Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 192 : Dua Belas Kesatria Meja Bundar


__ADS_3

Sementara itu di ruangan rapat, Raifudus telah mengumpulkan pasukan elitnya, mereka dikenal sebagai 12 kesatria meja bundar yang setara dengan kesatria suci yang dimiliki gereja Harmonia.


Yang duduk paling dekat bernama Bertovo dia pengguna pedang dengan rambut keemasan, mengenakan jaket terbuka dan wajahnya tampak menyeramkan dengan jenggot serta kumis yang tumbuh lebat.


Di sebelahnya wanita yang mengenakan gaun terusan terbuka, memiliki rambut biru panjang dengan setiap kuku jarinya sepanjang 30 cm bernama Miscute.


Selanjutnya adalah wanita besar dengan rambut apro hitam, mengenakan pakaian bikini berwarna serupa serta menenteng sebuah gada raksasa di punggungnya bernama Big Mother.


Di sebelahnya lagi seorang pria dengan pakaian taksedo serta rambut hitam menutupi sebelah matanya, ia mengenakan sarung tangan hitam dengan keahlian mengendalikan benang besi bernama Opener.


Berikutnya pria yang dibungkus oleh perban di mana kedua tangannya tak bisa digerakkan, Lumpia.


Sementara di sebelahnya lagi pria dengan pakaian petani berambut jamur merah, namanya Kangkung.


Di sisi lain berbeda, di hadapan Bertovo seorang wanita dengan senyuman wajah mengantuknya menyeringai senang menampilkan gigi berjeruji, dia membawa dua pedang di punggungnya dan sering disebut sebagai seorang yang ahli dalam pedang ganda. Milaina sang rambut perak.


Di sebelahnya pria besar plontos dengan sebuah capit besi di punggungnya, ia sering disebut sebagai mesin pembunuh, namanya Lobster.

__ADS_1


Di dekatnya seorang gadis kecil memeluknya dengan erat ia berambut pirang sebahu dengan gaun gothic serta penutup mata dan ahli menggerakkan boneka mayat hidup.


"Aaah, dia datang, sesuatu datang, segel mataku akan terbuka dan kalian akan mati haha," tukang halu Beatrix.


Di sebelahnya pria yang berwajah pucat seolah kekurangan darah dan ahli dalam melemparkan pisau. Namanya Pisaumen.


Kemudian di sebelahnya lagi pria badut yang suka membuat berbagai hal dari balon sebagai pertunjukan, namanya Buyur.


Dan terakhir adalah pria yang mengenakan segala atribut hitam seolah dirinya dalam kegelapan, mengenakan pedang di pinggangnya dan terkesan normal dari semuanya, dia bernama Black Shadow.


Raifudus tertawa melihat keberadaan mereka.


"Black Shadow."


"Kenapa dia menyebut namanya?"


"Dia memang hobi seperti itu, saat bertarung ia akan terus menyebut namanya, yah... dia lebih baik dari sebagian orang di sini," jawab Riona yang berdiri di belakangnya.

__ADS_1


Riona adalah wanita vampir yang sebelumnya membunuh raja Diamond.


"Black Shadow."


"Fufu jadi yang mulia kaisar kenapa anda memanggil kami semua berkumpul di sini? Kau tahu jika gegabah datang aku mungkin tidak bisa menahan kekuatanku dan kastil ini akan hancur," suara itu berasal dari Beatrix yang bertanya selagi memegangi matanya.


"Alasan kalian aku kumpulkan karena kita akan menyambut seorang tamu... dia membawa banyak orang untuk bertarung melawanku jadi aku ingin kalian menghabisi mereka tanpa ampun."


"Soal itu bukan masalah, aku bisa membunuh mereka dengan baik lewat lemparan pisauku," ucap Pisaumen.


"Kalian tidak boleh meremehkannya, ada seorang yang harus kalian waspadai dia adalah seorang pria dengan topeng iblis serta pedang aneh di tangannya."


"Topeng iblis haha dia pasti jelek hingga menyembunyikan wajahnya," tambah Miscute.


"Aku pikir dia hanya sengaja untuk menyembunyikan identitasnya, siapapun itu jangan biarkan lolos."


"Kami mengerti."

__ADS_1


"Sebentar lagi mereka siap jadi kalian bisa bebas memilih tempat yang kalian sukai, aku ingin semuanya dihabisi."


Pertempuran besar akan dimulai sekarang.


__ADS_2