Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 190 : Pendatang Dalam Pertempuran


__ADS_3

Lilith membuka gerbang perpindahan di mana itu menyerupai sebuah lingkaran hitam.


"Tuan bilang kalian bisa tinggal di kota Huruhara sebagai petualang, kalian hanya harus menemui guild master bernama Astrea dan bilang bahwa tuan Souma merekomendasikan kalian berdua sebagai petualang, ia pasti akan menyiapkan segala hal yang kalian butuhkan."


"Kalau begitu terima kasih banyak Nona Lilith."


"Terima kasih," tambah Ayaka.


"Jaga diri kalian."


Lilith menutup gerbang perpindahannya dan melanjutkan tugas selanjutnya, dua kelompok telah dihancurkan dan kini ia harus mengawasi satu kelompok lagi yang bergerak di depan, Lilith melompat dari dahan satu ke dahan lainnya dengan gerakan akrobatik.


ia mengenakan gaun pelayan namun tidak membatasi pergerakannya, dia bersalto membuat dirinya naik ke atas kemudian berdiri dengan seimbang di bagian pucuk daun. Dari atas ia bisa melihat bagaimana pertarungan ras malaikat dan Dark Elf melawan tentara kekaisaran sedang terjadi.


Ini adalah pertarungan awal jadi tentu perjalanan mereka masih panjang, setelah menaklukkan area ini mereka akan bergabung dengan Souma sebelum akhirnya menyerang kota pemerintahan kekaisaran.


"Tuan mungkin sudah mengalahkan God Machine dan sudah menunggu cukup lama, apa aku harus ikut dalam pertempuran ini juga."


"Kupikir biarkan saja lagipula mereka tidak terlihat terdesak."


Seorang berdiri di samping Lilith secara tiba-tiba, dan dia adalah Scarlett yang mengenakan gaun gothic hitam putih dengan menguncir dua rambutnya dengan tali sayap kelelawar.


"Anda telihat seperti vampir sesungguhnya."

__ADS_1


"Aku memang vampir loh, malah leluhur vampir. Kau imut."


"Untuk seusia Anda imut sulit didefinisikan. Jika anda tidak memiliki izin dari tuan untuk turut bergabung dalam pertempuran ini maka saya akan mengusir Anda untuk kembali bekerja di toko."


"Kau benar-benar sangat patuh pada Souma."


"Beliau tuanku bahkan jika tuan tiba-tiba ingin berhubungan intim denganku, aku sama sekali tak keberatan."


"Jadi begitu, semua orang sudah tahu Souma sudah mendapatkan hatinya, kini pertarungan para gadis akan dimulai."


"Anda bukan gadis perawan."


"Aku terluka, aku masih perawan koq.. Souma akan tahu saat dia naik ke atas ranjang bersamaku, ajak yang lainnya juga."


Scarlett mengembungkan pipinya.


"Hal itu bisa kita pikiran nanti dan ngomong-ngomong aku sudah bilang pada Souma akan bergabung di peperangan ini jadi tidak masalah."


"Alasannya?"


"Mereka telah mencuri penelitianku aku ingin mengambilnya kembali dan menghancurkan semuanya."


Lilith merogoh belahan dadanya untuk mengambil sebuah botol kecil berisi pil-pil di dalamnya.

__ADS_1


"Mereka menggunakan obat ini untuk merubah dirinya menjadi vampir sementara waktu."


"Jadi begitu, tapi sepertinya ini tidak sempurna."


"Mungkin bisa dianggap sebagai bom bunuh diri namun pasti ada beberapa obat yang sempurna."


"Itu mungkin saja, tapi menurut Law vampir yang membunuh raja memiliki mata merah sepertiku, dengan kata lain dia vampir sesungguhnya."


"Apa di masa lalu Anda punya anak?"


"Aku sudah menikah dan punya cucu sekarang tapi mereka semua bukan vampir melainkan benar-benar manusia."


Lilith menunjukkan wajah bermasalah.


"Kau pasti berselingkuh, katakan dengan cowok seperti apa Anda melakukannya."


"Aku tidak seperti itu, hanya ada dua kemungkinan yaitu pertama kekaisaran berhasil menciptakan penelitian sama sepertiku dan kedua adalah bahwa dia meminum darahku, di masa lalu aku telah banyak bertarung jadi pastinya ada darah yang berceceran di beberapa tempat."


"Kau memang wanita jahat nona Scarlett."


"Jangan mengatakannya aku sudah tidak begitu, sekarang aku hanya akan mengabdikan diriku pada Souma dan melakukan hal nakal dengannya."


"Itu masih jahat dalam artian berbeda."

__ADS_1


Ledakan terjadi di tengah pertempuran itu hingga kemenangan mampu diraih oleh kedua ras.


__ADS_2