Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 21 : Tujuan Organisasi


__ADS_3

Setelah mengurung dirinya selama satu hari satu malam akhirnya obat yang dikhususkan untuk Erina telah selesai.


Kantong mata tampak timbul di wajah Souma yang telah kehilangan energi hidupnya akibat bergadang.


"Aku sudah membuatnya."


Erina, Risela dan Anna bertepuk tangan untuk itu.


"Makan ini tiga kali sehari sebelum makan."


"Aku mengerti, terima kasih banyak."


Erina mengambil obat tersebut lalu pergi dengan perasaan senang, harga satu botol itu sekitar 50.000 Jewel dan itu masih terasa belum sepadan dengan waktu yang Souma habiskan untuk membuatnya namun melihat senyuman puas dari pelanggannya lebih berharga dari apapun.


Risela berkata.


"Apa dengan obat barusan payudaramu akan semakin besar?"


"Entahlah, yang kubuat itu hanyalah sebuah vitamin kurasa jika nafsu makannya baik pertumbuhannya juga sedikit meningkat."


"Ah, aku mengerti."


Seperti Souma selalu katakan dia bukan seorang yang menciptakan keajaiban pada orang-orang dia hanyalah seorang manusia biasa yang mencoba sedikit membantu dengan apa yang dia bisa.


Selagi membaringkan kepalanya di meja beberapa pelanggan bermunculan, Anna dan Risela menggantikan tugas Souma agar berjalan baik meski begitu satu orang sepertinya datang bukan membeli obat.


Dia duduk dengan kasar selagi menggebrak meja dengan senyuman buasnya.


"Ini bukan waktunya tidur, bangunlah Souma."

__ADS_1


Mendengar suara yang akrab itu dia membuka matanya dan melihat gunung kembar di hadapannya, tentu itu hanya sesuatu yang tidak disengaja olehnya.


Beberapa saat pandangannya terfokus pada belahan dada yang terlihat indah tersebut.


Walau Souma cuek dia masih seorang pria normal yang menyukai hal berbau mesum seperti dada perempuan atau sebagainya.


"Apa? Kau mulai tertarik dengan milikku."


"Kau Astrea, apa yang kau inginkan dariku?"


Souma memilih untuk mengubah topik sejauh yang bisa dia lakukan.


"Ini soal insiden zombie hewan waktu itu."


"Aku sudah membuat laporan jadi pergilah dari sini aku ingin tidur."


"Hoh, bagi seorang pemalas kau gesit juga."


Dia hanya pegawai toko apotek tapi malah berurusan dengan hal seperti ini. Astrea memicingkan matanya kesal.


"Jadi perusahaan farmasi itu telah membuang limbahnya ke sungai ini, aku akan langsung mendatangi mereka dan menghajarnya."


"Yah, kau tidak bisa melakukan itu... sebaiknya kau lapor dulu ke kerajaan dan coba tangkap mereka."


"Untuk seorang pemalas kau cukup mematuhi peraturan."


"Sampai kapan kau memanggilku pemalas, aku bukan budakmu lagi."


Astrea tertawa saat Anna meletakan teh untuknya.

__ADS_1


"Terima kasih."


"Silahkan dinikmati."


Souma berharap kedua pegawainya tidak terlalu ramah pada orang yang duduk di depannya, tapi itu sudah terlambat.


"Ngomong-ngomong saat aku berada di ibukota, aku mendengar sesuatu yang menarik tentang organisasi kegelapan bernama Orleans, menurut laporan Undine mereka mencoba membuat monster dari seluruh dungeon mengamuk ke permukaan dan membunuh seluruh umat manusia.. apa kau tahu sesuatu tentang itu?"


"Orleans kah, jika tidak salah mereka adalah salah satu organisasi yang menyembah dewa jahat."


"Jadi begitu."


"Saat aku berkeliling menjual obat-obatan, aku pernah mendengar rumor bahwa mereka mencoba mencari raja iblis yang baru."


"Maksudmu raja iblis dibuat oleh mereka."


"Benar, tapi ratu iblis tidak termasuk di dalamnya... benarkan Anna?"


"Iya, aku murni bertindak atas kepentinganku sendiri."


Astrea tampak kebingungan.


"Tunggu sebentar, kenapa kau bertanya padanya? Dan juga Anna bukannya namanya mirip dengan ratu iblis."


"Apa maksudmu mirip, dia itu memang dia."


Anna hanya melambaikan tangannya selagi tersenyum biasanya hingga Astrea memegangi kepalanya.


"Pertama pahlawan sekarang ada ratu iblis juga, apa kau berniat menguasai dunia atau semacamnya saat memutuskan mengambil keduanya sebagai pegawai."

__ADS_1


"Tenanglah Astrea, aku akan menjelaskan semuanya padamu."


__ADS_2