Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 261 : Kota Nonsol


__ADS_3

Seperti yang dikatakan Oriana, kota Nonsol memiliki penjagaan ketat entah di luar ataupun di dalam semuanya dipenuhi oleh penjaga, jika sekilas hanya diisi manusia namun sesungguhnya di sekitarnya dipenuhi oleh iblis yang tak kasat mata.


Semua penjaga sangat waspada dengan keberadaan pria karena itulah Souma bersembunyi di bawah kereta sementara sisanya menyamar.


Dorothy bahkan repot-repot menggunakan wig dan gaun yang sejujurnya dibenci olehnya.


Oriana mengeluarkan kepalanya dari kereta saat pemeriksaan.


"Halo, halo, kalian.. aku perlu wanita muda lagi, apa kalian punya."


"Nona Oriana, kami punya banyak silahkan pilih semaumu."


"Oke."


Banyak kereta yang diperiksa begitu teliti namun karena ini milik kereta Oriana, itu tidak terlalu ketat.


Di dalam gang Dorothy maupun Heart melepaskan penyamarannya.


"Kalian yakin hanya sampai di sini?" tanya Oriana.


"Ini sudah cukup, benarkan Souma?"


"Aah, jika kau ketahuan menyelinapkan kami ke kota kau bisa dalam bahaya."


"Aku mengerti, kalau begitu aku mendoakan keberhasilan kalian."


Oriana berjalan untuk masuk ke dalam kereta miliknya, ia bahkan mengenakan kacamata untuk melihat para iblis.


Dorothy yang bersandar terlihat kesal.

__ADS_1


"Aku jadi terlibat jauh sekarang, lalu apa rencananya?"


Heart dan Souma memiringkan kepalanya.


"Jangan bilang kalian tak memikirkan apapun, di tempat ini ada dua pilar pelayan atas dan puluhan pilar pelayan bawah, kalian akan menemui mereka kemudian membunuh mereka."


"Itulah yang kami rencanakan."


"Ya ampun... kepalaku pusing, kalian benar-benar tidak masuk akal. Lakukan sesuka kalian, aku akan berjalan-jalan dan melihat apa ada barang yang bisa kucuri di sini."


"Tentu."


Keduanya hanya melihatnya dari kejauhan.


"Sifat pencurinya telah kembali kurasa, kalau begitu Souma... aku akan mengambil jalan ke sana."


"Baik, dah."


"Ya."


Giliran keduanya berjalan menjauh, di sepanjang jalan Souma hanya melihat bangunan pabrik saja yang memproduksi makanan, pakaian serta berbagai perabotan lainnya. Jika mengamsumsikan hal itu tempat ini bisa disebut sebagai industri.


Souma berjalan santai tanpa mempedulikan dirinya terlihat atau tidak, tampak seorang gadis sedang menangis di pinggir jalan hingga ia memberhentikan langkah kakinya.


"Kau tak apa?"


Dia berhenti menangis dan melirik ke arah Souma dari balik kacamatanya.


"Aku tidak ingin di sini, tolong aku hueeh... aku sudah lelah bekerja."

__ADS_1


Tempat ini berfungsi untuk memenuhi kebutuhan manusia di kota lain. Sebuah suara muncul dari belakang Souma.


"Apa yang kau lakukan di sini? Cepat bekerja dan kau.."


Tanpa basa-basi ujung pedang menembus kepalanya, darah menyembur dari iblis yang roboh ke tanah.


"Ugh, bikin kaget saja... iblis ini tiba-tiba muncul," ucap Lugunica.


Gadis itu berhenti menangis dan berubah kebingungan.


"Sekarang katakan padaku di mana kau bekerja?" tanya Souma.


Teriakan menggema di sepanjang ruangan luas, para manusia berdiri di belakang Souma yang dengan santai membantai iblis di depannya hingga mereka menghasilkan lolongan mengerikan.


"Ja-jangan... hentikan."


Tentu Souma tidak memiliki belas kasih, dia hanya mengatakan selamat tinggal saat para iblis dihancurkan. Dia juga membunuh manusia yang berkomplot dengan mereka.


Dia berbalik ke arah semua orang di belakangnya.


"Kalian tidak ingin pergi?"


"Kami tidak tahu di mana tempat yang aman, terlebih kami juga tidak bisa pergi dari rumah kami," ucap si gadis tadi sebagai perwakilan semua orang.


"Kalau begitu tinggallah di sini, aku rasa sudah tidak ada lagi iblis di tempat ini."


"Te-terima kasih banyak, apa Anda seorang kesatria kavaleri?"


Itu identitas Souma sekarang jadi dia mengangguk mengiyakan hingga wajah mereka tersenyum cerah.

__ADS_1


__ADS_2