemudian disusul Zaskiver.
__ADS_1
"Jika kota sudah terkena wabah ini, kita hanya harus meninggalkannya saja atau kita akan tertular."
Souma memiliki pemikiran yang berbeda untuk semua ini.
"Waktunya terlalu tepat untuk disebut sebuah wabah, aku akan mengatasi hal ini.. kalian berdua bisa selidiki apa ada orang-orang mencurigakan di sekitar sini."
"Jika kau mengatakan itu, apa boleh buat, kita pergi Zaskiver."
"Baik."
Souma memperhatikan para iblis yang berubah tersebut, tubuh mereka terlihat mengelupas dan selanjutnya duri-duri yang terbuat dari tulang mereka menyeruak ke luar hingga akhirnya mereka kehilangan kendali atas dirinya sendiri.
Akan mudah jika Souma membunuh mereka namun ini adalah kesempatan bagus untuk mencari tahu cara menyembuhkan mereka khususnya membuka misteri tentang wabah tersebut.
Souma melompat ke atap bangunan saat para iblis mengejarnya, mereka sebelumnya lambat sepertinya zombie dan sekarang bergerak lebih cepat dari sebelumnya.
"Tubuh mereka meningkat cepat."
Sebuah tinju menghantam Souma jatuh sebelum dia berlari menghindari serangan berikutnya.
Dia menyarungkan pedangnya lalu berbalik pada mereka dengan kedua tangan yang mengeluarkan percikan listrik.
Ketika dia menaruhnya di tanah. Tangan-tangan raksasa mencengkeram mereka.
"Tanah tidak ampuh, kalau begitu bagaimana dengan ini."
Tangan itu mulai mengeras kemudian berubah menjadi besi.
__ADS_1