Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 64 : Sejarah Elf


__ADS_3

Sudah sejak lama terakhir kali Erina berkunjung ke toko Souma, Erina adalah Elf berambut pirang yang suka membawa busur. Dulu dia sering diejek sebagai papan cucian tapi berkat ramuan Souma hal itu telah berubah.


"Ara, Ara, Souma masih seperti biasa... apa kau tidak tertarik dengan dadaku?"


"Dibanding Anna kau bukan apa-apa."


Erina berlutut di lantai kayu dengan wajah depresi.


"Memang benar, dia monster."


"Jadi apa yang kau butuhkan hari ini?"


Erina tersenyum kecil selagi menggaruk pipinya sebelum menunjuk ke arah lain.


"Ada gurita di sini dan ia sedang membuat teh untukku," teriaknya.


"Dia hewan peliharaan kami."


"Rasanya aneh melihat gurita seperti itu."


Celestrial keluar dari ruangan lain.


"Ah ada pembeli."

__ADS_1


"Eh? Bukannya kamu, tuan putri."


"Mulai sekarang aku tinggal di sini sebagai karyawan toko."


"Benar-benar mengerikan tuan putri dipaksa bekerja oleh Souma... kau benar-benar orang yang mengerikan."


"Jangan mengatakan hal aneh, Anna dan Risela keluar bersama Undine kalau kau ingin menemui mereka tunggulah."


"Tidak, aku tidak datang untuk mereka... aku ingin membeli ramuan yang bisa mengembalikan hutan sedia kala."


Souma terdiam sejenak lalu melanjutkan.


"Ramuan seperti itu dibuat dengan waktu lama, aku tidak bisa membuatnya untukmu."


"Sudah kukatakan aku bukan dewa... tapi aku memang bisa membuatnya hanya saja ada yang lebih dulu memintanya jadi sebelum aku membantunya aku tidak akan menerima hal itu."


Lebih tepatnya permintaan itu berasal dari Anna, Anna adalah ratu iblis yang mencintai rakyatnya seperti kebanyakan manusia lakukan, alasan dia memulai invasi ke dunia manusia semuanya murni demi alasan untuk membuat dunianya menjadi tempat yang baik bagi mereka.


Souma memberikan sebuah syarat agar dia bekerja dengan baik di tokonya, dan hanya menunggu waktu saja sampai ia benar-benar membantunya.


Bahkan bagi Souma dia tidak tahu apa yang baik dan buruk sekarang, manusia selalu menempatkan dirinya sebagai makhluk adil dengan membuat berbagai hukum namun sejujurnya hukum itu malah melindungi mereka saat mereka berbuat kejahatan.


Jika kau memperhatikan lebih detail hukuman kelas atas lebih ringan dibandingkan kelas atas, dan mereka masih mengatakan hukum konyol padahal mereka melanggarnya.

__ADS_1


Melihat ini Souma tidak tahu siapa yang lebih pantas disebut iblis. Terlepas dari pandangan Souma pada dunia ini, Souma selalu memberikan bantuan yang bisa dia berikan pada tiap orang yang dia temui.


Walau dia hidup pemalas sejujurnya dia orang yang giat.


"Sayang sekali, aku tadinya berharap kami ras Elf bisa pindah ke hutan yang lebih luas."


"Kalian ingin pindah lagi, bukannya kalian hidup di hutan peri?" atas pernyataan Celestrial, Erina sedikit menunjukkan ekpresi sedih.


Souma sudah tahu alasannya tapi dia memilih untuk membiarkan Erina yang menjelaskan semuanya.


"Sebenarnya kami tidak tinggal di hutan peri lagi, nona Symponia telah mengusir kami dari sana."


"Eh? Kenapa? Aku belum tahu ini."


Putri yang tidak terlalu tahu dunia luar kini paling tidak akan sedikit belajar.


"Kami elf ketahuan memiliki hubungan dengan manusia, di masa lalu hutan peri pernah terbakar oleh manusia dan nona Symponia melarang kami untuk berhubungan dengan manusia namun kami melanggarnya, kami elf selalu tertarik dengan dunia luar dan mengizinkan beberapa pedagang untuk memulai bisnisnya dengan kami, saat itu semuanya baik-baik saja namun ada seorang manusia yang menyukai elf hingga mereka menikah secara diam-diam dan akhirnya muncullah setengah elf. Mengetahui ini nona Symponia marah besar dan mengusir kami, setelah kejadian itu kami semua menyalahkan gadis setengah elf itu sebagai alasan kami diusir padahal sesungguhnya kamilah yang salah."


"Dan siapa setengah elf itu?"


"Dia penyihir rembulan yang kita kenal sekarang."


"...." ekpresi Celestrial sedikit terkejut meski begitu dia bisa membuat dirinya tenang kembali.

__ADS_1


"Karena rasa bersalah kami akhirnya sekarang elf bisa menikah dengan ras lainnya tanpa perlu khawatir dengan darah murni atau sebagainya."


__ADS_2