
Serigala itu bergerak dengan kecepatan sonic, itu bahkan tidak bisa dilihat dengan mata telanjang dan secara susah payah Undine bersiap menggunakan tongkatnya demi menggunakan sihir apinya sebelum Risela menghentikannya.
"Jangan lakukan itu, hutan ini bisa terbakar."
"Ugh."
Undine akhirnya mengetahui situasi mereka, singkatnya pertarungan ini sangat tidak menguntungkan, Souma mengambil inisiatif untuk menggendong pria terluka itu di punggung dan berlari tertuju ke luar hutan selagi berkata.
"Pokoknya kita pancing dia keluar."
Kedua rekannya mengangguk untuk berlari di belakangnya. Bunyi deburan tanah bersama kehancuran semakin mendekat pada mereka, tepat saat serigala itu muncul di atas kepala mereka. Risela melompat mengirimkan tendangan dari kakinya membuat serigala itu terhempas ke samping.
Berbicara penampilannya serigala itu hanya mengenakan celana robek dengan tubuh terselimuti bulu serta mata yang memancarkan niat membunuh, konon di masa lalu manusia serigala adalah makhluk yang kuat di mana mereka bisa merubah diri mereka seperti manusia pada umumnya dan bertarung dengan wujud berbeda.
Tidak seperti demi human yang hanya menyisakan telinga dan ekor mereka, makhluk serigala merupakan perwujudan monster sesungguhnya.
Tepat saat ketiganya keluar Souma melemparkan pria di punggungnya ke atas rumput sebelum berbalik untuk menghadap makhluk yang mengejar mereka dia menciptakan sebuah katana di tangannya, sementara itu Undine bersiap dengan tongkatnya dan Risela dalam posisi bersiaga dengan dua tangan memegangi pedangnya.
Lolongan menggema ke udara, bersamaan itu, puluhan, tidak, ratusan serigala terbuat dari bayangan berlari keluar dari hutan.
Undine menciptakan lima lingkaran sihir seraya berkata.
"Fire Bolt."
Itu sihir dasar namun jika digunakan secara baik itu akan menjadi efektif saat berhadapan dengan monster, bayangan serigala mulai hancur dengan mudahnya dan beberapa lagi Souma dan Risela membunuhnya lewat tebasan pedang.
__ADS_1
Selepas melawan monster lemah, sosok manusia serigala keluar dengan menunjukkan wujudnya sepenuhnya, dia berkata dengan cakar yang diperkuat di tangannya yang mulai memanjang serta bulu yang terlihat kasar dan berdiri semestinya, aura yang dihasilkan jelas aura yang tidak bersahabat.
"Bagaimana manusia serigala masih hidup setelah konflik itu terjadi?" tanya Souma.
"Jadi kau, aku ingat kau orang yang berjualan obat-obatan waktu itu... kau selalu berkata, nona dadamu sangat besar boleh aku menyentuhnya atau sebagainya dan kau menjerat mereka dengan diskon atau sebagainya."
"Ugh."
"Sungguh tak bermoral," Risela dan Undine berkata hal demikian sementara Souma mengerenyitkan alisnya tak tahu harus menjawab apa.
"Kukira semua orang di sana pasti mengingatku."
"Semenjak konflik itu selesai dengan kekalahan kami, hanya aku yang masih hidup, saat itu situasinya benar-benar mengerikan."
"Jadi kau datang untuk membalas dendam.. tapi kau menyerang orang yang salah, mereka bukan vampir," mendengar balasan Risela, manusia serigala tertawa.
Makhluk ini jelas datang untuk membunuh kami, gumam pelan Souma dalam hati.
"Biar aku perkenalkan diriku, namaku Denis pilar ketiga yang melayani dewa jahat, kenapa kalian diam... mungkinkah kalianlah yang membunuh Noir."
Itu sudah sejak lama saat kelompok Souma mengalahkannya, sebelumnya mereka bertarung dengannya untuk mengambil air suci demi menyelamatkan pak tua Jean.
Denis menutup setengah wajahnya dan melihat lewat celah jarinya selagi menyeringai dengan gigi berjeruji.
"Jadi begitu, kalian lah yang melakukannya."
__ADS_1
"Hewan buas memiliki insting yang bagus," balas Souma sebelum melompat saat serigala tersebut menyerang ketiganya dengan cepat.
Undine mengayunkan tongkatnya sebagai senjata dan serigala itu menahannya dengan punggung tangan sebelum meninju perut Undine sebagai serangan balasan.
Risela mengambil celah dengan tebasan diagonal, serigala menghindarinya selagi mundur ke belakang.
"Kau adalah pahlawan kan, aku sudah mendengar tentang kekuatanmu.. bagiku kekuatanmu tidak sebesar yang dikatakan kebanyakan orang."
"Souma."
Souma meluncur dengan gerakan tusukan, tepat saat Risela menunduk, pedang itu menyayat bagian bahu Denis hingga dia melompat lebih jauh
Ekpresi bahagia telah hilang darinya.
"Bagaimana seorang pemilik toko obat bisa ahli menggunakan pedang, siapa kau sebenarnya?"
"Hanya kebetulan saja."
"Fire Bolt."
Serigala menahan tembakan Undine dengan mata tertutup selagi berkata pelan.
"Jika aku tidak membunuh kalian di sini, kalian pasti akan mengganggu nantinya, tidak ada siapapun yang akan menghalangiku untuk membangkitkan kembali rasku."
"Jadi itu tujuanmu, yah... aku ini tidak suka bertarung... maukah kau menyerah saja lagipula bukannya seluruh anggota Orleans sudah ditangkap oleh guild dan hanya menyisakan kalian saja sebagai pemimpin."
__ADS_1
"Meski hanya kami kebangkitan dewa jahat tetap akan dimulai."