
Di dalam hutan yang diisi kegelapan malam, ledakan menggema ke udara, di antara itu sebuah lingkaran sihir dengan api biru membara tercipta dan dari sana tiga makhluk penghuni dunia bawah muncul.
Sebelumnya Asferow yang menjadi salah satu dari mereka telah dikalahkan dan kini hanya mereka saja yang masih hidup. Mereka kerap disebut sebagai iblis tertinggi yang melayani raja dunia bawah.
Salah satu iblis bernama Diablos menggerakan bahunya.
"Kita benar-benar bisa datang ke dunia ini sekarang."
"Aah, ini sebuah peningkatan yang luar biasa," balas iblis bernama Luciferos dan disusul wanita iblis bernama Ignius.
"Dunia ini begitu indah hingga aku ingin segera menghancurkannya."
"Sebaiknya kau tidak melupakan tujuan kita kemari."
"Tentu saja, ini demi raja dunia bawah."
Ketiganya mengambil bentuk manusia lalu secara bersama berjalan pergi tanpa sepatah katapun.
Souma yang sedang menanam tanaman tanpa sadar berhenti dari pekerjaannya.
"Ada apa?" tanya Naysia.
"Aku tiba-tiba saja merasakan firasat yang buruk."
"Jangan bilang, itu?"
"Benar sekali, aku lupa belum menambahkan pupuk ke tanahnya."
Naysia menghembus nafas panjang.
"Syukurlah kita masih sempat melakukannya."
__ADS_1
"Benar sekali, kalau begitu aku akan memeriksa pelatihan petualang sebentar."
"Aku mengerti, aku juga akan mengirim botol-botol ramuan ke toko sekarang."
"Aku sangat terbantu."
Sudah dua Minggu semenjak pembangunan selesai. Walau pembangunan berjalan baik masih ada beberapa hal yang Souma khawatirkan khususnya soal tempat yang dia kunjungi.
Di depannya yang duduk selagi berlutut di dinding adalah seorang wanita cantik dengan rambut biru panjang. Dia mengenakan pakaian petualang dengan celana pendek ketat.
"Aku tidak mau bekerja, aku tidak mau bekerja, aku tidak mau bekerja."
Dia akan terus mengatakan itu saat depresi.
Dia bernama Avelin.
Jelas sekali bahwa sifat buruk Astrea yang selalu menyeret seseorang tidak pernah berubah, di tempat lain seorang penyihir dengan rambut merah gelombang sedang dibully oleh beberapa petualang wanita dan perempuan yang seharusnya mereka adalah muridnya.
"Kuat apanya kau sangat lemah."
"Aku kuat hueeeh."
Dia menangis, namanya Sera.
Dan yang terakhir adalah seorang wanita pendeta berdada besar dengan rambut coklat sebahu bernama Yuna.
"Kalian harus sering-sering melakukan sihir penyembuhan, karena itulah kalian harus bisa melukai diri kalian sendiri, ambil pisau lalu sayat di tanganmu."
Dia terlihat tidak waras.
"Sebenarnya kalian bertiga ini kenapa?"
__ADS_1
Souma menjatuhkan bahunya lemas. Ia tidak pernah berfikir bahwa para petualang memilih untuk tidak menerima pekerjaan ini dari guild.
Jika dipikirkan saat mereka memiliki keuntungan lebih besar sebagai petualang jelas sekali tawaran untuk melatih petualang pemula tidak akan diterima.
Souma mengangkat Avelin dan menaruhnya di bahu, begitu juga pada Sera dan juga Yuna.
"Kalian bertiga benar-benar menyusahkan, untuk sekarang latihan selesai datang lagi besok."
"Akhirnya selesai juga."
"Aku ingin mandi."
Souma menjatuhkan ketiganya.
"Remaja zaman sekali seram, seram, aku lebih suka mengurung diri lagi di rumah."
"Mereka terus mengejekku."
"Apa mereka itu bodoh, untuk menggunakan sihir penyembuhan kalian harus berani melukai diri kalian sendiri."
Mereka jelas petualang bermasalah.
"Kita akan menginap di sini, sampai kalian berubah kalian tidak akan bisa pulang.
Ketiganya memucat.
Mereka sama sekali tidak sadar bahwa pekerjaan ini mungkin akan menyelamatkan para petualang pemula dari kematian saat mereka melawan musuh kuat.
"Untuk pertama, apa kalian lapar? Mari makan bersama."
Ketiganya mengangguk mengiyakan.
__ADS_1