Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 176 : Perasaan Yang Terkunci


__ADS_3

Beberapa jam sebelumnya.


Itu adalah sebuah dunia yang seluruhnya diisi oleh balok-balok yang bergerak menghantam siapapun yang berusaha melewatinya, Celestrial merobek ujung gaunnya untuk memudahkan dirinya berlari, sayangnya di percobaan ke ratusan kalinya dia dihempaskan ke belakang hingga sejajar dengan tanah.


Ia mengatur nafasnya kembali sebelum seorang gadis berpenampilan gothic mendekatinya.


"Kamu masih mau melakukannya Celestrial."


"Iya dewi, aku tidak akan menyerah karena ini, terutama saat tahu bahwa tak hanya mengurung hatinya Souma juga mengurung perasaan lainnya kecuali kesedihannya."


"Itu dilakukan agar Souma tidak lupa akan tujuannya."


"Meski begitu bukan berarti Souma harus menghukum dirinya sendiri, mungkin awalnya Souma hanya berfikir untuk menjadi kuat, dan dalam perjalanannya dia malah berubah menjadi sosok yang menginginkan agar bisa melindungi siapapun tanpa kehilangan seseorang, aku ingin menyelamatkannya."


"Begitu, aku senang jika ada yang berfikir demikian."


"Kenapa dewi tersenyum?"


"Tidak, hanya saja aku membayangkan tentang Souma ketika perasannya kembali, dia pasti akan merasa kaku di dekat wanita dan tangannya akan bergerak sendiri."


"Souma terlalu kuat jadi tak masalah untuk memberikannya satu kelemahan terhadap wanita."


"Celestrial kamu benar-benar jahil, apapun itu, aku mendoakan kebahagiaan kalian."


Celestrial bangkit kemudian mengepalkan tinjunya dengan sebuah tekad kuat.


"Aku akan melakukannya lagi."


"Semangat, sementara itu aku akan minum teh di sana bersama dewi lainnya."

__ADS_1


Celestrial melihat banyak dewi yang sedang saling menuangkan teh di sana, mereka melambaikan tangan ke arah Celestrial selagi menyemangatinya.


"Terima kasih."


Dewi terlihat sangat akur yah, pikir Celestrial di dalam hatinya.


Dia kembali melirik ke arah balok-balok yang berterbangan di mana di ujungnya ada sebuah kotak yang menyimpan semua perasaan Souma. Dia hanya harus membukanya saja.


Celestrial mulai menghitung kemudian melesat maju, setiap balok ini memiliki jeda saat mereka bergerak jika Celestrial mampu menghitungnya dengan baik ia pasti akan mampu melewatinya.


Dihitungan ke empat Celestrial menunduk dan balok melewati tepat di kepalanya, dia kembali berlari dan dihitungan ke enam dia berhenti tepat saat kotak itu hampir mengenainya.


"Kali ini aku pasti akan berhasil."


Dihitungan seratus Celestrial berguling dan akhirnya sampai di dekat kotak tersebut, para dewi yang memperhatikan bertepuk tangan untuknya dan rasanya entah kenapa mereka terlihat bahagia.


Para dewi dilarang ikut campur tetang kehidupan di bawah sana, karena Itulah meski semua dewi ada di sini, semua hasil akan ditentukan bagaimana Celestrial berjuang.


Celestrial membuka kotak tersebut dan di dalam sana sebuah debu bintang berterbangan ke udara.


"Apa ini akan berhasil?"


Sang dewi telah di dekatnya.


"Tentu saja, dengan ini Souma akan menjadi dirinya sendiri hanya saja huahaha."


"Dewi jangan tertawa."


"Maaf, maaf, Souma yang keren dan dingin menjadi kesulitan karena wanita.. bukannya itu lucu."

__ADS_1


Sang dewi mengusap air mata di wajahnya.


"Aku akan segera mengembalikanmu kembali."


"Ngomong-ngomong dewi, apa aku bisa tahu siapa dirimu yang sebenarnya? Gadis kecil, gadis dewasa mana yang Anda sebenarnya."


Dewi meletakan jarinya di ujung bibirnya selagi menutup sebelah mata dengan pose imut.


"Rahasia."


Bahkan bagi Celestrial itu terlalu imut hingga dia tidak keberatan jatuh cinta padanya.


Celestrial menyadari bahwa dirinya telah terbangun di kamarnya.


"Lilith apa kau di luar?"


"Apa Anda membutuhkan sesuatu."


Saat Lilith masuk Celestrial memeluknya.


"Apa berhasil?"


"Iya, dengan ini Souma tidak harus terkurung oleh kesedihannya."


"Nona Celestrial sudah berjuang keras."


"Tolong elus kepalaku."


"Anda jadi semakin manja."

__ADS_1


"Hehe."


__ADS_2