
Souma bergerak dengan kecepatan kilat saat dirinya menebas golem machine yang mencoba menyerangnya, tak lama tranmisi Lilith mencapainya.
"Ada apa Lilith?"
"Aku bertemu dua pahlawan tuan, mereka adalah pahlawan yang dipanggil dari dunia lain lewat kekaisaran sepertinya mereka telah dibohongi. Apa yang sebaiknya aku lakukan?"
"Kirim saja ke dunia mereka kembali."
"Sepertinya mereka tidak ingin kembali."
Souma melompat saat sekumpulan petir menghujaninya.
"Kalau begitu kirim saja ke kota huruhara dan suruh mereka menemui Astrea."
"Dimengerti."
Souma mengarahkan tangannya untuk menciptakan api hitam yang membakar seluruh golem machine hingga yang tersisa hanya God Machine yang menggigit ujung samping mulutnya.
Dia yakin bahwa jika ia terus menciptakan golem dapat membuat musuhnya kelelahan namun Souma tidak terlihat kehilangan nafasnya dan berdiri tanpa kesulitan.
__ADS_1
"Sial..."
God Machine memilih untuk menyerangnya sendiri, dia merubah seluruh tubuhnya menjadi besi sebelum melangkah maju. Souma memberikan ayunan pedang melewati sampingnya yang mana menghantamnya hingga terlempar beberapa meter jauhnya.
"Bagaimana orang sepertimu bisa mengalahkanku."
God Machine meletakan tangannya di tanah dan kumpulan besi menyeruak dari dalam sana membentuk kerucut tinggi, tak hanya Souma jika itu dibiarkan seluruh penduduk di sini akan mati, namun Souma telah mengantisipasi hal ini.
Sebuah lingkaran sihir merah tercipta sepanjang luas kota, itu bukan sihir yang Souma lakukan melainkan hasil dari kristal yang sebelumnya diberikan pada rekannya, Historia, Jin, Jibel dan juga Nymph.
Seluruh besi yang diciptakan God Machine hancur menjadi serpihan pasir termasuk besi yang menyelimutinya.
"Mustahil, apa sebenarnya itu?"
"Jangan bercanda, aku ini God Machine yang memiliki kemampuan setara dewa, aku mendapatkan hal ini dengan berbagai percobaan bahkan aku sudah menghisap seluruh energi kehidupan banyak orang."
"Aku sudah tahu itu, Alchemist yang kau gunakan memang menguras hidupmu sebagai gantinya kau harus mendapatkan energi kehidupan orang lain, dan sepertinya alasan kenapa kota ini terisolasi dari luar agar orang-orang dari kota lain tidak mengetahui bahwa kau secara bertahap membunuh orang."
God Machine tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
"Benar sekali, jika aku tidak bisa menggunakan kemampuan ini maka aku hanya harus menggunakan ini."
God Machine mengambil sebuah Pil yang dia sembunyikan di bajunya lalu memakannya tanpa ragu.
"Ini adalah pil sempurna yang berbeda dari yang kuberikan pada semua orang termasuk para bangsawan itu."
Dalam sekejap udara panas menyebar ke sekeliling God Machine, matanya berubah merah dan tubuhnya mulai diisi energi luar biasa.
Sebelum dia bergerak Souma sudah menebas tubuhnya membuat darah menyembur ke udara.
"Apa? Seharusnya pedang tidak bisa menebasku dalam bentuk ini."
"Sepertinya kau mengambil penelitian Scarlett, sayang sekali di dunia ini tidak ada yang tidak bisa kutebas bahkan jika itu dewa sekalipun."
"Guakh."
God Machine kehilangan nyawanya.
Magic Cancel sudah tidak diperlukan lagi maka dengan satu jentikan jari itu hancur menjadi serpihan debu. Souma berjalan ke sisi tembok yang mengelilingi kota ini, beberapa orang mengikutinya dari belakang saat dia menebaskan pedangnya untuk merobohkan tembok tersebut.
__ADS_1
"Begini lebih baik."
Semua orang bisa melihat bagaimana hamparan padang rumput terbentang luas dan indah membuat semua orang tidak bisa menahan air matanya.