
Souma terkapar di lantai selagi tubuhnya kejang-kejang.
"Souma mati," teriak Anna disusul Risela.
"Uwah.. tukang obat tapi malah keracunan obat, bukannya itu lucu."
"Akan kutunjukan apa itu lucu."
"Aaaargh, sakit... jangan cengkeram kepalaku... tapi ini juga hebat, aah, aah, aaah, tolong hukum lagi aku dengan keras."
Risela duduk berseiza selagi menundukkan kepalanya dengan wajah memelas serta air liur di mulutnya.
Pipinya juga merah merona.
"Hukuman apa yang akan kuterima dari Souma, apa dia akan melumuriku dengan lendir, bukan-bukan mungkinkah Souma akan memintaku mengenakan baju tipis dan membiarkanku berkeliaran di cuaca dingin atau menjual korek api ajaib dan akhirnya mati karena kedinginan."
"Hentikan dasar orang mesum, aku tidak akan melakukan hal gila seperti itu."
"Gak... aku bisa mati karena senang."
Souma mendesah pelan lalu melanjutkan saat Anna duduk untuk memperhatikan.
"Jadi kau yang mencampur ramuanku dengan sesuatu yang aneh?"
"Itu bukan sesuatu yang aneh, itu hanya daun mint yang kutemukan di jalan.. ramuan yang Souma buat pahit jadi aku memasukannya."
"Ini daun pelumpuh bukan daun mint, jika saja seseorang selain aku meminumnya bisa saja dia akan lumpuh dalam beberapa hari."
"Aku minta maaf."
"Lain kali jangan sentuh ramuanku, aku peringatkan."
Keesokan harinya Souma terkapar kembali beberapa saat, sebelum bangkit dan menatap keempat orang di dekatnya.
__ADS_1
"Jangan menatapku begitu, kali ini bukan aku," bantah Risela dan perkataannya memang jujur lalu dia mengalihkan pandangan ke arah Anna.
"Bukan aku, aku tidak akan berani melakukan itu."
"Undine?"
"Aku tidak tertarik dengan obat-obatan, aku ini penyihir yang memiliki jalan lurus dalam seni ledakan."
"Dengan kata lain Celestrial."
Celestrial duduk berseiza.
"Maafkan aku, ini salahku... aku tahu bahwa Souma akan selalu mencoba obat barunya jadi aku memasukan obat ini yang kudapatkan dari penyihir."
Semua orang buru-buru untuk melihat obatnya.
Risela yang lebih dulu menyebutkannya.
"Ini obat perangsang, Souma katakan padaku apa kau merasakan sesuatu yang aneh? Misal tubuhmu panas."
"Kepalamu pusing atau ada anggota badanmu yang gatal."
"Tidak juga."
"Apa ada dorongan aneh yang muncul di kepalamu."
"Aku tidak merasakan apapun kecuali mual."
"Jadi begitu ini obat palsu sayang sekali Celestrial."
Anna dan Undine juga menghela nafas kecewa.
"Lain kali gunakan obat yang jauh lebih ampuh."
__ADS_1
"Tunggu, kalian mencoba meracuniku kan... memangnya aku pernah melakukan hal salah pada kalian, aku hanya pernah menjahili Undine saat dia duduk dan aku menarik kursinya, memasukan saos pedas saat Anna memakan makanannya dan juga saat Celestrial tidak melihat aku memakan kue yang disembunyikannya di laci, dan juga saat Risela lewat di depanku aku menaruh cermin di bawah kakiku dan mengintip roknya."
"Souma.. itu termasuk tindakan kejahatan jika kami melaporkanmu, kau akan dipenjara 20 tahun loh," ucap Undine dan Souma akhirnya meminta maaf.
Pada akhirnya Souma tidak mengizinkan siapapun untuk memasukan apapun ke dalam ramuannya meskipun keempat karyawannya sedang merencanakan untuk menjahilinya lain kali.
Beberapa hari berikutnya toko berjalan dengan semestinya, orang-orang mendapatkan obat yang mereka butuhkan lalu keluar dengan bahagia.
Pelanggan terakhir yang masuk ke dalam toko adalah madam.
"Tako rajin sekali membersihkan jendela."
"Dia memang rajin."
"Tako, tako."
"Tanganku sedikit kasar, apa Souma punya sesuatu untuk membantuku?"
"Aku punya, silahkan.. belakangan ini krim pelembab ini sangat populer untuk kulit kering."
"Aku akan mencobanya."
Beberapa saat kemudian.
Seluruh kulit madam berkilauan.
"Tunggu, madam memakai di wajah juga."
"Wajahku kering jadi aku gunakan di sana juga, di perut dan juga di bawah perut lagi."
"Itu hanya khusus di tangan saja, aku akan pura-pura hilang ingatan."
"Heh? Apa ada efek sampingnya."
__ADS_1
"Kurasa tidak ada."