
Satu bulan berlalu semenjak Souma kembali ke kotanya dan sekarang di daratan luas yang diisi oleh rerumputan Lugunica berteriak puas.
"Akhirnya aku bebas, setiap hari hanya melihat seseorang membuat obat benar-benar membosankan."
Dia menggerutu soal dirinya yang diletakkan di jendela toko milik Souma.
"Souma katakan sesuatu?"
"Aku minta maaf."
"Itu perkataan yang bagus tapi aku ingin permintaan maaf digantikan dengan sebuah tindakan seperti mentraktirku makanan atau sebagainya."
Naga ini memang tidak bermoral.
Terlepas dari itu Souma bisa mengerti perasaannya, dia hanya naga yang terjebak di sebuah pedang sejak lama pasti dia ingin keluar dari sana juga.
Beberapa karavan pedagang muncul dari belakang dan meminta Souma untuk menyingkir. Mereka terlihat tergesa-gesa karena itulah Souma memilih untuk membiarkannya berlalu begitu saja.
"Orang-orang yang kasar, paling tidak mereka bisa mengatakannya dengan halus," ucap Lugunica.
"Yah aku tidak keberatan, mungkin sesuatu sedang mengejar mereka."
"Maksudmu seperti makhluk di sana itu."
Souma berbalik dan melihat bahwa seekor kadal raksasa sedang berlari padanya. Dia mengarahkan tangannya selagi berkata.
"Inferno," dan gelombang api membakarnya hingga hanya menyisakan tulang berulang.
"Ah seharusnya aku tidak membakarnya, mungkin itu keturunanmu Lugunica."
"Hah, itu hanya seekor kadal, aku naga aku tidak bisa dibandingkan dengannya."
__ADS_1
"Berapa ukuranmu saat berubah jadi naga?"
"Sekitar 10 gunung."
"Kamu pasti sangat besar."
"Aku jarang menampakan bentuk seperti itu, aku senang menjadi seorang gadis manis yang semua orang anggap sebagai malaikat."
Souma mulai memikirkannya, seperti apa wajah Lugunica sesungguhnya meskipun dia tahu dia pasti Loli.
Setelah perjalanan santai mereka sampai di sebuah kota kecil yang berfungsi sebagai station. Yap, ini adalah tempat satu-satunya yang mana di tempat ini menjalankan sebuah kereta yang disebut sebagai Link Express.
Kereta ini adalah alternatif yang digunakan banyak orang untuk berpergian ke segala penjuru benua. Link Express bisa melaju di atas laut jadi tidak ada hambatan soal apapun.
Seekor kucing yang bertugas sebagai kepala station, sekarang sedang mengintrogasi Souma karena dia mencoba memberikan ikan asin padanya.
"Siapa kau? Apa kau tahu bahwa aku seorang yang berwenang di tempat ini."
"Tentu saja aku mau, naiklah.. kau bisa duduk di manapun."
Dengan sedikit suap Souma bisa mempercepat keberangkatannya, dia duduk di kursi pertengahan di mana di sini dia bisa melihat luasnya laut dari tempatnya duduk.
"Kau memikirkan sesuatu Lugunica?"
"Aku ingat pernah naik ini, tapi saat itu... yang bertugas bukan kucing yang sekarang."
"Begitu."
Lugunica diletakan di kursi depan saling berhadapan dengan Souma layaknya manusia, beberapa orang bahkan melihatnya dengan aneh sampai seorang wanita dengan gaun merah muda serta rambut bor berwarna pirang muncul.
"Apa kursinya kosong?"
__ADS_1
"Iya silahkan."
"Terima kasih."
Dia membawa koper besar, karena terlalu besar Souma berinisiatif untuk membantunya menaikan ke atas.
"Aku benar-benar terbantu, namaku Janet, aku seorang arkeologi."
"Souma, pemilik toko obat dan di sana Lugunica."
"Halo, aku Lugunica."
"Pedangnya bisa bicara luar biasa, boleh aku memeriksanya."
Souma pikir para arkeologi menyukai hal-hal seperti ini jadi Souma membiarkan dia untuk melakukannya.
"Pedang yang indah, apa manusia benar-benar mampu membuat hal seperti ini?"
Tentu saja tidak, itu dibuat oleh naga.
Setelah dia puas memperhatikan, Janet meletakan kembali pedangnya dengan luas. Souma bertanya ke arahnya.
"Ngomong-ngomong apa ada tempat yang ingin Nona Janet tuju?"
"Hmmm itu, aku ingin pergi ke kota para penyihir untuk meneliti apa yang terjadi di sana. Katanya semua penyihir tiba-tiba menghilang dan tak pernah ada yang melihat jasadnya, aku hanya ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi."
Entah Lugunica atau Souma dia sudah tahu alasannya, tentu keduanya tak ingin memberitahukannya pada siapapun.
"Kami juga ingin ke sana, kita bisa datang bersama."
"Benarkah, aku sangat senang... aku sudah mengajak yang lainnya untuk turut ikut dalam penelitian ini tapi mereka malah ketakutan."
__ADS_1
Tempat itu sudah ditinggalkan jadi itu wajar-wajar saja.