
Beberapa tempat dikunjungi Souma dan tak berhenti di sana ia terus mengalahkan naga sebanyak yang mereka temukan.
"Lihat di bawah sana Souma?"
Ia memperhatikan apa yang ditunjukkan Lugunica padanya, ada segerombolan orang yang terlihat seperti bandit dan tampak mengarah ke arah kota yang sebelumnya dihancurkan para naga.
"Mereka memanfaatkan kekacauan untuk menjarah harta penduduk, benar-benar sangat hina."
"Kalau begitu kita hanya harus menghentikan mereka."
Souma melompat jatuh, pendaratannya menciptakan debu ke udara yang sanggup membuat siapapun berhenti bergerak.
"Sepertinya kalian salah jalan, bisakah kalian pergi dari tempat ini."
"Hah, kami ini berniat untuk merampok kota di depan, kenapa kami harus mendengarmu?"
"Aku ini kuat loh."
Mereka semua tertawa atas pernyataan cepat Souma.
"Kelihatannya juga nggak sih, tubuh kurus wajah datar gitu, mana mungkin kau masuk kriteria kuat, kuat itu seperti ini."
Pemimpin mereka menunjukkan dua orang bertubuh besar dengan otot-otot kekar yang dengan senang memamerkannya seolah atlit binaraga.
"Oh yes otot."
Bagi Souma itu terlihat aneh.
"Bagaimana, lagipula kami ada 200 orang, dan dirimu hanya satu orang mana mungkin bisa ngalahin kami."
"Jika dipikirkan memang benar, kalian banyak dan terlihat kuat."
__ADS_1
"Akhirnya kau mengerti juga."
"Tapi tetap saja tidak akan kubiarkan kalian melangkah lebih jauh."
Si pemimpin menunjuk isyarat untuk menghabisi Souma dan saat dia sadari dua orang berotot yang ditunjukannya telah terbang dengan satu pukulan.
"Bwahhh bagaimana bisa?"
"Sekarang majulah kalian semua."
Mereka diterbangkan dengan berbagai sihir, seperti air, api, tanah, angin, petir, cahaya dan kegelapan hingga berterbangan ke udara.
"Souma maaf menggangu pertarunganmu, tapi kenapa kau sangat kuat meskipun kau kehilangan makhluk seperti itu," ucap Lugunica.
"Dari awal kekuatanku seperti ini, setelah kehilangan sisi negatifku aku lebih mudah melakukannya. Tubuhku terasa ringan dan juga gerakku lebih cepat."
"Jadi begitu, alih-alih melemah kau malah jadi semakin kuat."
"Bertarung seperti ini kurasa tidak buruk."
"Kepribadianmu benar-benar berubah Souma."
"Benarkah?"
"Semua orang pasti akan menyadarinya."
Souma melemparkan semua orang lalu mengikatnya dengan tali sebelum mengumpulkannya menjadi satu. Ia menjentikkan tangannya untuk memunculkan lingkaran sihir di bawah kaki mereka.
"Aku tidak melakukan ini pada para naga agar aku bisa sedikit menghemat, tapi karena sebagiannya sudah beres jadi tidak masalah menggunakannya pada kalian."
"Tunggu, sihir teleportasi? Ke mana kau mengirim kami?"
__ADS_1
"Ke tempat seharusnya kau berada."
Seketika mereka menghilang dalam sekejap.
"Urusan di sini telah beres."
Souma kembali melompat ke atas naga lalu terbang kembali.
Di tempat lain Law yang sudah selesai menyapu halaman latihan tampak tersenyum lebar selagi memandangi matahari tenggelam.
Setelah sekian lama akhirnya perekrutan kesatria telah selesai dilaksanakan terlebih dengan jumlah orang yang sedikit dia bisa merasa bangga untuk itu.
Ketika dia menengadah dia menemukan 200 orang telah berjatuhan dari langit dan menimpa dirinya yang di bawah.
"Apa-apaan ini? Siapa kalian.. kenapa muncul secara tiba-tiba?"
Penyihir rembulan Pandora dan penyihir kasih sayang Marinna Testarosa yang baru muncul menatap Law dengan pandangan bermasalah seperti ikan mati.
"Sedang apa kau?"
"Itu juga hal yang ingin kutanyakan."
Law berusaha sekuat tenaga untuk keluar dari situasi yang menimpanya dan melihat sebuah surat yang dikirim bersama orang-orang tersebut.
"Mereka semua bandit."
"Uwaah, bukannya itu bagus, itu artinya meski selama ini Law tidak bekerja layaknya kesatria dia mampu menangkap penjahat," kata Marinna dan Pandora melanjutkan.
"Itu benar-benar sebuah keberuntungan tinggi, padahal beberapa Minggu ini kau hanya menempel selembaran kertas di rumah orang, mengutip uang di jalanan dan juga mengangkat beras, kau luar biasa."
"Entah kenapa kalian terdengar seperti mengejekku."
__ADS_1