
Menjadikan Ras Malaikat dan Dark Elf sebagai wajah dari peperangan, kelompok Souma yang terdiri dari Historia, Jin, Nymph dan juga salah satu pria dari ras malaikat bernama Jibel mereka bergerak terpisah dengan kelompok lain.
Jibel adalah pria tua meski begitu kekuatannya tidak bisa diremehkan, ia menggunakan palu sebagai senjata dan dari sana petir dilesatkan tanpa ampun.
Souma sedikit lega karena ada pria lain di kelompoknya, selama ini Souma selalu terus-menerus bersama wanita, itu seolah dia orang mesum sejati yang senang membuat Harem.
"Terima kasih sudah mau ikut tuan Jibel, kami terbantu."
"Ahaha hal seperti ini mudah bagiku, pak tua ini akan memberikan dukungan terbaiknya."
Souma mengangguk mengiyakan.
Kota yang akan mereka tuju adalah kota dimana seorang Alchemist mesin berada. Selagi menghindari jalan utama mereka bergerak melalui sungai menggunakan perahu. Alirannya cukup tenang dan tidak perlu khawatir bahwa akan ada monster yang menyerang.
Nymph menyandarkan kepalanya di bahu Souma, begitu juga Historia.
"Kalian berdua ini kenapa?"
Perkataan Souma sama sekali tidak digubris sedikitpun.
Dari kejauhan mereka bisa melihat sebuah kota besar yang sekitarnya di kelilingi oleh tembok tinggi, bagaimanpun melihatnya tidak ada gerbang di sana dan itu adalah salah satu masalah dalam penyusupan mereka.
__ADS_1
Kota ini terisolasi dari luar seolah tidak mengizinkan siapapun dari dalam atau luar yang memasukinya dengan bebas, di atas tembok masih dijaga oleh beberapa prajurit dan jika ada seorang yang keluar dan masuk akan ada sebuah tangga lempar yang diturunkan agar mereka bisa memanjat.
Souma pikir ini adalah kota yang menerapkan pertahanannya secara berlebihan.
Nymph bangkit selagi terlihat segar.
"Aku sudah mengisi diriku dengan energi Souma, sekarang aku bisa melakukan apapun."
"Hari ini aku yang akan banyak memberikan kontribusi pada Souma, tolong simpan saja semangatmu Nymph."
"Hoh... bukannya lebih baik kau saja yang menyimpan kekuatanmu kau pasti kelelahan meniduri banyak wanita kemarin, jadi hari ini kau bisa beristirahat."
"Tidak, aku sudah kuat lagi."
"Bagaimana sekarang. Apa kita akan memanjat?" tanya Jin.
"Tidak, aku akan menggunakan teknik Alchemist untuk membuat pintu."
Souma meletakan tangannya dan dari itu tanah amblas dan menciptakan lubang berbentuk pintu.
"Pak tua ini selalu kagum denganmu, dibanding menyuruh pak tua ini terbang, tuan Souma lebih menggunakan cara seperti ini."
__ADS_1
"Kita tidak perlu terburu-buru."
Mereka melewati pintu lalu menutup kembali pintu yang sebelumnya diciptakan.
Keberadaan mereka jelas tidak akan segera diketahui maka dari itu mereka bisa tenang selama yang dibutuhkan.
"Kita akan berpencar untuk menaruh kristal ini?"
"Apa itu tuan Souma?"
"Kita akan menggunakan teknik Alchemist dengan skala besar, kalian hanya perlu menanamnya di tempat yang ditentukan, dengan ini kita akan bisa lebih mudah menjatuhkan semuanya."
"Sepertinya itu akan menarik," ucap senang Nymph dan mereka pun mulai berpencar tanpa memberikan kecurigaan apapun.
Untuk Souma dia akan berkeliling sebentar untuk mengawasi keadaan kota ini.
Alchemist mesin yang dijuluki God Machine, seperti apa dia?
***
Di dalam ruangan pertemuan yang dihadiri oleh pemimpin dark Elf bernama Viyane serta pemimpin ras malaikat Serena keduanya saling memberikan saran dalam pertempuran ini.
__ADS_1
Beberapa kota penting di kekaisaran harus dijatuhkan secepat mungkin, tak hanya untuk memberikan pengalihan pada kelompok Souma, mereka dua akan menempatkan keberadaan ras mereka menjadi semakin menonjol.