Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 341 : Obrolan Di Kedai


__ADS_3

Mereka mengambil waktu di kedai yang cukup ramai, walau Sina mengenakan pakaian yang tertutup kecantikannya tidak bisa dilewatkan semua orang, semua tatapan diarahkan padanya tak terkecuali wanita atau pun pria, beberapa bahkan menunjukan ketidaksenangan terhadap Souma yang bisa duduk bersama ketiga wanita tersebut.


Pandora, Marinna dan juga Sina.


"Entah perasaanku atau semua orang sedang berfikir untuk membunuhmu Souma?"


"Hanya perasaan."


Marinna tersenyum dengan caranya sendiri, setiap dia melakukannya ekpresinya terlihat nakal.


"Mereka hanya iri karena Souma duduk dengan gadis cantik, apa aku harus bilang bahwa kau sebenarnya gigolo."


"Hentikan itu, aku masih mau hidup."


"Cuma bercanda."


"Hal seperti ini sudah biasa untukku, tapi aku sedikit lega bahwa tidak ada yang berani mendekatiku sekarang," tambah Sina.


Keberadaan Souma jelas dianggap sebagai bodyguard atau sebagainya.


Mereka memesan makanan secukupnya lalu memulai berdiskusi tetang keberadaan kakak Marinna.


Ia memiliki kutukan kematian karena itulah dia selalu menyembunyikan dirinya di suatu tempat yang tidak ada makhluk hidup.


"Kakakku sedikit merepotkan."


"Dia hanya berusaha melindungi semua orang darinya, aku bisa mengerti bahwa dia paling menderita karena harus selalu kesepian," Pandora terlihat bersimpati namun dia berekspresi dingin.

__ADS_1


Tidak jelas jika harus menebak bagaimana dia berekspresi, di sisi lain Sina terus mengunyah.


"Enak sekali, selama ini aku hanya makan rumput dan ranting, ternyata makanan harus terasa seperti ini."


Ketiga orang menunjukkan wajah pucat, orang ini mungkin cantik tapi sebenarnya orang bodoh.


"Kutukan kematian Altina bukan berasal dari kekuatan Grimore, kuharap kau Souma bisa melakukan sesuatu untuk itu."


"Kurasa aku bisa menggunakan sihir suci bahkan jika itu kutukan dari dewi."


Semua orang kini merasa lega.


"Aku masih kepikiran sesuatu, saat kejadian Fram di kota naga, dia sebelumnya berada di sebuah peti mati?"


"Soal itu aku dan Altina yang melakukannya, kami pikir Fram sangat berbahaya jadi kami mengurungnya di sana, tidak kusangka dia malah dianggap sebagai dewa jahat dan beberapa orang mencoba mengeluarkannya."


Saat itu pedang Lugunica yang memutuskan rantai peti tersebut, banyak masa lalu yang terjadi saat itu, walau demikian Souma lebih memikirkan soal pria yang dia temui bersama Shiji waktu itu.


Tak lama kemudian beberapa orang masuk dan duduk di belakang meja Souma selagi berbicara sesuatu.


"Kalian sudah tahu, wilayah hutan demon, tiba-tiba mati.. semua pepohonan dan monster mengering karena sesuatu."


"Soal itu, aku sudah mendengarnya, tidak ada yang berani memasukinya. Walau pendapatan petualang berkurang aku sedikit bersyukur bahwa monster mulai berhenti menyerang penduduk desa sekitar."


"Ah iya, tapi kudengar tuan tanah mulai mengumpulkan petualang kuat untuk menyelidikinya, aku harap itu tidak berubah menjadi insiden mengerikan."


"Sepertinya aku mendengar sesuatu yang bagus," kata Pandora mewakili perasaan semua orang.

__ADS_1


Setelah selesai makan mereka memutuskan untuk keluar kedai. Souma menyeret Sina dengan tangannya.


"Biarkan aku memesan lagi, aku ingin makan."


"Kau sudah makan 30 piring."


Semua yang melihatnya hanya duduk memucat.


"Orang itu sudah gila, gadis secantik itu diperlakukan kasar."


"Lalu kenapa kau tidak membantunya?"


"Entah kenapa aku merasa aku tidak akan menang jika melawan pria tadi."


"Aku juga berfikiran sama."


Mereka berkunjung ke rumah bangsawan pemilik tanah yang hanya memasang wajah bingung.


Marinna yang mengambil alih.


"Nah, tuan bangsawan terhormat, bisakah Anda membatalkan pekerjaan untuk menyelidiki hutan demon dan menyerahkannya pada kami."


"Tapi mereka mungkin akan marah."


"Jangan khawatir kami akan melakukannya tanpa upah jadi mereka tetap akan mendapatkan bayarannya."


"Aku mengerti, tolong jangan menunjukkan pahamu padaku... aku bukan lolicon."

__ADS_1


"Belakangan ini orang-orang tidak sesat yah."


"Kaulah yang sesat," potong Souma demikian.


__ADS_2