Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 57 : Kunjungan Seseorang


__ADS_3

Undine menerobos masuk selagi menyeret tubuhnya di lantai.


"So-Souma?"


"Undine akan mati," teriak Anna.


"Bisakah kau hentikan itu."


"Tapi... tapi, ini akan jadi hari terakhir Undine."


Risela yang sedang duduk untuk mengecek botol-botol di rak turut mendekat saat Souma menaruh kepala Undine di pahanya sebagai bantalan.


"Apa yang terjadi denganmu?"


"Keadaanku tidak penting, tolong bayarkan dulu hutangku di bar."


Wajah Souma mengerut kesal, bagaimanpun keadaan Undine sehat seutuhnya tidak ada luka sama sekali yang ditemukan di tubuhnya di sisi lain Risela tampak mengerang kesakitan.


"Ada apa Risela?" tanya Anna.


"Aku juga sedang sakit, aku sedang datang bulan."


"Pergi sono," potong Souma sebelum beralih ke arah Undine.


"Kau sama sekali tidak terluka?"


"Tapi hatiku yang terluka, aku tadinya ingin melunasi hutang dengan ikut bertarung bersama pasukan kerajaan tapi saat pasukan musuh mendekat tiba-tiba seorang gadis kecil muncul dan memusnahkan mereka dengan ledakan, padahal harusnya aku yang melakukannya."


"Dia penyihir rembulan."


"Dia penyihir rembulan itu, gadis kecil."

__ADS_1


"Aku memintanya untuk membantu kerajaan ini, yah.. meskipun dia mungkin hanya pecahannya saja, jadi karena dia, kau tidak dapat bayaran untuk melunasi hutangmu."


"Um... dan sekarang penagih hutang datang kemari."


Souma melirik ke arah dua orang pria besar yang telah memasuki tokonya.


"Kami perlu bicara dengan wanita itu."


Undine buru-buru bangkit lalu bersembunyi di belakang Souma, Anna dan Risela siap bertarung meski begitu Souma tahu bahwa orang yang salah di sini tentu saja orang yang bersembunyi di belakangnya.


"Risela apa yang kau lakukan?"


"Aku akan menebas mereka dengan pedangku."


"Dan Anna?"


"Aku akan membakar mereka dengan sihir api."


"Kalian semua ini kriminal kah.. biar aku yang bayar hutang wanita tak tahu diri ini."


Menyadari ada Tako di dekatnya, Undine memeluknya ke dekapannya.


Souma memilih mengabaikan perkataan Undine dan hanya memberikan jumlah yang diminta mereka, dengan ini hutang Undine lunas.


"Terima kasih Souma, sekarang aku bisa pergi."


Undine hendak berjalan sebelum kerah bajunya dipegang Souma.


"Mau kemana kau?"


"Mau jalan-jalan."

__ADS_1


"Barusan aku tidak membayarnya secara gratis.. kau harus bekerja di toko ini sampai kau melunasi hutangnya."


"Apa? Tapi aku tidak cocok bekerja di toko kecil."


"Meksipun kau tinggal di sini?"


"Tinggal dan bekerja adalah hal berbeda."


Souma mendesah pelan.


"Apapun yang kau katakan kau tetap harus bekerja di sini untuk melunasi hutangmu, atau aku akan menjualmu ke rumah bangsawan."


"Tidak, aku tidak mau dijual... aku mungkin akan tidur dengan puas, dapat makanan tiga hari sekali, dapat pakaian bagus dan juga dapat tempat tinggal yang mewah, tidak, aku tidak mau."


Risela mengangkat tangannya dengan semangat.


"Biar aku yang menggantikannya, jual aku sebagai budak."


"Oi."


"Rumah mewah, makanan enak, pakaian bagus, jual aku saja," tambah Anna.


"Tidak ada kehidupan seperti itu saat kau dijual," kata Souma frustasi sementara ketiga orang tersebut masih bersemangat.


Pada akhirnya mau tak mau Undine bekerja di tokonya sebagai pengirim barang.


Beberapa hari berikutnya saat Souma sedang merapikan rak, seorang baru saja membuka pintu dan bunyi lonceng terdengar ke seluruh ruangan.


Celestrial sedang ada di dapur sementara Anna, Undine dan Risela sedang membersihkan rumah.


"Maaf kami belum bu..."

__ADS_1


Sebelum Souma menyelesaikan kalimatnya seseorang sudah bersujud di depannya, itu bukan pemandangan yang bagus untuk dikatakan.


Ia mengenakan baju koki dan juga seorang yang ia kenal dengan baik, dia adalah Ferguso. Ferguso merupakan koki di bar yang dikelola oleh guild, beberapa kali dia selalu meminta Souma untuk memberikan resep masakannya tapi ini baru pertama kalinya sampai sejauh ini.


__ADS_2