Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 343 : Menara Babel


__ADS_3

"Melihatmu melakukannya semudah itu, terasa gelar penyihir Sage bukan apa-apa," kata Pandora sarkas.


"Kemungkinan karena aku sebelumnya telah melalui hidup yang sulit dibandingkan orang rasakan."


Dengan Souma berpindah banyak dunia maka sebanyak itu juga penderitaan yang harus dia lalui, melawan banyak orang kuat hanya sedikit hal biasa untuknya.


Pandora menunjukan seekor tikus pada Altina yang baru sadar.


"Kutukanmu telah dihilangkan, ambillah ini... adikmu."


"Tapi ini tikus?"


"Jika tubuhnya kurasa ia baru saja dipenggal olehmu sendiri"


"Eh, Ah?"


"Jangan khawatir kakak, Souma bisa menyatukan kepalaku lagi... dia orang yang serba guna."


"Kalian bebas mengatakan apapun tentangku," jawab Souma lelah sebelum melangkah pergi. Altina menghentikannya.


"Terima kasih banyak."


"Tentu."


Souma menjawab dengan singkat selagi melambaikan tangannya.


Beberapa menit kemudian Marinna telah mendapatkan tubuhnya kembali, dia memeluk kakaknya di depan semua orang yang melihatnya.


"Kakak sekarang bisa hidup normal dan kita bisa kembali ke rumah orang tua kita dulu."


"Apa kita bisa melakukannya?"


"Jangan khawatir Souma rajanya, dia penguasanya sekarang."


"Aku tidak ingin sombong tapi kurasa itu benar."


Souma memunculkan gulungan di tangannya serta sekantong uang untuk diberikan pada Altina.


"Semua ini."

__ADS_1


"Kau memerlukannya untuk memulai dari awal lagi."


"Aku sangat berterima kasih."


"Karena urusan penyihir sudah selesai kalian bisa tinggal di kota Huru-hara atau kota lainnya yang kalian sukai."


"Lalu bagaimana denganmu Souma?" tanya Sina.


"Masih ada yang harus aku urus juga, soal Fram dan pengikutnya."


"Mungkinkah kamu sudah tahu rencana mereka?"


"Kurang lebih begitu."


Souma teringat akan dirinya di benua barat, sesaat sebelum dia berpisah dengan Shiji.


"Menurutmu apa yang mereka inginkan? Sosok penyihir tersebut."


"Kenapa kau menanyakannya padaku," balas Shiji santai.


"Kau terlihat sudah mengetahuinya."


"Begitu.. lambat laun kau akan mengetahuinya jadi akan kuberitahu satu hal saja."


"Menara Babel."


Sebuah tempat yang ingin Souma tuju saat ini, walaupun dia tidak tahu lokasi sesungguhnya dari tempat tersebut.


"Kalau begitu semoga beruntung."


Para penyihir menghilang melalui sihir teleportasi milik Pandora menyisakan keheningan setelahnya. Souma berdeham sekali sebelum berkata.


"Bukannya sudah waktunya Anda keluar dewi Eris."


Dari balik pohon sosok itu muncul dengan rambut perak serta gaun terusan putih yang sering digunakannya.


"Tadinya aku ingin keluar sejak tadi, tapi aku tidak ingin mengganggu momen romatismu dengan mereka."


"Apanya yang momen romantis."

__ADS_1


Souma berjalan pergi.


"Tunggu, jangan tinggalkan aku.. kau lebih dingin dari suamiku."


"Berjalan-jalan dengan pria lain bukannya itu akan mengganggu Shiji."


"Ia orang yang pengertian loh."


Souma pikir kemungkinan Shiji sudah tahu bagaimana sifat istrinya yang satu ini, ia tipe orang yang akan melakukan sesuatu karena dilarang.


"Jadi kenapa dewi datang kemari?"


"Aku ini dewi yang bisa melanggar peraturan apapun kumau, jadi aku sekarang ingin membantumu."


Terlihat sekali, guman Souma.


"Curang jika Shiji saja yang ikut berpengaruh di dunia ini."


"Alasan yang benar-benar aneh," kata Souma lelah.


"Aku juga bawa orang lagi loh."


Ketika Souma mengalihkan pandangannya, dua orang telah bersandar menunggunya.


"Biar aku perkenalkan, yang ini Rosalin ia seorang vampir dan juga istri Shiji yang lain, dia bisa sangat dibutuhkan sebagai pion hidup."


"Seperti biasa kata-katamu sungguh keterlaluan."


Rosalin menarik pipi Souma.


"Bukannya seharusnya kau lakukan itu pada Eris," protes Souma tanpa mendapatkan jawaban apapun.


"Dan satu lagi adalah Lugina, dia istri Shiji yang paling dewasa di antara kita, ia juga seekor naga."


"Nyonya Eris terlalu berlebihan."


"Kenapa ia memanggilmu nyonya?"


"Peran Lugina adalah seorang pelayan, ia pelayan profesional tidak ada tandingannya."

__ADS_1


"Permisi."


Sekarang Lugina yang menarik pipi Souma karena merasa malu. Souma pikir bagaimana Shiji bisa baik-baik saja dengan istri seenaknya seperti ini, masihlah misteri.


__ADS_2