Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 276 : Membuka Cabang


__ADS_3

Anak kecil itu memperkenalkan dirinya dengan nama Kozou, Kozou sendiri tinggal bersama enam kakaknya yang lain yang berada di belasan tahun dan dia anak ke tujuh dari tujuh bersaudara dan hanya dirinya yang merupakan laki-laki.


Dia berbicara bagaimana hidupnya sangat sulit dan hal itu diperburuk dengan kedua orang tuanya yang sakit-sakittan, demi mendapatkan uang ia kerap memperjual belikan informasi bagi beberapa orang khususnya soal keadaan kota ataupun soal lainnya.


Yang dia banggakan adalah kecepatannya dalam belajar.


"Bukannya berbahaya jika anak kecil seperti ini menjadi sumber informasi."


"Jelas sekali, dia belum dibunuh juga sebuah keberuntungan."


"Kalian berdua sedang mengejekku, ngomong-ngomong aku juga bisa memberikan tur kota... aku berikan harga khusus 500 jewel dan juga aku tunjukkan penginapan yang murah."


Uang jewel adalah mata uang kedua setelah perunggu, perak dan emas walau terkesan wow harga uangnya sendiri lebih rendah dari perunggu, sebelumnya Souma selalu melakukan transaksi di tokonya menggunakan mata uang tersebut.


Satu koin perunggu sama dengan 10 Jewel.


Jika 500 Jewel berapa perunggu yang didapatkan, 50 perunggu \= 1 koin perak.


Ia yakin tidak akan ada yang repot-repot menghitungnya. Yang jelas di benua barat juga ternyata menggunakannya.


Souma merenungkannya sesaat.


Dia mendapatkan beberapa informasi tentang bagaimana wilayah ini telah kacau balau, soal pencemaran lingkungan serta wabah yang terjadi hingga membuat semua orang merasa tidak puas.


Ini mungkin hanya dugaan Souma, kemungkinan ada seseorang yang melakukannya dengan sengaja.


Tapi untuk apa alasannya?


Apa orang itu berniat membuat para ras iblis ini mati.


Ketika dia memikirkannya satu jawaban muncul dibenaknya. Lugunica memotong.


"Bukannya mereka punya Relife kenapa keadaannya malah jadi lebih buruk?"


"Ini semua disengaja."

__ADS_1


Mendengar jawaban cepat Souma membuat Janet dan juga Kozou melirik padanya dengan terkejut.


"Apa maksudmu disengaja, apa kau tahu sesuatu?"


"Aah, mudah saja... orang-orang tertentu sedang membuat wilayah ini agar tidak nyaman ditinggali, hanya demi satu tujuan."


Souma memberikan jeda diperkataannya lalu melanjutkan.


"Membuat peperangan, ras iblis yang sudah tidak memiliki tempat akan pindah ke benua lain lalu mengambil wilayah dari manusia, hal ini semata-mata dibuat untuk itu."


"Mustahil? Kami sudah jauh dari ras manusia jika itu terjadi maka akan banyak nyawa yang terbunuh, padahal alasan kenapa kamu tinggal di sini adalah untuk menjauhkan diri dari peperangan."


"Nah Kozou, siapa kaisar yang bertanggung jawab akan wilayah ini?"


"Nyonya Aileen, ia sebelumnya merupakan orang kepercayaan ratu iblis Anna."


"Owh, kau tahu banyak rupanya."


"Tentu saja, jika aku tidak tahu hal semudah itu, aku tidak mungkin dapat uang bukan."


Janet memotong dengan nada khawatir.


Souma menyentuh bahu Janet.


"Tentu aku tidak akan membiarkannya begitu saja... aku sudah punya rencana sendiri."


"Benarkah."


"Owh, seperti itulah Souma dia cepat sekali menemukan jalan keluarnya."


Souma menunjuk ke arah Kozou.


"Keadaan ini bisa diubah dengan keberadaan Kozou."


"Aku? Kau ingin aku ikut berperang atau sebagainya."

__ADS_1


"Tidak sejauh itu, apa kau ingin mendapatkan uang?"


"Tentu saja, aku ingin kaya."


"Kalau begitu mudah, aku akan membuat toko cabang obat di sini dan kau yang akan mengelolanya."


"Heh."


Semua orang berteriak serempak.


"Bukannya toko obat di sini begitu mahal, coba bayangkan jika ada obat yang murah yang bisa diterima banyak orang, ketika semua orang kembali sehat maka mereka punya tenaga dan pikiran untuk mengubah hidup mereka sendiri menjadi lebih baik."


"Souma mungkin kau lupa, tapi kita manusia?"


"Ma-manusia?"


Souma berlutut lalu meletakkan tangannya di pundak Kozou.


"Kami sesungguhnya adalah manusia tapi jangan khawatir, kami tidak datang untuk bertarung atau sebagainya.. ada sebuah benda yang ingin kami ambil untuk membantu Lugunica dan banyak orang, dan aku sangat membutuhkan hal itu, tapi di sisi lain kami juga berfikir untuk menyelamatkan benua barat serta mencegah peperangan, semuanya tergantung padamu.. apa kau bersedia menjadi seorang pahlawan atau membiarkan semuanya begitu saja."


"Pahlawan?"


"Dan jangan lupa soal uangnya."


Mata Kozou bersinar terang.


"Akan kulakukan... semua ini demi uang, eh maksudku demi kedamaian."


"Akhirnya kau mengerti."


Lugunica dan Janet saling berbisik.


"Ada yang salah dengan anak ini?"


"Aah, aku juga penasaran akan tumbuh seperti apa dia di masa depan."

__ADS_1


"Mungkin sama liciknya dengan Souma yang memprovokasi anak kecil."


"Benar sekali."


__ADS_2