
Souma dan Shiji saling membenturkan senjata keduanya di udara, tak hanya bertarung melalui pedang mereka juga menggunakan berbagai sihir berbeda.
Sulit mengikuti bagaimana mereka bertarung yang jelas, kekuatan keduanya tidak berada dalam logika manusia.
"Hellfire."
"Hell of the..."
Sebelum Shiji merapal mantranya tangannya terbang di depan wajahnya sehingga darah menyembur dari potongan rapih tersebut, dengan sigap dia mengambil tangannya sebelum mundur.
"Akui saja Shiji, kau hanya pahlawan dari masa lalu, Souma lebih hebat darimu... sementara kau hanya menyelamatkan satu dunia dia telah menyelamatkan banyak dunia."
Shiji menyatukan kembali tangannya sebelum membalas.
"Kenapa kau begitu bangga, kau sudah jelas bukan dirinya."
"Tubuh ini sudah jadi milikku dengan kata lain semua pencapaian dirinya adalah untukku."
"Kau hanya dewa sesat yang berhasil dikalahkan Souma namun saat diakhir kau memindahkan kesadaranmu padanya, tidak lebih dan kurang."
"Aku tidak bisa memungkiri hal itu, tapi itu hanya di masa lalu... berkatnya yang menumpuk rasa sedih serta perasaan negatif dari seluruh dunia aku bisa dibilang terlahir kembali."
Souma tersenyum dia menusukan pedangnya di tanah untuk bisa menyatukan tangannya sesaat, bersamaan itu 12 patung wanita dengan masing-masing matanya tertutup telah mengelilingi sosok Shiji.
"Akan kubunuh kau hingga tidak bisa bereinkarnasi."
Shiji menjentikkan jarinya dan bersamaan itu 12 gerbang raksasa jatuh dari langit menghantam seluruh patung hingga hancur berserakan.
"Gerbang Tartarus kah, tak kusangka kau bisa menciptakan gerbang seperti itu."
"Aku bisa menciptakan sebanyak yang kumau."
Kini salah satu gerbang juga menindih Souma hingga tanah di bawahnya hancur berkeping-keping.
Tak bergeming Souma hanya menahannya dengan satu tangan kemudian hancur berkeping-keping.
"Sayang sekali, aku masih belum serius sejak tadi."
__ADS_1
Shiji menghentakkan kakinya sebelum melesat maju, dia memunculkan pedang yang lain di tangannya sebelum menegaskannya ke arah Souma.
Percikan logam saling berbenturan di udara.
Ketika Souma melompat ke belakang, di bawah kakinya sebuah rahang dari besi telah menangkapnya.
"Iron Maiden."
"Tidak berguna."
Pedang yang seharusnya tidak bisa digunakan untuk memotong besi dapat digunakan oleh Souma dengan baik, setelah menghancurkan Iron Maiden, Souma menebas secara vertikal membuat Shiji memuntahkan darah dari mulutnya sebelum terhantam Fire Bolt hingga dia terbang menembus lima bangunan di belakangnya.
"Pedang ini dibuat oleh Dewi Amaterasu, bukannya ini sangat hebat."
Shiji mencoba menyembuhkan dirinya sayangnya itu tidak terlalu berguna untuknya, ada semacam kutukan yang membuat entah sihir atau obat-obatan bekerja sangat lambat.
Luka mutlak yang bisa membunuh makhluk abadi kah? Gumam Shiji sebelum ia tertawa selagi menyeka darah dari mulutnya hingga Souma memiringkan kepalanya.
"Apa kau sudah gila?"
"Maafkan aku, sudah lama sekali aku tidak bertarung secara sungguh-sungguh. Ini cukup menyenangkan."
Shiji menghilangkan pedang satunya lagi dan menyarungkan kembali pedangnya. Dia membuka sedikit pedangnya dengan cepat.
"Tebasan dimensi."
Srak.
Kedua tangan Souma terpotong-potong.
"Hah? Bagaimana bisa? Seharusnya mata dewaku?"
"Aku bisa menebas apapun yang kulihat, hal seperti penglihatan tidak berpengaruh padaku."
Souma menengadah ke atas langit dan ia melihat bahwa sebuah lingkaran sihir telah tercipta di sana.
"Sejak kapan?"
__ADS_1
"Saat kita bertarung aku sudah menyiapkan hal itu, sekarang kena kau."
"Kau?"
Dari lingkaran itu sinar jatuh menghantam Souma membuat seluruh area meledak dahsyat menyisakan kawah raksasa berdiameter 50 meter, walau terserang serangan dahsyat seperti itu. Souma masih hidup terbaring menatap langit.
"Sejak kau jatuh dalam kegelapan kau sudah berhenti bertambah kuat Souma, tidak, seharusnya aku mengatakan Dewa Orbit."
"Sial."
Shiji menginjak tubuh Souma yang kehilangan kedua tangannya.
"Jika kau membunuhku maka Souma juga akan mati."
"Tidak begitu juga."
Shiji menusukkan pedangnya tepat di perutnya.
"Mustahil? Pedang ini."
"Pedangku hanya membunuh orang yang ingin kubunuh."
"SIALAN KAU SHIJI, PADAHAL SEBENTAR LAGI AKU BENAR-BENAR BANGKIT."
Cahaya menyeruak dari tubuh Souma lalu menghilang setelahnya.
Souma membuka matanya.
"Kau sudah bangun."
"Sepertinya aku telah melakukan hal merepotkan."
"Jelas sekali, tapi lebih dari itu bisakah kau menyembuhkan tanganmu sendiri, pertarungan sesungguhnya akan dimulai sekarang."
Shiji mengalihkan pandangannya dan melihat seorang wanita dengan pakaian pendeta berjalan selagi bersenandung. Ia memiliki mata melakolis terlepas dari penampilannya yang cantik.
Ia juga membawa senapan di tangannya selagi memutar-mutarnya seolah itu sebagai mainan.
__ADS_1
"Bonjour, yang barusan pertunjukan yang menarik... kalian benar-benar merepotkan, jangan dendam loh. Aku sudah jelas harus membunuh kalian di sini sebelum menyusahkan nantinya."
"Penyihir Fram," gumam Souma demikian.