Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 285 : Para Pemberontak


__ADS_3

Dalam keheningan tersebut Souma membuka mulutnya.


"Bagaimana kau tahu tentang Zaskiver?"


"Itu karena."


Dalam waktu singkat kelima jari wanita tersebut telah mencengkeram wajah Souma. Selagi menyeringai dia melanjutkan.


"Jika kau ingin tahu, maka kalahkan aku dulu."


Souma menggunakan sihir teleportasi dan membawa dirinya serta wanita itu untuk muncul di luar kota.


Keduanya melayang di udara sebelum akhirnya Souma dilempar jatuh ke bawah menciptakan semburan tanah yang naik ratusan meter ke udara.


Sementara Souma tertimbun di tanah, wanita itu tertawa senang.


"Sudah kuduga, kau tidak mati setelah terkena kemampuanku... seberapa besar kemampuanmu?"


Souma keluar dari dalam tanah dengan wajah mengantuknya.


"Kau benar-benar wanita merepotkan, apa seperti itu saat memperlakukan orang asing yang baru kau temui."


"Begitulah. Aku Rosaria, aku selalu tertarik dengan orang-orang kuat."


Satu orang lagi yang gila bertarung, pikir souma dalam hati.


Rosaria mendaratkan kakinya sebelum menerjang ke depan, itu gerakan yang sangat cepat dan hanya meninggalkan bekas jejak di belakangnya. Dia muncul di samping Souma selagi memberikan tendangan terbang. Dengan santai Souma membungkukkan tubuhnya untuk menghindarinya.

__ADS_1


"Apa?"


"Saat bertarung jangan lengah."


Pukulan Souma telah masuk ke wajah Rosaria, beruntung di detik terakhir dia mampu mengantisipasinya sehingga walau tubuhnya terlempar dia tetap berdiri tanpa terluka.


"Benar-benar kuat, bahkan kelihatannya kau tidak berniat menarik pedangmu itu."


"Kau pengguna tangan kosong jadi akan adil jika aku melawanmu dengan sesuatu yang sama."


"Kau tidak menganggapku musuh?"


"Ini hanya insting, tapi kurasa kau juga membenci pihak kekaisaran bukan."


Rosaria tersenyum pahit sebelum keduanya kembali melesat maju dengan sebuah pukulan, ketika kedua pukulan itu saling berbenturan tanah pijakan mereka hancur berkeping-keping menciptakan lubang berdiameter 50.


Sudah lama Souma tidak bertarung dengan cara seperti ini, dan dia cukup menyukainya.


Dengan perkataan tersebut tubuh Rosaria terbakar api, pukulannya menyerap kekuatan tersebut hingga ke batas tertingginya, dengan sedikit menggerakkan lehernya pukulan itu menyerempet pipi Souma sementara tembok kota di belakangnya telah jebol sedemikian rupa.


"Aku akan minta maaf untuk itu nanti."


Souma memegangi tangan Rosario, meskipun tangannya sedikit melepuh dia tidak mempedulikannya, dengan gerakan lembut Rosaria dibanting ke tanah dan itu menghasilkan ledakan ke udara.


Mata Rosaria tampak berputar sementara pahanya terangkat naik.


"Aku menyerah, menyerah."

__ADS_1


Souma menghela nafas panjang lalu mengulurkan tangannya untuk membantunya berdiri, dia menjentikkan jarinya dan dalam sekejap tembok yang jebol kembali tersusun sedia kala.


"Kau mampu melakukan itu juga. Maaf untuk barusan, Zaskiver bilang kau cukup berbakat jadi aku meminta seseorang untuk menyelidikimu, ngomong-ngomong Zaskiver sebelumnya mantan anggotaku."


"Anggota apa tepatnya?"


"Kami di sini disebut sebagai para pemberontak yang menentang kekaisaran di benua barat ini, Zaskiver sedikit terobsesi dengan uang karena itulah aku tempatkan dia di pabrik tersebut sebagai mata-mata."


"Itu sesuatu yang tak terduga."


Orang di depan Souma maupun Zaskiver sama-sama menyukai pertarungan.


"Jika dia anggotamu, lalu dia ada di mana sekarang?"


"Soal itu, Zaskiver akan dihukum mati dalam waktu tiga hari sebagai kelalaiannya gagal menjaga pabrik, sebelum dia dibawa pergi ia memberikan informasi tentangmu, karena itulah... maukah kau membantu kami, kami berniat menyerang ibukota, dengan mengumpulkan pasukan khususnya ras Viking juga."


"Ras Viking?"


"Mereka juga membenci pemerintahan sekarang."


Souma diam sejenak saat Rosaria mengulurkan tangannya meminta jabat tangan.


"Bagaimana dengan Zaskiver?"


"Kita bisa menyelamatkannya jika kau mau."


"Kau terlihat tidak peduli dengannya."

__ADS_1


"Dia itu sangat menyukai uang, jujur saja dia banyak merepotkanku."


Souma pun membalas jabat tangannya dengan senyuman kecil.


__ADS_2