
Setelah mengumpulkan banyak tanaman yang bisa dimakan. Souma mengambil kursi sedikit jauh dari kerumunan di mana dia duduk selagi memperhatikan bagaimana mereka memasak.
Seluruh karyawan tokonya telah kembali ke toko saat Souma memberikan bahannya pada Ferguso. Astrea duduk di sebelah Souma selagi menyodorkan susu hangat untuknya.
"Bolehkah kakak cantik ini duduk di sebelahmu."
"Pergi sana."
"Berani sekali kau mengusirku."
Astrea mengunci wajah Souma dengan sikut lengannya sementara Souma berusaha melepaskannya, walau kedua dada tersebut menekannya cukup baik Souma jelas tidak terlalu menyukainya.
Astrea mendesah pelan, melepaskan kunciannya sebelum menatap ke arah sama seperti yang Souma lakukan.
"Kudengar kau bekerja keras untuk melawan kerajaan Alman."
"Hanya kebetulan saja," balasnya menarik gelas susu ke dekat bibirnya.
"Sesuai yang diduga darimu, kau tidak mungkin melakukannya sengaja meski begitu aku cukup bangga denganmu."
"Kenapa kau begitu tiba-tiba.. aku merasa takut."
"Kau pria menyebalkan setidaknya berbicaralah lebih baik dengan seorang wanita. Bagaimana dengan karyawanmu?"
__ADS_1
"Mereka baik-baik saja atau sejujurnya tidak ada siapapun yang berniat untuk keluar dari sana."
"Haha bukan hal buruk bisa tinggal bersama para gadis kau tahu? Di luar sana banyak pria yang menginginkannya."
"Aku hanya merasa tidak bisa menjawab keinginan mereka."
Astrea tersenyum simpul.
"Jadi begitu, mereka ingin disentuh olehmu dan kau tidak bisa memuaskannya."
"Akan kutendang kau jika berbicara seenaknya."
"Aku hanya bercanda, tak masalah untuk hidup seperti yang kau inginkan tapi hanya satu pesanku, jangan pernah mengecewakan seseorang yang menyayangimu."
Semua orang di guild mulai mencoba masakan yang telah dibuat para kontestan sementara Ferguso sedang menilai siapa pemenangnya, untuk Souma sendiri dia tidak terlalu tertarik bahkan dia sudah tahu siapa yang menang dengan hanya sedikit mencicipinya dan tebakannya memang benar.
Souma kembali ke tokonya saat Anna tampak gelisah di luar toko, melihat kedatangannya, ada sedikit nafas kelegaan yang terpantul di wajahnya.
"Ada apa Anna?"
"Ada tamu yang bilang ingin bertemu Souma."
"Bertemu denganku?"
__ADS_1
Itu sedikit membuatnya penasaran dan saat Souma masuk, dia menemukan seorang wanita berambut biru duduk dengan segelas teh di tangannya yang mana Celestrial juga turut menemaninya.
Untuk Risela dia sedang diikat di lantai, itu bukanlah kejadian yang jarang dijumpai.
Wanita dengan gaun biru tersenyum kecil lalu berdiri untuk memberikan sedikit penghormatan, posturnya sangat sempurna dan itu cukup membuat Souma terkejut.
Tubuhnya kurus tapi terlihat profesional dengan dada besar yang menonjol dari gaun miliknya terlebih tanduk di kepalanya mencerminkan siapa dia sebenarnya.
"Apa ada sesuatu yang bisa kubantu?" tanya Souma kaku.
Aura yang diberikan oleh wanita itu adalah aura wanita dewasa yang melebihi sosok Anna sendiri.
"Aku datang kemari untuk mengundangmu secara khusus ke kota naga, aku berterima kasih sebelumnya karena telah menyelamatkan Red Crimson, sebagai seorang kakak aku benar-benar sangat berterima kasih."
"Kakak? Dengan kata lain kau. Blue Crimson."
"Benar, Anda cukup berpengetahuan rupanya tapi itu hanya julukan yang manusia berikan nama asliku Stelfania... sungguh adikku itu bisa-bisanya ditangkap oleh manusia dan terkena sihir pengendali naga untuk kedua kalinya, aku meminta maaf atas kerusakan yang dia buat."
"Masalah itu sudah selesai jadi bukan masalah lagi."
"Tidak-tidak, itu bukan masalah sepele jika naga dan manusia berniat bermusuhan akibat kejadian itu, kedua pihak pasti akan mengalami kerugian... karena itulah kami ingin mengundang tuan Souma untuk datang ke kota naga, Red Crimson ingin datang kemari juga tapi aku pikir aku sendiri yang harus melakukannya."
Ditatap pandangan seperti itu Souma jelas tidak akan bisa menolaknya.
__ADS_1