
Di dalam kedai yang diisi oleh pasukan six Seven, Souma, Janet dan Aileen semuanya tampak bersenang-senang.
Ada juga keluarga Kozou dan pasukan kerajaan yang membaur dan makan bersama, hampir semua pertikaian sebelumnya telah lenyap di mata orang-orang.
Shiji tersenyum selagi bersandar di dinding sementara Souma di sebelahnya memperhatikan.
"Apa kau akan tetap berada di dunia ini?"
"Tentu saja tidak, aku punya duniaku sendiri terlebih bukannya di tempat ini sudah ada pahlawan."
"Sebenarnya aku tidak terlalu peduli aku pahlawan atau bukan."
"Gelar pahlawan bukan gelar yang diakui seorang melainkan diakui semua orang, meski kau menyangkalnya orang-orang akan tetap memanggilmu begitu, kalau begitu sampai jumpa."
Souma menghela nafas panjang, saat dia mengalihkan pandangannya, Shiji telah hilang di sampingnya yang digantikan Janet dan Lilith yang berjalan ke arahnya.
Janet memberikan pedang Lugunica padanya.
"Aku pikir perjalananku sudah selesai sekarang, aku akan pulang sekarang."
"Kau yakin tidak ingin melihat semuanya sampai kota penyihir kembali sedia kala."
"Tidak, pemandangan yang sebelumnya benar-benar tidak bisa aku lupakan aku merasa aku tidak ingin melihat hal seperti itu lagi."
"Begitu, Lilith bisakah kamu antarkan Janet kembali."
"Tentu tuan, aku akan memastikan bahwa nona Janet akan dikembalikan secara utuh."
"Bukannya perkataanmu mengerikan."
"Mari kita pergi sekarang."
Janet tersenyum lebar selagi menunjuk ke arah Souma.
__ADS_1
"Souma, perjalanan yang kulakukan denganmu sangat menyenangkan."
"Aah."
Keduanya menghilang.
Souma menaruh pedang Lugunica kembali ke punggungnya.
"Bahkan dengan Janet, peranku sangatlah sedikit.. menyedihkan sekali."
"Bukannya itu sudah cukup."
"Cukup apanya coba? Peranku sedikit bagaimana jika ada karakter baru yang mengantikanku."
"Aku pikir itu tidak mungkin."
Souma menghela nafas panjang dan tak lama kemudian Aileen mendekatinya.
Dia menjulurkan sebuah batu mirip kristal bercahaya padanya, memiliki warna putih murni.
Souma melakukannya lalu menyimpannya di dalam saku pakaiannya.
"Tolong sampaikan permintaan maafku pada Anna, aku sudah banyak merepotkannya."
"Kamu bisa mengunjungi secara langsung, dia selalu berada di toko," atas pernyataan Souma, Aileen menggelengkan kepalanya.
"Aku akan membuat tempat ini jauh dari siapapun, menjadi sebuah benua yang tetap terisolasi dari luar."
Souma hanya mengangguk sebagai jawaban.
Meski terisolasi benua ini jelas akan semakin baik ke depannya, Souma berpamitan pada semuanya termasuk keluarga Kozou.
Ia telah banyak membantu mereka dari yang hanya tidur di jalanan kini mereka tinggal di sebuah rumah yang cukup nyaman.
__ADS_1
Di masa depan nanti mereka akan semakin berkembang juga. Bahkan Miyura sendiri akan mengajari keluarga ini dalam meningkatkan pembuatan obatnya
"Jaga dirimu guru, tolong kunjungi kami sesekali."
"Aah, selamat tinggal."
Tubuh Souma menghilang dan dia muncul di station Link Express, dari sini dia akan meneruskan perjalanan ke Omelas sebelum akhirnya menuju ke Lost Sanctuary.
"Akhirnya satu hal telah selesai sebaiknya kita bergegas lagi Souma."
"Kita tidak perlu terburu-buru loh."
"Apa yang kau katakan? Aku ingin segera memiliki tubuhku sendiri, aku tidak sabar menunggu."
"Baik, baik."
Sebelum Souma naik ke dalam kereta, beberapa orang tampak berlari ketakutan demi bisa menaikinya juga, salah satunya bahkan menabrak Souma hingga dia sendiri yang terlempar ke lantai.
"Kau tidak apa-apa?"
"Aku tidak apa, maafkan aku."
"Kenapa kalian terburu-buru begitu?"
"Ada pasukan naga yang akan segera datang kemari.. mereka membakar seluruh kota dan membunuh semua orang."
Lugunica jelas sangat terkejut dengan pernyataan seperti itu.
"Ka-kau tidak bohong, mana mungkin naga menyerang manusia?"
"Aku mengatakan hal sesungguhnya," bantahnya.
Pria itu bahkan tidak memperdulikan bahwa sebuah pedang berbicara padanya.
__ADS_1
"Ini jelas festival naga sama seperti dulu, aku yakin semuanya akan dihanguskan sama seperti wilayah ras iblis," setelah mengatakan itu dengan wajah panik pria tersebut segera berlari kembali.