Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 123 : Harta Karun Kerajaan


__ADS_3

Raja menyambut kedatangan Souma dan Celestrial secara pribadi, ia memeluk putrinya sebelum mengalihkan pandangan pada Souma.


"Senang bisa melihat kalian berdua datang ke sini, aku ingin menemui kalian hanya saja pekerjaanku semakin banyak setiap harinya."


Keduanya bisa mengerti hal itu terlebih sekarang kerajaan Diamond telah menjadi kerajaan besar dengan wilayah subur.


"Jadi apa kalian datang untuk berbicara soal pernikahan?"


"Ayah, itu terlalu cepat.. aku belum hamil soalnya."


Apa yang dikatakan putri mesum ini?


Bukannya urutannya terbalik.


Raja tidak merubah ekpresinya meksipun dia sedikit kecewa, ia memang sangat berharap bahwa Souma akan menggantikannya sebagai pemimpin kerajaan ini, jika pria lain bukan hal sulit untuk jatuh dipelukan putrinya tapi pria di depannya berbeda.


Celestrial berada di bagian atas kecantikan melebihi wanita bangsawan lainnya dan memiliki tubuh yang cukup bagus yang ditunjang untuk membesarkan anak dengan baik.


Sekali lagi Souma bukan pria rendahan yang akan mengambil keperawanan wanita di depannya begitu saja. Meskipun dia menendang Risela beberapa kali karena terus menggodanya.


"Tidak baik untuk berbicara sambil berdiri, mari pergi ke tempat berbeda."


Souma menyetujui ide tersebut dan mereka berada di beranda istana yang diisi meja bundar yang mengarah ke pemandangan kota yang indah.


Ini adalah tempat favorit almarhum ibu Celestrial.


"Apa Law sudah kembali ke kerajaan? Aku bertemu dengannya beberapa kali di perjalanan."


Raja sudah tahu bahwa tiga raja seluruhnya dibunuh oleh Souma, tapi mengingat bahwa dia pria yang tidak ingin mencolok raja pura-pura tidak tahu.


"Sudah, hanya saja tuan Law langsung berlatih dan dia bilang mendapatkan pedang yang kuat yang mengharuskannya pergi ke gunung."


"Dia latihan di gunung," ucapan Souma dijawab dengan anggukan namun sejujurnya dia lebih penasaran soal wanita yang mengikuti Law, dan raja bilang bahwa gadis itu hanya mengikuti Law kemanapun pergi seperti hantu penasaran tanpa terlibat apapun soal kerajaan.


Itu lebih baik dibanding dibiarkan sendirian.

__ADS_1


Para pelayan mulai meletakan hidangan ringan untuk dinikmati ketiganya. Souma melanjutkan sesuatu yang menjadi tujuannya sesungguhnya.


"Boleh suruh seseorang untuk mengecek semua harta Karun istana."


Souma sangat blak-blakan.


"Boleh aku mendengar alasannya?" tanya raja ragu.


"Aku pikir penyihir senja mengetahui sesuatu yang ada di dalam sana, aku ingin memastikan tidak ada barang yang hilang."


"Aku pikir itu mustahil mengambil harta nasional di tempat paling aman di kerajaan ini tapi aku akan menyuruh untuk memeriksanya."


"Terima kasih."


Beberapa orang akhirnya dikirim ke sana.


Souma meminum tehnya dengan perasaan lega sedangkan Celestrial di sampingnya secara polos mengulurkan makanan ke mulut Souma.


"Jangan terus minum teh, coba makanannya juga."


"Tidak apa."


Itu pemandangan yang terasa hangat bagi raja yang kesepian karena merasa akan segera ditinggalkan putrinya, tak lama para petugas yang disuruh memeriksa mulai melaporkan hasilnya.


Mereka sedikit terlihat tidak baik seolah memucat.


"Ada apa? Katakan apa yang kalian temukan."


"Salah satu harta telah menghilang dari tempatnya."


Itu cukup mengejutkan raja tapi bagi Souma hal itu wajar, harta itulah yang ditawarkan penyihir senja pada empat kerajaan sebagai modal untuk mereka menyerang.


"Apa itu?"


"Kristal untuk mengendalikan para monster."

__ADS_1


"Mustahil, jika itu digunakan maka tidak aneh untuk melenyapkan satu negara."


"Sepertinya dari awal mereka ingin menaklukkan kerajaan kita dan mulai menginvasi kerajaan lainnya," potong Celestrial.


"Benar, jika penyihir senja yang mengambilnya apa dia akan menyerang kerajaan ini."


Souma menggelengkan atas perkataan raja.


"Mungkin lebih dari itu, ia memberikannya pada seseorang."


Semua orang hanya terdiam membisu.


Sementara itu ditempat lain seorang wanita berambut merah sedang mengigit leher bawahannya di depan jendela yang memantulkan cahaya bulan.


Setiap ia meminum darah suara tegukan terdengar dari tenggorokannya sementara wanita lain yang menjadi korbannya terus mendesah pelan dan berusaha untuk tidak jatuh saat tubuhnya terus diraba-raba di bagian tertentu.


"Nnnn...hnnn."


Wanita berambut merah segera melepaskannya dan dia jatuh ke lantai dengan nafas terengah-engah sementara wanita satu lagi tanpa menunjukkan wajahnya menutup dirinya dengan sebuah topeng.


"Terima kasih untuk hari ini besok tolong gantian dengan yang lainnya."


"Baik nona."


Wanita yang terlihat seperti pelayan itu pergi selagi memegangi bagian kewanitaannya dan digantikan seorang wanita yang lebih terlihat dingin bernama Asetasius.


Alasan kenapa itu dilakukan adalah karena gigitan taring dari orang yang menggigitnya lebih menyakitkan dan perlu sesuatu untuk mengalihkannya.


"Apa anda memanggil saya, nona?"


"Kita akan memulai pergerakan untuk menaklukkan wilayah kerajaan Diamond, tolong berikan ini pada salah satu bawahanmu."


Wanita bertopeng yang dikenal sebagai Scarlett Evergarden melemparkan kristal ke arahnya yang ditangkap dengan baik.


"Saya permisi."

__ADS_1


Scarlett mengalihkan pandangannya ke luar jendela, dia memastikan bahwa tidak ada pantulan dirinya di sana


__ADS_2