Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 298 : Pembatalan Negosiasi


__ADS_3

Di saat rombongan ratu telah memasuki hutan, bersama Risela Lockhart sebagai pemimpin, Celestrial mengikutinya di belakang dengan beberapa kesatria perempuan lainnya.


"Maaf Risela, aku malah melibatkanmu dengan hal sepenting ini."


"Ini bukan apa-apa untukku, meskipun aku tidak terikat lagi dengan kesatria kau bebas memintaku melakukan hal-hal seperti ini."


"Terima kasih banyak."


Mereka sampai di gerbang kota beberapa menit kemudian, Risela mengalihkan pandangan ke sekeliling dan melihat Stella yang sedang bersembunyi di balik pohon selagi memberikan isyarat yang membuat Risela berbisik ke arah Celestrial.


"Sandera sudah dibebaskan, kita bisa menolak negosiasinya."


"Dimengerti."


Mereka berjalan di jalanan utama dan di depan mereka empat orang telah berdiri menunggu, tak hanya mereka beberapa puluh orang berjubah telah bersiaga di atap rumah.


Risela berkata dengan nada santai tanpa mengeluarkan sisi masokisnya.


"Kami disambut dengan banyak orang, benar-benar sangat meriah."


"Tentu saja, ini adalah kunjungan pertama Anda sejak menjadi ratu bukan."


Yang membalas perkataan tersebut adalah Asong.


"Aku benar-benar tidak terkesan dengan itu, terlebih aku merasakan tatapan merendahkan dari kalian," potong Celestrial.


Dia tertawa.


"Anda memiliki intuisi yang tepat, sekarang yang ratu lakukan hanyalah menandatangani kepemilikan ini, maka para sandera tak akan tersakiti."


Risela menempatkan tangannya di pedang untuk bersiaga namun sebelum Celestrial membalas dengan penolakan keras, sosok pria dengan mantel hitam berbulu telah lebih dulu jatuh dari langit tepat di depannya.


"Maaf membuatmu kecewa, tapi perjanjiannya batal, kami akan menghabisi kalian dan menghentikan apapun yang kalian inginkan."

__ADS_1


"Siapa kau?"


"Aku belum memperkenalkan diri, namaku Shiji seorang kesatria sementara."


Celestrial berbisik ke arah Risela.


"Apa kau mengenalnya?"


"Sepertinya aku pernah melihatnya saat datang ke toko."


Keempat orang tersebut tertawa.


"Apa kau melupakan soal sandera, kami bisa membunuh mereka loh?"


"Para sandera sudah dibebaskan termasuk dua lagi yang tersembunyi."


Ekpresi tertawa mereka menghilang dalam sekejap.


"Sial, kesatria juga memiliki cara yang kotor, kita rubah rencana habisi semuanya kecuali ratu."


"Hihihi."


"Itu lebih sederhana."


Risela meraih tangan Celestrial.


"Lebih baik kita mundur, serahkan semuanya pada mereka."


"Baik."


"Memangnya kami akan melepaskan kalian."


Keempat pemimpin sayap kebebasan hendak berlari mengejar sebelum langkah mereka terhenti saat bayangan raksasa menimpa mereka.

__ADS_1


Bertepatan saat mereka menengadah ke langit meteor raksasa telah jatuh di atas mereka dengan keras.


Pasukan Stella juga mulai menyergap orang-orang di atas bangunan mencipta pertarungan di sana juga. Dengan sedikit tenaga Stella melompat di samping Shiji.


"Bukannya perkataan tadi sedikit kurang keren, kau bisa bilang... kalian sudah tamat atau sebagainya."


"Aku tidak melakukannya untuk bergaya."


Meteor raksasa itu mulai retak lalu hancur berkeping-keping, Shiji menangkap pecahan yang datang ke wajahnya.


"Wanita dengan topeng besi itu sangat kuat," kata Shiji melihat bagaimana sihirnya dihancurkan.


"Dibandingkan itu aku lebih penasaran dengan wajahnya."


"Mereka benar-benar meremehkan kita, apa tak masalah?" tanya Doker.


"Tentu saja masalah, kita sayap kebebasan tidak boleh ada siapapun yang merendahkan kita... Or dan Dara kalian urus keduanya, aku dan Doker akan mengejar sang ratu."


"Dimengerti."


Dua diantara mereka menyelinap pergi.


"Mereka dibiarkan pergi begitu saja?"


"Ada Risela jadi tidak masalah, terlebih aku meminta Lilith untuk ikut membantu juga, dia mungkin sedang mengawasi dari langit."


Shiji sedikit mengingat sosok itu ketika berkunjung ke toko Souma.


"Wanita naga itu."


"Kau bisa mengetahui dia naga hanya sekilas pandang?"


"Bukannya itu sesuatu yang tidak sulit."

__ADS_1


__ADS_2