Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 81 : Keluarga Dari Kediaman Bangsawan


__ADS_3

Di kediaman bangsawan Duke, tempatnya di sebuah taman bunga di belakang rumah, seorang gadis berpenampilan mirip Stella tetapi jauh lebih muda duduk selagi merangkai bunga.


Di belakangnya dua pelayan berdiri memperhatikan, satu pelayan adalah wanita dari ras kucing berambut ungu sebahu dengan penampilan pelayan seperti biasanya.


Dia adalah Catrine Elsen sementara di sebelahnya pria yang telah kehilangan kejayaan masa mudanya, Sebastian van Hoster yang ditugas alihkan sebagai pelayan sementara di keluarga Evergarden sekaligus pelatih pedang untuk gadis di depannya.


"Lihat ini Catrine apa menurutmu indah."


"Sesuai yang diharapkan dari Nona Serena, anda memang luar biasa."


"Fufu..."


Keluarga bangsawan Duke memiliki kebiasaan di mana seluruh nama depannya dimulai dari huruf S, dan jika mereka ingin menikah maka calon tersebut juga harus memiliki nama S yang sama.


Itu hanya sebuah peraturan aneh dari pendiri keluarga ini di masa lalu yang merupakan petualang tingkat S.


Nama Sebastian juga merupakan kerabat jauh dari keluarga Duke namun dia memilih untuk meninggalkan nama tersebut dan memberikan nama Lawyer untuk putranya sendiri.


"Ini untuk Catrine dan ini untuk Sebastian."


"Terima kasih nona Serena ini sangat indah tapi bukan berarti aku tidak akan melatih Anda dengan keras hari ini," balas Sebastian curiga.


"Ugh.. bisa kita lewati dulu untuk hari ini, ayah tidak akan mengetahuinya."

__ADS_1


"Menjadi kuat bukan berarti hanya pandai mengayunkan pedang dia juga harus berdedikasi serta memiliki kedisplinan tinggi... selama saya di sini saya akan mengajari nona."


"Hmm kalian sama saja, tapi sementara waktu apa Sebastian akan pergi dari sini?"


"Tuan putri masih sibuk untuk mengejar pasangannya saat ia kembali maka saya juga akan kembali ke istana."


"Owh, maksudmu soal Souma.. ini akan menarik."


Serena hanya duduk kembali merangkai bunganya meninggalkan Sebastian yang kebingungan.


Catrine berbisik di telinga Sebastian hingga dia memiliki wajah terkejut.


"Apa, nona Stella mengincar Souma juga, itu sangat buruk."


"Aku tidak tahu bagaimana Souma bisa menarik para gadis berada di dekatnya."


Catrine juga mengangguk mengiyakan sebelum Serena bertanya tanpa menoleh ke arah keduanya.


"Bagaimana soal kakakku?"


"Beliau sudah pergi ke medan perang."


"Heh, begitu... aku merasakan kasihan pada lawannya, kakak akan semakin kuat saat berhadapan musuh yang kuat karena itulah dia disebut sebagai dewi perang, aku akan mendengar cerita lengkapnya saat dia kembali ke rumah."

__ADS_1


Ada senyuman kecil di wajahnya.


Di antara semua orang yang bertarung sosok keduanya melompat ke udara selagi memberikan tebasan dari senjata mereka. Sebuah tebasan menghantam Dark Shield membuatnya memuntahkan darah dari mulutnya sebelum jatuh ke tanah, di sisi lain Stella Evergarden kembali mendaratkan kakinya dengan nafas terengah-engah.


Rapier di tangannya mengalirkan darah dari musuhnya.


Dark Shield yang dianggap sebagai eksistensi pertahanan terkuat hanya bisa mengerang kesakitan selagi mempertahankan keseimbangannya.


Dia dipukul dan ditebas beberapa kali membuatnya hampir berada di ambang kematian, di saat yang sama Stella malah semakin kuat.


Selain pakaiannya yang terkoyak tubuhnya yang terluka kembali disembuhkan sedia kala namun sebagai gantinya mana di dalam tubuhnya harus ia gunakan seluruhnya ke dalam pemulihan.


"Jadi ini alasan semua orang menyebutmu dewi perang, kau wanita yang terus bertarung walau tubuhmu hancur sekalipun... seperti yang kubilang sebuah kehormatan untuk bertarung denganmu."


Dark Shield berlari ke depan sebelum dia bisa mengirim tebasannya kepalanya lebih dulu terpenggal ke udara dengan bunyi aneh mengikutinya.


"Kalian salah karena menginjakan kaki kalian ke kerajaan ini, jadi terimalah akibatnya."


Stella menyarungkan tangannya kemudian mengambil kepala itu untuk mengangkatnya ke udara.


"Kalian semua berhentilah, jenderal kalian sudah mati.. kami berjanji tidak akan menghabisi kalian jika kalian mau menyerah lalu menurunkan senjata kalian."


Mendengar itu mereka semua melakukan apa yang dikatakan oleh Stella lalu mengangkat tangannya bukti dari menyerah, pasukannya pun mulai mengikat mereka sebagai tahanan perang.

__ADS_1


Walau disebut dewi perang Stella lebih suka tidak membunuh banyak orang sebisa mungkin, ini hanya sebuah kebanggaan yang dimilikinya.


__ADS_2