
Lilith berhasil menahan keseluruhan serangan tersebut sebelum dia melesat maju, kecepatannya seperti sebuah peluru yang terlepas dari senjatanya.
Tepat Shiji akan mengayunkan pedangnya, perutnya telah lebih dulu ditendang hingga dia terhempas dengan bunyi memekakkan telinga.
Ia ingin menyelesaikan pertarungan ini dengan cepat dan akhirnya saat dia bangun akar tanaman merambat dari bawah pohon menyatu menjadi satu sebelum bersamaan menyerang sosok Lilith.
Dia menggunakan sihir api untuk membakar seluruhnya, beberapa mampu mengikat kaki dan tangannya kemudian meledak membuatnya terlempar ke udara. Asap hitam mengepul ke udara kendati demikian Lilith masih bisa mendarat dengan baik. Pakaiannya sedikit compang-camping menunjukan warna putih darinya.
Bagi Shiji ini adalah pertarungan yang tidak perlu, lalu kenapa Lilith bersikeras untuk melawannya? Jawabannya mungkin dia sudah menduganya.
Shiji muncul di depan wajahnya sembari menggunakan pedangnya dengan kecepatan tinggi hingga senjata masing-masing berbenturan dengan keras.
"Kamu benar-benar menyukai tuanmu bukan? Kamu melakukan ini semua hanya ingin lebih berguna untuknya."
Tombak jatuh tepat dari atas kepala Shiji, ketika dia menghindarinya tombak itu menghantam tanah menciptakan jurang yang membelah kota termasuk gunung di belakangnya.
"Belakangan ini tuan semakin populer, dia juga menikah dengan banyak wanita, jika aku tidak berguna baginya maka kemungkinan besar aku akan kehilangan tempatku di sini."
"Kurasa Souma bukan tipe orang seperti itu."
"Meskipun begitu, aku merasa takut."
Dentrang.
Shiji mulai berfikir bahwa sosok di depannya seperti seorang wanita pada umumnya terlepas dari seberapa kuat dirinya.
Dia menghindari tusukan yang diberikan oleh Lilith, mempersempit jarak lalu dengan menggunakan pegangan pedang dia mengenai perutnya.
"Guakh."
__ADS_1
Cairan keluar dari mulut Lilith sebelum dia menabrak dinding dan tertimbun di dalamnya, beberapa saat kemudian dinding itu hancur dan dari sana Lilith menyelimuti dirinya dengan sebuah sisik naga.
Jika Shiji membiarkannya terus memaksakan kekuatannya maka dia mungkin akan kehilangan kesadarannya, ia mengikat tubuh Lilith di pohon lalu selanjutnya menghisap mana darinya sebelum akhirnya dijatuhkan ke tanah.
"Aku kalah, padahal."
Pandora melompat di dekatnya.
"Kau cukup baik rupanya."
"Dari awal pertarungan ini hanya dibuat untuk melihat seberapa kuat kemampuanku, seharusnya dia bisa menyerah sejak awal."
"Kupikir aku akan kembali, akan kubawa pelayan itu."
"Kurasa lebih baik dia dibiarkan dulu."
"Begitu, jangan ditiduri."
Pandora menghilang sementara Shiji menggunakan sihir penyembuh untuk mengembalikan Lilith ke kondisinya sedia kala.
Dia bangkit dengan sedikit air mata.
"Sepertinya aku kalah lagi."
"Bukannya itu bagus, itu berarti aku memiliki kesempatan untuk menyelamatkan tuanmu."
Lilith melipat kakinya selagi mengalihkan pandangannya.
"Seharusnya aku sendiri yang melakukannya."
__ADS_1
Shiji tertawa kecil.
"Aku pikir kau tidak perlu khawatir dengan itu, bukannya Souma selalu mengandalkanmu."
"Kenapa begitu?"
"Bukannya kau yang paling bekerja keras di toko, semua orang juga mengadalkanmu, aku bisa melihatnya sekilas... dan juga sepertinya kau tidak berasal dari dunia ini."
"Tuan memanggilku dari dunia lain, aku salah satu dari raja iblis."
"Bukannya sudah jelas."
"Apanya?"
"Souma secara pribadi hanya memanggilmu saja ke dunia ini untuk menemaninya, dengan kata lain ia sangat mengandalkanmu atau lebih tepatnya ia menganggap kamu lebih berharga dari yang lainnya."
Tiba-tiba saja Lilith bangkit membuat Shiji tersentak.
"Benar juga."
"Sudah kukatakan bukan, sosokmu tidak akan tergantikan bahkan ketika dia memiliki istri yang banyak."
Shiji merasa lelah pada dirinya, dia benar-benar mengerahkan kemampuannya untuk berusaha menghibur wanita di depannya.
Lilith sedikit meninju dada Shiji.
"Apa boleh buat, aku serahkan tuan padamu.. tolong selamatkan dia."
"Serahkan padaku."
__ADS_1
Lilith tersenyum kecil lalu menghilang setelahnya meninggalkan Shiji yang hanya bisa menghela nafas panjang.
"Aku suka menghibur Eris dan yang lainnya, tak kusangka hal itu bisa membantu di saat seperti ini.. sekarang, kurasa aku harus menemui Stella untuk meminta bayaranku."