
Catrine Elson telah sampai di kediaman Souma untuk menjemputnya, ia adalah wanita demi human kucing berpenampilan pelayan dengan perpaduan warna hitam dan putih yang melayani keluarga Duke, ia membungkuk rendah selagi berkata pada orang-orang yang menatapnya dengan bersinar.
"Aku datang untuk menjemput Souma."
Anna dan Risela mendekat dan itu menciptakan atmosfer yang terlihat aneh.
"Heh, pelayan ini sangat imut."
"Hmm... Catrine pernah ikut ajang pemilihan ratu kecantikan ia berada di barisan ke dua."
"Barisan kedua, lalu siapa yang menang?"
"Stella Evergarden tapi jika Anna ikut suatu hari kamu yang akan menang."
"Aku? Kenapa bisa."
"Dadamu besar, itu adalah senjata mematikan yang bisa membuat orang pingsan."
"Jangan membuatnya seperti aku ini monster mengerikan."
"Anu... tuan Souma?"
"Aku di sini."
Dari balik toko Souma muncul, ia mengenakan pakaian biasa yang terkesan kasual yang mudah dikenakan dalam cuaca panas.
"Ugh."
Pandangan semua orang sedikit berbeda dari yang Souma harapkan. Risela menjelaskan.
"Jika kau datang seperti itu untuk menghadap seorang bangsawan kau bisa dihukum mati."
"Aku juga berfikiran sama... Souma biar aku yang memilih pakaian untukmu."
Celestrial menarik tangan Souma untuk pergi ke kamarnya, biasanya selalu ada jebakan saat seseorang pergi ke kamar Souma namun karena beberapa kali bisa ditembus Souma memilih menghilangkannya saja.
Souma duduk di atas ranjang saat Celestrial membuka lemarinya mencoba memilih-milih pakaian untuknya.
"Celestrial aku bisa melakukannya sendiri kau bisa menunggu di luar."
Celestrial menatap dengan pandangan bersinar selagi terengah-engah dengan nafas berat, sebuah reaksi yang sering diperlihatkan oleh Risela.
"Aku ingin membantu, cepat lepaskan pakaianmu."
"Aku bisa melakukannya sendiri."
"Sudahlah, Catrine sudah menunggu."
__ADS_1
"Dimana kau menyentuh?"
Adegan yang sebenarnya sangat terbalik dari ekspektasi orang-orang berikan, sementara Souma tampak seperti ikan mati, Celestrial tersenyum puas saat membawanya kembali ke bawah.
Souma mengenakan tuxedo yang cocok dengannya sementara rambutnya dia naikan ke atas memberikan nuansa berbeda dari penampilan sebelumnya yang tampak pemalas.
"Rasanya tidak nyaman."
"Saya senang jika Anda mau menahannya saat di kediaman nona."
"Ngomong-ngomong kenapa aku harus mengenai pakaian seperti ini?"
"Ini untuk menentukan acara pertunangan Anda."
Mendengar itu Souma memiliki ekpresi yang lebih sulit. Law hanya mengatakan dia harus mengunjungi kediaman Duke tanpa menjelaskan alasannya, jika itu pertunangan dia akan memilih untuk tidak pergi namun mengingat ini bayaran bagi Law, Souma sekali lagi harus dipaksa untuk ikut.
Dia pikir akan mencoba untuk membatalkan pertunangan bodoh ini, paling tidak ia akan mengikuti arus.
"Kalian pasti sudah tahu tapi tidak ada yang menolaknya," atas pernyataan Souma mereka memalingkan wajahnya.
Bahkan untuk Celestrial itu masih tidak masalah, dia adalah putri di negara ini maka dari itu posisinya akan tetap berada di peringkat satu dan yang lain hanya akan menjadi selir.
Seberapa banyak Souma menikah itu tidak mempengaruhi Celestrial secara emosi, untuk yang lainnya dimana posisinya itu tidak masalah. Jika Souma mengetahui isi hati mereka dia jelas akan frustasi.
Di dunia sebelumnya Souma selalu bertarung dan bertarung hal seperti kehidupan normal adalah sesuatu yang tidak ia alami terlebih sesuatu yang disebut Harem. Ini bisa dibilang merupakan titik balik baginya.
"Hari ini keluarga Duke memiliki tamu penting yah," katanya demikian.
Souma menunjukkan kewaspadaannya, saat gadis yang berpenampilan seperti Stella kecil meliriknya dengan senyuman di wajahnya.
Ada sesuatu yang aneh pada gadis tersebut yang bahkan Souma bisa merasakannya cukup baik.
"Reaksi yang bagus padahal aku bukan iblis atau penyihir kau tidak perlu waspada seperti itu."
"Kau juga bukan manusia."
Souma menegaskan.
"Aku manusia tapi di dalamnya dewi.. aku pikir aku mereinkarnasikan diriku sebagai manusia dan lahir di keluarga ini, namaku Serena Evergarden atau mungkin kau akan mengenalku dengan nama Dewi Eria."
Gadis yang memperkenalkan dirinya sebagai Serena memberikan bunga ke arah Souma yang jelas terkejut dengan hal itu.
Ada dua dewi yang mengelola dunia ini dan salah satunya telah berada di depan Souma seolah bertingkah semua ini hal biasa.
"Pasti kau memiliki banyak pertanyaan, mari duduk di sana kita bisa mengadakan pesta teh."
Dalam situasi ini Souma hanya bisa menerima dan duduk saling berhadapan dengan gadis tersebut yang dengan elegan menyeduh teh untuknya, yang terlihat di sini semuanya tidak masuk akal, gadis kecil itu bersikap lebih dewasa dari siapapun dan juga berkepribadian tenang, aneh rasanya jika seseorang tidak menyadarinya hanya memperhatikan dua poin tersebut.
__ADS_1
Gadis ini jelas tidak normal.
"Silahkan dinikmati aku membuatnya dari bunga di sekitar sini."
"Dewi yang pandai menyeduh teh."
"Karena aku tidak memiliki banyak otoritas dari dunia ini aku hanya kebanyakan bersantai alasan aku turun ke dunia ini juga demikian."
"Dengan kata lain kau menyerahkan semua pekerjaan pada Dewi Harmonia."
"Benar, ia sangat populer di sini aku pikir kultusku akan mulai berkurang, mungkinkah aku harus mencoba merekrut banyak wanita berdada besar di depan."
"Itu bentuk diskriminasi jadi jangan lakukan."
Souma menarik aroma teh ke hidungnya sebelum meminumnya perlahan, mendapati tatapan Serena yang tersenyum ke arahnya dia memalingkan wajahnya ke samping.
Tatapannya bukan tatapan gadis biasa.
Itu mirip dari tatapan yang bisa menembus bahkan ke dalam hatimu. Tepat saat Serena membuka mulutnya dari kejauhan sosok Stella muncul.
Ia mengenakan gaun putih dan untuk pertama kalinya dia mengikat rambutnya dengan gaya ponytail.
"Maaf menunggu, banyak persiapan untuk melakukan ini aku pikir aku ingin membuatnya tampak luar biasa."
"Tidak apa kakak, kamu sangat bekerja keras tapi sayangnya Souma pikir dia akan mencoba membatalkan pertunanganmu, aku sangat sedih."
Ekpresinya jelas dibuat-buat.
Souma dari awal sudah merasa tidak beres dengan dewi di depannya.
"Jangan khawatir, Catrine lakukan!"
Sebuah isyarat yang mencurigakan.
"Siap nona."
"Tunggu apa yang kalian lakukan."
Souma diikat dengan rantai dan gembok mirip para pesulap lakukan di acara televisi tertentu.
"Kesucianku dipertaruhkan sekarang," teriaknya.
"Fufu kesucianmu akan jadi milikku," ucap Stella menjilat lidahnya membuat Souma gemetaran.
Rasanya semuanya jadi terbalik.
Konsep putri yang selalu tersakiti di dunia ini berubah menjadi kesatrianya yang akan selalu menderita, itu gambaran yang cocok untuk semua ini.
__ADS_1