
Souma menggunakan sihir untuk mengembalikan keadaan kota menjadi sedia kala, di saat yang sama dia juga memindahkan para ras naga dari hutan peri untuk kembali ke kota naga.
Symponia memeluk Souma dari belakang dengan wajah senang.
"Sebagai pasangan kita harus sering-sering berduaan, tolong sesekali mampir ke hutan peri suamiku."
"Aku mengerti dan lain kali tolong sedikit menahan diri."
Lugunica memotong.
"Kau sudah bekerja dengan baik Souma, terima kasih."
"Kau belum mendapatkan tubuhmu kembali, terlalu awal untuk mengatakannya."
Penyihir bencana keluar dari balik tirai menunjukkan dirinya yang mengenakan gaun sederhana.
"Apa menurutmu aku bisa hidup seperti ini?"
"Tentu saja, meski aku telah mengambil kekuatan sihirmu, itu bukan berarti kau tidak bisa menggunakan sihir lagi. Kau bisa mendaftar di guild dan memulainya dari awal."
"Aku mengerti."
"Dari sini tubuhmu akan menua seperti manusia pada umumnya jadi tolong berhati-hatilah."
Penyihir bencana mengembungkan pipinya.
"Aku tahu, mulai sekarang aku akan menjadi Endaemonia seorang petualang."
Souma tersenyum sebagai tanggapan.
"Maaf Lugunica, sebaiknya kita kembali dulu ke kota."
__ADS_1
"Tidak masalah, mengingat bahwa rakyatku baik-baik itu sudah cukup untuk saat ini."
Symponia berpamitan untuk kembali ke hutan peri, begitu juga kelompok Souma yang diantar oleh empat naga Crimson.
"Kalau begitu dalam waktu dekat aku ingin mengunjungimu, aku akan menyiapkan hadiah."
"Putriku terlalu kaku, kau hanya harus memberikan tubuhmu pada Souma."
"Itu tidak seharusnya dikatakan seorang ibu, dan juga aku pasti menolaknya."
"Tidak menarik."
"Souma tolong jaga ibu kami."
"Serahkan padaku... apa ada sesuatu?" Souma balik bertanya.
"Tidak, hanya saja kau terlihat biasa."
Bersama Endaemonia mereka kembali ke kota huruhara, setelah memberikan beberapa puluh koin emas. Souma maupun Endaemonia berpisah.
"Kau terlalu baik Souma."
Dia membuka pintu tokonya dan melihat bagaimana semua orang dia kenal berada di satu tempat.
"Aku pulang."
"Souma, Symponia mampir sebentar kemari kuharap kau bisa meluangkan waktu malam nanti untuk kami semua," ucap Noreen mendapatkan anggukan semuanya.
Celestrial juga tampak membolos dari pekerjaannya sebagai ratu dan hanya menggendong Tako di dekapannya.
"Apa ini pertarunganmu yang berikutnya Souma?"
__ADS_1
"Pertarungan apanya coba, aku yakin tidak akan bisa bekerja untuk beberapa hari ke depan."
"Kamu pria beruntung."
Hari ini Noreen dan Souma telah memutuskan untuk menghabiskan hari bersama, sudah sejak lama Souma meninggalkan tempat ini karena itulah telah banyak hal berubah.
Beberapa toko yang dia ingat telah berganti kepemilikan dan beberapa lagi tampak membuat bisnis baru.
"Souma suamiku, aku sangat senang bisa berduaan denganmu, tapi bukannya seharusnya kamu meninggalkan pedang jelek itu."
"Memprovokasiku tidak akan berguna, karena pada dasarnya aku seekor naga bukan pedang."
"Sifatnya menyebalkan."
"Aku merasa tidak enak meninggalkannya di toko lagipula Lugunica memiliki urusan berbeda tapi aku malah memintanya menunggu di kota ini."
"Kau dengar itu, tunjukan lebih terima kasih padaku."
Noreen mengembungkan pipinya selagi mendekatkan wajahnya yang secara susah payah didorong oleh Souma.
"Jangan melihatku seperti itu."
"Apa boleh buat, aku akan mengalah... sekarang apa yang kau lakukan? Pergi ke penginapan, pergi ke hotel atau penginapan lagi."
"Kamu hanya ingin mengundang Souma ke tempat seperti itu."
"Memangnya apa lagi yang bisa dilakukan seorang istri."
"Kau benar-benar monster."
"Di masa lalu Noreen adalah petualang, bagaimana kalau kita mencoba untuk mengambil quest mudah?"
__ADS_1
"Aku saat itu hanya petualang peringkat D, tapi pasti rasanya sangat nostalgia, mari lakukan."
Usulan Souma diterima baik oleh Noreen.