Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 329 : Pembangunan Berikutnya


__ADS_3

Seperti sebelumnya pertama yang dilakukan Souma adalah memotong pohon-pohon sebanyak yang dia inginkan, dia akan membangun area luas untuk latihan di depan bangunan utama.


Jika diperhatikan seluruhnya akan terlihat seperti sebuah sekolah pada umumnya.


Melalui sihir, Souma mulai menyusun pohon tersebut.


"Kau melakukan dengan baik Souma."


Astrea berkunjung dan mengutarakan perasaannya tentang bangunan yang sedikit lagi hampir dibuat.


"Jika ada permohonan aku tidak keberatan untuk membuatnya."


Astrea diam untuk memikirkannya.


"Semuanya sudah tersedia tidak ada permintaan."


Souma mengangguk puas, dia berfikir Astrea akan memintanya untuk membuat ruangan penyiksaan atau sebagainya.


"Lalu bagaimana dengan Risela dan Stella?"


"Mereka akan membantu melatih tapi tidak akan terlalu sering, karena itu kusarankan untuk mencari pembimbing tetap saja."


"Seharusnya mereka keluar saja dari kesatria."


Tentu saja hal tersebut tidak bisa dilakukan, Risela memang membantu di toko Souma namun dirinya yang seorang kesatria tidak pernah dihilangkan begitu saja.


Terlebih ibukota kini berada satu kota dengan tokonya. Sedangkan untuk Stella dia adalah bangsawan secara turun menurun yang telah mengabdikan dirinya pada kerajaan.


"Aku pikir aku akan meminta Undine saja."


Usulan itu segera dibantah Souma.


"Kau ingin membuat semua petualang menggunakan sihir ledakan, hanya beberapa saat pasti akan muncul semacam sekte pemuja ledakan."

__ADS_1


"Kedengarannya akan sangat berbahaya."


Souma menganggukkan kepalanya yakin. Mengahadapi satu Undine sudah merepotkan jika ada Undine yang lainnya dunia ini mungkin akan hancur.


"Aku akan menyeleksi petualang nanti."


"Itu ide bagus, ngomong-ngomong soal petualang apa ada orang bernama Endaemonia di guild?"


"Ah, gadis itu.. aku melihatnya bersama beberapa orang petualang seumurannya, kurasa dia sudah membentuk sebuah party."


Souma tersenyum kecil.


"Itu melegakan."


"Apa dia selingkuhanmu?"


"Dia penyihir bencana."


"Ada cara seperti itu juga yah... entah bagaimana masa lalunya, asal dia mau berubah aku akan dengan senang menerimanya di guild."


"Sesuai yang diharapkan dari Onee-san."


"Eh, apa barusan kau memanggilku Onee-san? Tolong panggil aku begitu lagi!"


"Tolong menjauh dariku."


"Tapi Onee-san? Onee-san? Onee-san?"


Kesalahan Souma telah memanggilnya seperti itu tanpa sadar.


Beberapa hari berikutnya semua istri, pekerja toko serta 300 pelayan telah menempati kediaman baru.


Tak hanya kamar, Souma menambahkan ruangan permainan serta pemandian air panas yang bisa dimuat 100 orang sekaligus.

__ADS_1


Madam berbisik ke arah Souma.


"Ngomong-ngomong di mana ruangan untuk melakukan itu?"


"Aku tidak membuatnya."


"Dasar Souma, mari pilih satu kamar kosong dan biarkan agar bisa dikunci dari luar."


Tubuh Souma menggigil.


Ini jelas pemaksaan.


Di samping bangunan utama ada sebuah bangunan yang disebut rumah kaca, di sini Souma meminta beberapa puluh pelayan untuk mengurusnya juga secara bergantian.


Karena rumah ini terlalu besar, pekerja di guild petualang maupun guild pedagang akan ditarik kembali dalam waktu dekat untuk membantu di kediaman, sebagai gantinya Astrea akan mengganti kekosongan itu dengan orang lain.


Dengan begitu secara tidak langsung Souma telah membantu menyediakan lapangan kerja baru untuk orang lain.


"Ini taman yang sangat luas," kata Anna.


"Dengan ini kita tidak perlu membeli bahan obat-obatan ke guild ataupun mencarinya sendiri."


"Apa aku boleh menanam beberapa tanaman dari kampung halamanku?"


"Tentu saja, tapi tanaman seperti apa itu?"


Anna menunjukkan tanaman mirip ginseng namun berwarna hitam.


"Ini baik untuk stamina pria."


Souma memasang wajah bermasalah.


Ini jelas bentuk pemaksaan yang lain.

__ADS_1


__ADS_2